Bisnis Naik Kelas dengan 10 Strategi yang Wajib Dilakukan Pengusaha

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 9 menit 262x dilihat
Bisnis Naik Kelas dengan 10 Strategi yang Wajib Dilakukan Pengusaha

Bagikan Postingan

Bisnis naik kelas – Setiap pengusaha tentu mau bisnisnya berkembang. Namun, untuk membikin bisnis naik kelas bukan cuma tentang mendapatkan omzet yang lebih besar.

Bisnis yang berkembang membutuhkan mekanisme yang lebih kuat, brand yang lebih jelas, operasional yang lebih rapi, serta kapasitas untuk melayani pelanggan dalam skala yang lebih besar.

Perubahan tersebut menjadi semakin krusial ketika upaya mulai memasuki tahap ekspansi.

Bisnis yang sebelumnya dikelola secara sederhana perlu mulai memiliki struktur, standar operasional, pengelolaan keuangan, strategi marketing, hingga mekanisme pengukuran performa.

Bagi pemilik business yang mau mengembangkan usaha, proses ini dapat dimulai dari beberapa cara berikut.

1. Tentukan seperti apa upaya yang mau Anda bangun

Sebelum berbuat ekspansi, tentukan terlebih dahulu arah bisnis.

Apakah upaya ingin:

  • meningkatkan omzet;
  • membuka cabang;
  • memperluas pasar;
  • meningkatkan profit;
  • memperkuat brand;
  • menambah kategori produk;
  • masuk ke pasar baru;
  • atau membangun upaya yang dapat berjalan dengan sistem?

Jawaban tersebut akan menentukan strategi berikutnya.

Bisnis yang mau membuka banyak cabang tentu membutuhkan mekanisme yang berbeda dengan upaya yang cuma mau menaikkan penjualan outlet pertama.

Bisnis naik kelas dimulai dari tujuan yang jelas.

2. Ubah upaya yang bersandar pada pemilik menjadi upaya yang memiliki sistem

Salah satu tanda upaya statis eksis pada tahap mula adalah seluruh keputusan bersandar kepada owner.

Owner menentukan:

  • pembelian barang;
  • harga;
  • pelayanan;
  • marketing;
  • recruitment;
  • operasional;
  • hingga penyelesaian masalah harian.

Model tersebut mungkin statis ampuh ketika upaya berukuran kecil.

Namun, ketika upaya berkembang, ketergantungan kepada satu orang dapat menjadi hambatan.

Mulailah membuat:

SOP ? Struktur Kerja ? KPI ? Monitoring ? Evaluasi

Dengan mekanisme tersebut, upaya dapat berjalan lebih konsisten meskipun owner tidak terlibat dalam setiap aktivitas.

3. Rapikan finansial sebelum mulai berbuat ekspansi

Jangan berbuat ekspansi cuma karena omzet kelihatan meningkat.

Perhatikan juga:

  • gross margin;
  • operating expense;
  • cash flow;
  • inventory;
  • working capital;
  • profit margin;
  • payback period.

Bisnis dengan omzet besar belum tentu memiliki kondisi finansial yang sehat.

Sebelum membuka cabang maupun menambah investasi, pastikan upaya memiliki kapasitas finansial untuk mendukung pertumbuhan tersebut.

Growth tanpa cash flow yang sehat dapat menjadi risiko.

4. Bangun brand yang memiliki positioning jelas

Ketika upaya mulai berkembang, brand menjadi semakin penting.

Pelanggan perlu memahami:

“Mengapa aku mesti memilih brand ini?”

Jawabannya mesti kelihatan dari:

  • produk;
  • harga;
  • visual;
  • pelayanan;
  • komunikasi;
  • pengalaman;
  • hingga kelompok yang dibangun.

Brand yang kuat membikin upaya tidak cuma bersaing berdasarkan harga.

Hal ini juga berjalan untuk upaya retail.

Sebuah toko tidak cukup cuma memiliki produk lengkap. Pengalaman yang diberikan kepada pelanggan dapat menjadi bagiankecil dari pembeda.

