Bolehkah Berkurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal?, Berikut Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA – Allah SWT memerintahkan seluruh umat muslim untuk melaksanakan kurban. Terdapat beberapa hewan nan dapat disembelih seperti kambing, sapi, kerbau, dan unta. Kurban dapat dilaksanakan bagi orang nan tetap hidup, tetapi apakah boleh seseorang berkurban untuk orang nan sudah meninggal?

Menurut kitab karya Abu Abdillah Syahrul nan berjudul, Fikih Praktis Ibadah Kurban. Ada perihal nan perlu diperhatikan jika mau berkurban untuk orang nan sudah meninggal, sebagai berikut,

Pertama, orang nan sudah meninggal diikut sertakan berbareng orang nan tetap hidup. Misalnya ada orang nan berkurban dengan niat untuk dirinya dan keluarganya dan diantara keluarganya tersebut ada nan sudah meninggal, maka keadaan seperti ini dibolehkan. Dasarnya adalah hadits nan menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika menyembelih hewan kurbannya, berkata: “Bismillah (Dengan menyebut nama Allah), Ya Allah, terimalah kurban ini, dari Muhammad, family Muhammad dan ummat Muhammad.”

Kedua, berkurban untuk orang nan sudah meninggal tanpa diikutkan berbareng orang nan tetap hidup. Misalnya seorang anak membeli kambing kurban dan niatnya bahwa kurban ini untuk ibunya nan sudah meninggal, maka perihal ini hendaknya ditinggalkan oleh seorang muslim, lantaran Nabi Muhammad SAW tidak pernah menyendirikan ibadah kurban untuk keluarganya nan sudah meninggal saja, dan perihal ini tidak pernah dikerjakan oleh para sahabat juga

Ketiga, berkurban untuk orang nan telah meninggal atas dasar wasiatnya sebelum meninggal dunia, perihal tersebut diperbolehkan seperti nan tertulis pada surat Al Baqarah ayat 181. Allah SWT berfirman,

فَمَنْۢ بَدَّلَهٗ بَعْدَمَا سَمِعَهٗ فَاِنَّمَآ اِثْمُهٗ عَلَى الَّذِيْنَ يُبَدِّلُوْنَهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۗ

Arab Latin : Famam baddalahū ba‘da mā sami‘ahū fa innamā iṡmuhū ‘alal-lażīna yubaddilūnah(ū), innallāha samī‘un ‘alīm(un).

Artinya : “Siapa nan mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang nan mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam