Jakarta -
Bintik merah pada bayi menjadi salah satu kondisi yang kerap membikin orang tua khawatir. Meski terlihat mencolok, sebagian besar kasus sebenarnya tidak berbahaya, Bunda.
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, sebagian besar Si Kecil bakal mengalami bintik merah pada kulit selama masa pertumbuhan. Bahkan, mereka bisa mengalaminya lebih dari sekali, Bunda.
Selain itu, bintik merah pada bayi dapat muncul lantaran beragam hal. Untungnya, banyak bintik merah yang bisa sembuh sendiri tanpa perlu pengobatan khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai orang tua, Bunda tentu menjadi sosok yang paling mengenal anak sendiri. Jika ada sesuatu yang tampak berbeda alias membikin Si Kecil rewel, percayalah pada hatikecil dan penilaian Bunda.
Nah, lantaran jenis bintik merah pada bayi sangat banyak, krusial untuk mengenali penyebab dan langkah mengatasinya. Simak selengkapnya berikut ini.
Penyebab bintik merah pada bayi berasas jenisnya
Dikutip dari Parents dan beberapa sumber lainnya, ada beragam penyebab munculnya bintik merah pada bayi yang sesuai dengan jenisnya.
1. Biang keringat
Bintik merah pada bayi bisa muncul lantaran ruam panas alias biang keringat. Biasanya, bintik ini mini dan mudah terlihat di leher, dahi, alias bahu.
Bintik merah juga bisa terlihat di badan, lipatan kulit, selangkangan, alias ketiak. Kalau Si Kecil merasa kepanasan, keringat bisa terjebak di bawah kulit lantaran kelenjar keringatnya tersumbat.
"Bayi rentan terhadap ruam panas lantaran kelenjar keringat mini mereka mudah tersumbat," tutur seorang master anak di Children's Medical Group di Atlanta, Jennifer Shu, MD.
2. Campak
Selanjutnya, bintik merah pada bayi di wajah dan tubuh bisa jadi pertanda campak, Bunda. Biasanya, bintik ini muncul beberapa hari setelah indikasi awal seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah berair.
Campak disebabkan oleh virus yang sangat menular, Bunda. Virus ini hidup di hidung dan tenggorokan, lampau menyebar melalui batuk alias bersin.
Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bahwa sekitar 1 dari 5 anak yang terkena balang perlu dirawat di rumah sakit. Penyakit ini bisa berbahaya, terutama untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.
3. Biduran
Biduran menjadi salah satu penyebab bintik merah yang dapat dialami oleh Si Kecil. Biasanya, kondisi ini tampak seperti benjolan mini alias ruam merah muda yang bisa tetap di satu area alias menyebar ke seluruh tubuh.
Bintik ini disertai dengan pembengkakan di tangan alias kaki, Bunda. Biduran biasanya muncul lantaran kulit bereaksi terhadap sesuatu, meski penyebab pastinya susah ditebak.
4. Roseola
Bintik merah pada bayi juga bisa disebabkan oleh roseola. Ruam ini biasanya berwarna merah muda kemerahan dan bisa muncul di tubuh, leher, lengan, kaki, alias wajah.
Bintik ini biasanya tidak gatal dan jarang membikin Si Kecil merasa tidak nyaman, Bunda. Bentuknya bisa menonjol alias rata di kulit, tapi tetap kondusif selama tidak disertai dengan indikasi lain.
Roseola disebabkan oleh virus dan paling sering menyerang bayi usia 6 bulan sampai 1 tahun. Biasanya ruam muncul setelah bayi mengalami demam tinggi beberapa hari sebelumnya.
5. Dermatitis atopik (Eksim)
Kalau Si Kecil mengalami bintik merah, salah satu penyebabnya bisa dermatitis atopik alias eksim. Kulit di beberapa area bisa tampak kering, muncul benjolan kecil, alias terasa menebal dan bersisik.
Bintik ini biasanya muncul di wajah bayi, lengan, kaki, serta lipatan siku alias lutut. Jenis bintik merah pada wajah bayi ini termasuk yang cukup sering ditemui.
Perlu diketahui bahwa eksim muncul lantaran kulit bayi sensitif dan mudah bereaksi terhadap lingkungan sekitar. Misalnya, udara kering alias beberapa jenis makanan yang dikonsumsi.
6. Penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD)
Bintik merah pada mulut dan lidah Si Kecil bisa menjadi tanda penyakit tangan, kaki, dan mulut. Kondisi ini biasanya bisa terasa nyeri dan bisa muncul di gusi.
Penyakit ini disebabkan oleh virus coxsackie dan menjadi paling sering menyerang anak-anak usia di bawah 5 tahun. Virus ini bisa menyebar lewat kontak dengan cairan dari hidung, tenggorokan, tinja, alias lepuh anak yang terinfeksi.
7. Dermatitis kontak
Bintik merah pada bayi juga bisa muncul akibat dermatitis kontak. Biasanya, bentuknya berupa lepuh mini berisi cairan alias bercak merah kering yang pecah-pecah.
Penyebabnya biasanya berasal dari bahan yang bergesekan langsung dengan kulit, seperti sabun, lotion, parfum, kosmetik, perhiasan, logam seperti nikel, bahan kimia tertentu, alias tanaman beracun.
8. Moluskum kontagiosum
Ruam ini biasanya muncul sebagai titik-titik mini berwarna merah muda, putih, alias sewarna kulit. Di tengahnya sering ada lekukan kecil, dan bisa meradang alias terasa nyeri, Bunda.
Bintik-bintik ini bisa muncul di beragam bagian tubuh, sering tampak seperti mutiara mini yang menempel di kulit. Moluskum disebabkan oleh jangkitan virus yang menular lewat kontak kulit langsung alias lewat peralatan seperti pakaian, handuk, dan mainan yang terkontaminasi.
9. Kurap
Kurap biasanya muncul sebagai bintik merah berbentuk cincin di kulit dan sering menimbulkan rasa gatal pada Si Kecil. Jika ruam muncul di kaki, terutama di sela jari-jari, biasanya bakal terasa gatal dan kemerahan.
Sedangkan di kepala, kurap bisa menimbulkan bercak botak mini yang merah dan bersisik. Kurap disebabkan oleh jangkitan jamur dan bisa menular lewat kontak langsung maupun barang yang dipakai bersama.
10. Gatal setelah berenang
Setelah berenang, Si Kecil bisa muncul bintik-bintik merah mini yang terasa gatal. Biasanya ruam ini muncul beberapa menit sampai beberapa jam setelah berenang, Bunda.
Ruam ini biasanya disertai dengan sensasi panas alias kesemutan di kulit. Meskipun tampak mengganggu, sebagian anak tidak mengalami demam alias sakit lain.
Cara mengatasi bintik merah pada bayi
Ilustrasi/Foto: Getty Images/comzeal
Setelah memandang penyebab bintik merah pada bayi berasas jenisnya, lampau apa saja langkah menghilangkan bintik merah pada bayi secara alami? Berikut ini beberapa langkah yang bisa dicoba:
1. Tetap bersihkan kulit bayi dengan lembut
Pertama, selalu pastikan kulit Si Kecil tetap bersih, misalnya dengan memandikannya rutin menggunakan air hangat dan sabun lembut. Hindari sabun yang mengandung pewangi lantaran bisa memicu iritasi dan munculnya bintik merah pada wajah bayi.
2. Rutin oleskan krim alias pelembab
Menjaga kulit bayi tetap lembap sangat krusial ya untuk mengurangi bintik merah pada wajahnya. Krim untuk menghilangkan bintik merah pada bayi bisa digunakan setiap hari, Bunda.
Untuk kondisi yang lebih parah, master mungkin menyarankan obat salep khusus. Menggunakan krim menjadi salah satu langkah obat bintik merah pada kulit bayi yang efektif.
3. Kenali pemicu alergi
Kalau bintik merah muncul lantaran alergi, langkah pertama adalah mengetahui penyebabnya. Konsultasikan dengan master apakah alergi ini bisa mengenai dengan makanan yang Bunda konsumsi dan memengaruhi ASI.
4. Jangan gesek wajah bayi
Ketika Bunda mengeringkan wajah bayi setelah mandi, tepuk-tepuk lembut saja, jangan digosok. Menggosok kulit justru bisa memperparah iritasi.
Nah, andaikan mau mengoleskan pelembap, pilih produk tanpa pewangi dan bebas bahan kimia keras untuk kulit Si Kecil yang lebih sensitif, Bunda.
5. Gunakan minyak alami
Selain pelembap, minyak alami seperti minyak kelapa juga bisa menjaga kelembapan kulit bayi. Bunda bisa oleskan sedikit saja dan pijat perlahan wajah bayi setelah mandi agar kulitnya tetap lembut dan nyaman.
Tanda bintik merah pada bayi rawan dan perlu dibawa ke dokter?
Menilik dari laman Cleveland Clinic, sebagian besar bintik merah pada bayi sebenarnya tidak berbahaya. Bintik ini bisa membikin Si Kecil merasa tidak nyaman, tapi biasanya lenyap sendiri alias dengan perawatan di rumah.
Beberapa jenis bintik memang butuh perhatian lebih. Jika Si Kecil punya sistem kekebalan tubuh yang lemah, Bunda sebaiknya segera hubungi dokter.
Selain itu, konsultasikan juga dengan master andaikan bintik merah pada bayi muncul bersamaan dengan indikasi lain seperti:
- Menyebabkan rasa sakit, gatal parah, alias lepuh.
- Warna bintik tidak memudar saat ditekan.
- Terlihat tanda infeksi, seperti bengkak alias berisi nanah.
- Tidak lenyap setelah pengobatan.
- Kondisi bayi memburuk setelah perawatan.
- Ruam berjalan lebih dari tujuh hari namalain satu minggu.
- Disertai demam tinggi dan pembengkakan kelenjar getah bening.
Nah, itulah info komplit seputar bintik merah pada bayi beserta penyebab dan langkah mengatasinya. Semoga bisa membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·