5. Gunakan marketing untuk membangun demand bukan sekadar awareness

Marketing sering dianggap cuma sebagai aktivitas promosi.

Padahal, marketing memiliki peran lebih luas dalam pertumbuhan bisnis.

Strategi dapat mencakup:

  • social media;
  • content marketing;
  • digital advertising;
  • community;
  • influencer;
  • event;
  • CRM;
  • partnership;
  • loyalty program.

Gunakan keterangan untuk mengetahui channel mana yang menghasilkan:

Reach ? Engagement ? Leads ? Conversion ? Repeat Purchase

Dengan begitu, budget marketing dapat diarahkan kepada aktivitas yang benar-benar memberikan akibat terhadap business growth.

6. Kenali pelanggan sebelum menambah produk

Bisnis yang mau naik kelas tidak selalu mesti memiliki produk sebanyak mungkin.

Yang lebih krusial adalah memahami produk apa yang benar-benar dibutuhkan pelanggan.

Analisis dapat dilakukan berdasarkan:

  • demographic;
  • purchasing behavior;
  • average transaction;
  • frequency;
  • product preference;
  • customer segment.

Untuk upaya retail, keterangan tersebut dapat digunakan untuk menentukan product mix dan inventory.

Semakin baik pemahaman terhadap pelanggan, semakin tepat keputusan upaya yang dibuat.

7. Kelola inventory agar modal tidak selesai di gudang

Inventory merupakan salah satu tantangan krusial dalam upaya retail.

Terlalu sedikit stok dapat menyebabkan kehilangan penjualan.

Terlalu banyak stok dapat membikin modal tertahan.

Karena itu, pengusaha perlu memantau:

Sales ? Stock ? Inventory Turnover ? Aging ? Return

Hal ini menjadi semakin krusial untuk upaya seperti toko buku, karena jumlah judul dan SKU dapat sangat banyak.

Bisnis toko buku yang mau berkembang perlu memiliki mekanisme kurasi produk dan inventory yang bisa menjaga keseimbangan antara kesiapan barang dan efisiensi modal.

8. Ubah toko menjadi experience bukan cuma tempat transaksi

Perubahan perilaku konsumen membikin upaya retail perlu menawarkan karena lebih kuat untuk dikunjungi.

Hal tersebut sangat relevan bagi bisnis toko buku.

Toko buku modern dapat dikembangkan menjadi:

  • reading space;
  • community hub;
  • event space;
  • workshop;
  • educational space;
  • Books Cafe.

Dengan demikian, pelanggan memiliki karena untuk datang bukan cuma ketika mau membeli buku.

Konsep Books Cafe misalnya, dapat menggabungkan:

Bookstore + Cafe + Community

Pengalaman tersebut dapat memperluas fungsi toko sekaligus menciptakan lebih banyak customer touchpoint.

9. Pertimbangkan partnership untuk mempercepat pertumbuhan

Tidak semua upaya mesti berkembang dengan membangun seluruh mekanisme sendiri.

Ketika mau berbuat ekspansi, pengusaha dapat mempertimbangkan:

  • franchise;
  • kemitraan;
  • strategic partnership;
  • joint venture;
  • distributor;
  • supplier partnership.

Setiap model memiliki tingkat kontrol, investasi, risiko, dan sokongan yang berbeda.

Karena itu, jangan cuma membandingkan nominal investasi.

Bandingkan juga value yang diberikan oleh partner.

10. Gunakan ekosistem yang sudah ada untuk membawa upaya ke level berikutnya

Salah satu tantangan terbesar ketika berbuat ekspansi adalah membangun mekanisme dari nol.

Untuk pengusaha yang tertarik dengan bisnis toko buku, salah satu model yang dapat dipelajari adalah Partnership Gramedia.

Model partnership memungkinkan calon mitra mengevaluasi kesempatan pengembangan outlet dengan mempertimbangkan mekanisme bisnis, operasional, produk, dan ekosistem yang tersedia.

Dalam proses evaluasi, jangan cuma bertanya:

“Berapa modal yang mesti dikeluarkan?”

Pertanyaan yang lebih krusial adalah:

“Apa yang aku dapatkan dari investasi tersebut?”

Calon mitra dapat mengevaluasi:

  • sistem operasional;
  • pengelolaan inventory;
  • dukungan marketing;
  • pengelolaan SDM;
  • product assortment;
  • standar outlet;
  • sistem monitoring;
  • skema kerja sama;
  • potensi lokasi;
  • proyeksi bisnis.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan ekspansi menjadi lebih objektif.

Bisnis toko buku juga bisa naik kelas

Bisnis toko buku memiliki kesempatan untuk berkembang mengikuti fluktuasi perilaku konsumen.

Toko tidak mesti selesai sebagai tempat transaksi buku.

Konsep yang lebih modern dapat menggabungkan:

Retail + F&B + Community + Experience

Books Cafe menjadi salah satu contoh sepertiapa toko buku dapat dikembangkan menjadi ruang yang lebih multifungsi.

Pelanggan dapat membaca, membeli buku, menikmati kopi, mengikuti event, maupun berhubungan dengan komunitas.

Perubahan konsep tersebut dapat membikin toko memiliki positioning yang lebih kuat sekaligus menciptakan sumber traffic tambahan.

Jangan berbuat ekspansi sebelum upaya siap

Ekspansi memang kelihatan menarik. Namun, membuka cabang terlalu cepat dapat menciptakan masalah baru jika mekanisme upaya belum siap.

Sebelum berbuat ekspansi, pastikan:

  1. Produk sudah memiliki demand
  2. Operasional sudah memiliki SOP
  3. Keuangan dapat dipantau
  4. SDM dapat menjalankan sistem
  5. Brand memiliki positioning
  6. Marketing dapat menghasilkan traffic
  7. Inventory dapat dikontrol
  8. Owner tidak menjadi satu-satunya pengambil keputusan

Jika sebagian besar statis bersandar pada owner, mungkin upaya belum benar-benar siap berbuat scale up.

Ukur upaya dengan bilangan yang tepat

Bisnis yang naik kelas mesti semakin data driven.

Jangan cuma melihat omzet.

Gunakan beberapa indikator seperti:

  • Revenue
  • Gross Margin
  • Operating Profit
  • Average Transaction Value
  • Conversion Rate
  • Customer Retention
  • Inventory Turnover
  • Stock Aging
  • Marketing ROI
  • Cash Flow

Dengan indikator tersebut, pengusaha dapat mengetahui bagiankecil mana yang sudah berkembang dan bagiankecil mana yang statis membutuhkan perbaikan.

Kapan upaya bisa dikatakan sudah naik kelas

Tidak ada satu ukuran yang berjalan untuk semua bisnis. Namun, beberapa indikator dapat menjadi tanda bahwa upaya mulai naik level:

Dari owner dependent menjadi system driven

Dari intuisi menjadi keterangan driven

Dari menjual produk menjadi membangun brand

Dari satu outlet menjadi scalable business

Dari transaksi menjadi customer relationship

Dari upaya lokal menjadi memiliki potensi ekspansi

Perubahan tersebut memberitahu bahwa upaya bukan cuma semakin besar, tetapi juga semakin matang.

Checklist sebelum membawa upaya ke level berikutnya

Sebelum berbuat scale up, coba jawab pertanyaan berikut:

Produk

  • Apakah produk memiliki demand?
  • Produk mana yang paling menguntungkan?

Keuangan

  • Apakah cash flow sehat?
  • Berapa margin bisnis?
  • Berapa kebutuhan working capital?

Operasional

  • Apakah sudah memiliki SOP?
  • Apakah upaya statis berjalan ketika owner tidak eksis di lokasi?

Marketing

  • Dari mana pelanggan datang?
  • Channel mana yang paling efektif?

SDM

  • Apakah tim memiliki KPI?
  • Apakah struktur perkumpulan sudah jelas?

Ekspansi

  • Apakah letak baru sudah tervalidasi?
  • Apakah model upaya dapat direplikasi?

Jika sebagian besar jawabannya sudah positif, upaya mungkin sudah memiliki fondasi yang cukup untuk berkembang.

Saatnya melihat upaya bukan cuma sebagai upaya tetapi sebagai sistem

Pada akhirnya, bisnis naik kelas bukan sekadar menaikkan omzet.

Bisnis yang naik kelas adalah upaya yang bisa mengubah proses yang sebelumnya bersandar pada individu menjadi mekanisme yang dapat berjalan secara konsisten.

Mulai dari keuangan, operasional, SDM, marketing, inventory, hingga customer experience mesti bergeser dalam satu arah.

Bagi pemilik business yang mau berbuat ekspansi, pilih strategi yang sesuai dengan tahap bisnis.

Jika mau membangun sendiri, perkuat mekanisme terlebih dahulu.

Jika mau mempercepat ekspansi, penilaian franchise maupun partnership.

Jika tertarik pada bisnis toko buku, eksplorasi juga kesempatan pengembangan konsep seperti Books Cafe dan community hub.

Dan bagi penanam modal yang mau mempelajari model pengembangan outlet melalui ekosistem Gramedia, Partnership Gramedia dapat menjadi salah satu alternatif yang layak dievaluasi.

Karena upaya yang benar-benar naik kelas bukan cuma upaya yang lebih besar.

Tetapi upaya yang lebih terstruktur, lebih terukur, dan lebih siap untuk tumbuh.

FAQ seputar upaya naik kelas

Apa arti upaya naik kelas?

Bisnis naik kelas berarti upaya berkembang menjadi lebih terstruktur, profesional, terukur, dan memiliki kapasitas untuk tumbuh dalam skala yang lebih besar.

Bagaimana metode upaya naik kelas?

Mulai dari menguatkan mekanisme operasional, keuangan, SDM, branding, marketing, inventory, customer experience, dan pengukuran performa sebelum berbuat ekspansi.

Apakah menaikkan omzet berarti upaya sudah naik kelas?

Belum tentu. Omzet perlu dilihat berbareng margin, profit, cash flow, efisiensi operasional, dan kapasitas upaya untuk berkembang secara berkelanjutan.

Bagaimana metode mengembangkan upaya toko buku?

Bisnis toko buku dapat dikembangkan melalui penguatan inventory, merchandising, customer experience, komunitas, event, digital marketing, hingga pengembangan konsep seperti Books Cafe.

Apakah upaya toko buku statis memiliki peluang?

Bisnis toko buku statis dapat dikembangkan dengan menyesuaikan diri terhadap fluktuasi perilaku konsumen. Toko dapat menjadi lebih dari sekadar tempat membeli buku dengan menghadirkan experience, komunitas, event, dan F&B.

Apakah partnership dapat membantu upaya naik kelas?

Partnership dapat menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pengembangan upaya karena pengusaha dapat memanfaatkan sistem, produk, teknologi, jaringan, maupun keahlian dari partner.

Apa itu Partnership Gramedia?

Partnership Gramedia merupakan model kerja sama pengembangan outlet yang dapat menjadi salah satu pilihan bagi penanam modal yang tertarik dengan upaya retail buku dan mau mengevaluasi kesempatan pengembangan outlet berbareng ekosistem Gramedia.

Apakah Partnership Gramedia sama dengan franchise?

Model partnership dan franchise memiliki ciri khas serta struktur kerja sama yang berbeda. Karena itu, calon penanam modal perlu mempelajari mekanisme, hak dan kewajiban, investasi, serta rancangan kerja sama masing-masing sebelum memungut keputusan.

Apakah Books Cafe bisa menjadi strategi upaya naik kelas?

Bisa. Books Cafe dapat memperluas fungsi toko buku menjadi ruang retail, F&B, komunitas, dan experience. Namun, konsep tersebut membutuhkan perencanaan operasional dan investasi yang lebih matang.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
Close Right Ads
Close Left Ads