Bitcoin Ada Kesempatan Pulih Ke Ath? Simak Analisa Berikut

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Kincaimedia – Dengan banyaknya rumor nan berkembang pada aset mata uang digital di beragam kalangan dunia, peningkatan daripada nilai pun sekarang juga mendapat perhatian dari para analis. Pasalnya, baru-baru ini perusahaan besar sekelas JP Morgan dan dan bank Wells Fargo telah melirik dan mengakuisisi Bitcoin (BTC) melalui ETF.

Sebagaimana diketahui oleh investor, pergerakan dari Bitcoin ini tetap pada area antara US$ 60.000 dan US$ 72.000 selama periode 2 bulan. Memang, pada pertengahan Maret lampau Bitcoin sempat mencapai nilai tertinggi baru (ATH) di nomor US$ 73.805. Namun, penurunan juga terjadi hingga mata uang digital utama tersebut menyentuh nomor kisaran US$ 60.000.

Melansir dari finbold.com, Bitcoin berjuang habis-habisan dengan pergerakan rata-rata nilai (EMA) 30 hari terakhirnya, nan berada di nomor US$ 63.360. Jika bisa melewati nomor ini, ada kemungkinan Bitcoin bakal kembali ke nilai tertinggi di US$ 72.000. 

Jika memandang heatmap leverage likuidasi satu bulan, aset BTC menampakkan liquidity pool nan signifikan di level US$ 67.000 dan US$ 71.000. Pool ini dapat memicu short squeezes jika sentimen pasar bergeser, nan artinya berpotensi mendorong Bitcoin ke ATH baru.

Berdasarkan info dari CoinGlass, kesempatan kembalinya Bitcoin ke nilai US$ 72.000 tidak lama lagi. Ada beberapa titik nilai di mana banyak dari penanammodal bertaruh bahwa nilai Bitcoin bakal turun. Namun, ini bisa mendorong nilai naik tajam jika pasar berubah arah.

Beberapa waktu lalu, mantan CEO Twitter berjulukan Jack Dorsey, telah menegaskan dukungannya untuk masa depan Bitcoin. Selain itu, sentimen positif dari Bitcoin bisa juga didorong oleh pembelian secara berkala, seperti nan dilakukan oleh perusahaan MicroStrategy.

Tidak hanya itu, pump secara perlahan diperkirakan juga bakal terjadi dari ETF. Melasir dari Ambcrypto.com, info terbaru menunjukkan arus keluar bersih dari ETF Spot Bitcoin dengan pergerakan mencolok di pendana besar seperti Grayscale’s GBTC dan BlackRock’s IBIT. 

Meskipun arus keluar biasanya menunjukkan tekanan jual, arus masuk ke beberapa ETF menunjukkan bahwa tetap ada minat penanammodal pada Bitcoin, nan dapat menstabilkan alias apalagi meningkatkan nilai BTC akhirnya.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, minta simak disclaimer di bawah artikel

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Muhammad Syofri

Trader Forex dan Bitcoin nan sudah bergulat di bagian trading dari tahun 2013. Sering menulis tulisan tentang blockchain, forex dan cryptocurrency.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis