Bitcoin Turun Ke Bawah $60,000! Apakah Pertanda Koreksi Besar?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Bitcoin terlihat bergerak turun ke bawah $60,000 meski pasar crypto sendiri tetap relatif tenang dan tidak mengalami sentimen negatif internal.

Sayangnya saat ini kondisi negatif tetap dipengaruhi oleh aspek makroekonomi, dimana kebanyakan penanammodal lebih memilih mengamankan dananya sehingga menjual aset terlebih dulu hingga kondisi pasar finansial mulai positif. 

Amerika Publikasi Suku Bunga Acuan

Sentimen nan paling dekat dan bakal membikin ketidakpastian dalam beberapa hari ke depan adalah aspek makroekonomi dari Bank Sentral Amerika.

Dikabarkan bahwa pada 2 Mei 2024, Bank Sentral Amerika alias The Fed bakal mengumumkan suku kembang acuan. 

Kabar ini tidak hanya bakal mempengaruhi crypto namun juga dapat memberikan pengaruh bagi nyaris seluruh aset keuangan. 

Hal ini disebabkan suku kembang referensi dapat menjadi pertanda awal mengenai kondisi Perekonomian Amerika nan saat ini sedang berada dalam kondisi nan buruk. 

Saat ini narasi di sekitar Perekonomian Amerika adalah inflasi sedang bergerak naik kembali sehingga potensi resesi dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan. 

Suku kembang referensi bakal menjadi penentu apakah kondisi perekonomian tetap buruk, lantaran jika suku kembang referensi kembali naik, ada kemungkinan berfaedah kedepannya hingga 2024 berakhir, perekonomian tetap bakal buruk. 

Namun, jika suku kembang referensi tetap turun, maka menjadi pertanda positif nan dapat mendorong kebanyakan penanammodal untuk kembali membeli.

Jika suku kembang referensi kembali turun, tandanya inflasi sudah mulai turun, nan berfaedah duit nan beredar di perekonomian sudah dialokasikan dengan baik dan dapat mendorong produktivitas di segala sektor. 

Sayangnya realita saat ini suku kembang referensi kemungkinan tetap bakal stagnan, terutama memandang prediksi dari kumpulan analis nan dirangkum oleh DailyFX. 

Jika suku kembang stagnan, kondisi pasar finansial juga bakal tersangkut di kondisi konsolidasi lantaran belum ada kepastian nan umumnya berujung pada kondisi perekonomian stagflasi. 

Kondisi stagflasi adalah inflasi stagnan, dimana dampaknya untuk pasar finansial adalah sama seperti kondisi resesi. 

Kepastian ini baru bakal terlihat pada 2 Mei 2024 dimana Jerome Powell  berbareng perwakilan dari komite FOMC bakal memberikan pandangannya berbareng dengan publikasi suku kembang referensi terbaru. 

Melihat Amerika tetap menggunakan inflasi inti dibandingkan inflasi nyata untuk menentukan suku kembang acuan, ada kemungkinan besar bahwa suku kembang referensi bakal stagnan. 

Analisis Harga Bitcoin

Hasilnya terdapat kemungkinan kebanyakan aset finansial bakal bergerak dalam konsolidasi, termasuk Bitcoin. 

Tapi, konsolidasi ini kemungkinan bakal berujung pergerakan negatif, lantaran kebanyakan penanammodal institusional terlihat sedang menunggu koreksi terjadi dengan banyaknya tekanan jual hingga pencairan produk-produk investasi berbasis crypto. 

Melihat kondisi nilai Bitcoin, kemungkinan besar koreksi bakal terjadi pada bulan ini sehingga angan apresiasi nilai tetap sangat minim. 

Grafik Harian BTCUSD

Hal ini disebabkan Bitcoin sudah mulai bergerak masuk ke wilayah $60,000 hingga $50,000 nan dapat dijadikan sebagai wilayah beli nan baik, terutama jika harganya bergerak turun ke wilayah $50,000.

Mengingat besarnya narasi bull market nan diprediksi datang pada 2025, ada kemungkinan koreksi ini bisa dimanfaatkan demi mendapatkan untung nan besar. 

Melihat kondisi parameter RSI, ada kemungkinan koreksi bakal terus bersambung hingga kondisi parameter mencapai oversold. 

Oleh lantaran itu, sasaran utama saat ini berada pada $50,000 hingga $50,200 nan kemungkinan baru bakal diraih pada pertengahan Bulan Mei 2024. 

Mei merupakan bulan nan dikenal penuh koreksi, nan membikin adanya narasi “Sell in May, and Go Away” di pasar keuangan, nan berfaedah jual di Bulan Mei dan pergi dulu dari pasar, lantaran umumnya koreksi di Bulan Mei, tidak hanya di pasar crypto, namun semua aset. 

Walau begitu, saat ini terdapat beberapa token dari proyek-proyek lain nan mempunyai potensi positif, sehingga penanammodal dan trader bisa mempelajarinya demi mencari potensi untung sembari menunggu Bitcoin naik. 

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Septiady

Penggemar Cryptocurrency dan Mengembangkan Bisnis di Internet dan Percaya Bahwa Informasi Harus Disebarluaskan Secara Transparan. Tidur, Makan dan Tulis

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis