Bolehkah Mandi Pakai Sabun Saat Ihram?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia – Di antara larangan saat ihram adalah menggunakan wangi-wangian, lampau apakah memakai sabun ini juga dihukumi seperti wangi-wangian nan berakibat pada bayar fidyah? Nah berikut tulisan tentang bolehkah mandi pakai sabun saat ihram?

Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu, mengatakan boleh hukumnya bagi seorang nan sedang ihram mandi memakai sabun mandi. Kebolehan ini berasas pendapat Mazhab Imam Syafi’i dan Hanbali. Ia berkata;

وَالْخُلَاصَةُ تَحْرِيمُ مَسِّ الطِّيبِ بِالْاِتِّفَاقِ وَكَذَا قَصْدُ شَمِّهِ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ وَيُكْرَهُ عِنْدَ غَيْرِهِمْ، وَتَحْرِيمُ الْإِدْهَانِ بِالزُّيُوتِ مُطْلَقاً عِنْدَ أَبِي حَنِيفَةَ وَالْمَالِكِيَّةِ، وَبِالدُّهْنِ الْمُطَيِّبِ عِنْدَ الْحَنَابِلَةِ دُونَ غَيْرِ الْمُطَيِّبِ، وَدُهْنِ الشَّعْرِ وَالرَّأْسِ فَقَطْ مُطْلَقاً عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَلَوْ بِغَيْرِ مُطَيِّبِ. وَيَجُوزُ الْاِغْتِسَالُ وَلَوْ بِالصَّابُونِ عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ، وَلَا يَجُوزُ بِالصَّابُونِ وَنَحْوِهِ عِنْدَ الْحَنَفِيَّةِ، وَيَغْتَسِلُ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ لِلتَّبَرُّدِ لَا لِلتَّنْظِيفِ.

Artinya; “Bagi orang nan dalam ihram diperbolehkan mandi dengan sabun menurut Madzhab Syafi’i dan Hanbali, namun tidak boleh menurut Madzhab Hanafi. Sedang menurut Madzhab Maliki boleh mandi untuk mendinginkan badan bukan untuk membersihkan”. (Al-Fiqh Al-islami Wa Adillatuhu, Juz, 3, h. 239)


Dari keterangan ini bisa diketahui bahwa boleh menggunakan sabun saat ihram, karena tidak sama dengan wangi-wangian. Bahkan Imam Al-Nawawi mengatakan sunnah untuk mandi terlebih dulu sebelum melaksanakan ihram, dalam salah satu diskursusnya menyatakan;


أحَدهما: السُّنَّةُ أنْ يَغْتَسلَ قَبْلَ الإِحْرَام غُسلاً يَنْوي به غُسْلَ الإِحْرَام وَهو مُسْتَحَب لكل مَنْ يَصح منهُ الإِحْرَام حتى الحائض والنُّفساء والصبي فإنْ أمكَنَ الحائض المقامُ بالميقاتِ حتَّى تَطْهر وَتَغْتَسلَ ثم تُحْرِم فَهُوَ أَفْضَلُ.

“Disunnahkan untuk mandi sebelum ihram, dengan diniati mandi untuk ihram. Kesunnahan ini bertindak bagi setiap orang nan sah untuk masuk ihram, apalagi wanita nan sedang haid, wanita nifas dan anak laki-laki, jika wanita nan sedang menstruasi bisa untuk tinggal di miqat sampai dia suci dan mandi dan lampau masuk ihram, itu lebih baik”. (Al-Idah Fi Manasik Al-Hajji Wa Al-Umrah, H. 124)

Selain itu, disunnahkan juga untuk memakai minyak wangi sebelum ihram, baik di badan maupun bajunya. Imam Al-Nawawi menyatakan;

وَأَنْ يُطَيِّبَ بَدَنَهُ لِلْإِحْرَامِ، وَكَذَا ثَوْبُهُ فِي الْأَصَحِّ، وَلَا بَأْسَ بِاسْتِدَامَتِهِ بَعْدَ الْإِحْرَامِ،

Artinya; “Disunnahkan untuk memakaikan minyak wangi di tubuhnya saat hendak ihram, demikian pula pada bajunya menurut kaul ashah (paling sahih). Adapun ketika tetap tersisa baunya saat ihram, maka nan demikian diperbolehkan”. (Minhaj Al-Thalibin, H. 85)


Dengan demikian bisa diketahui bahwasanya jawaban atas pertanyaan bolehkah mandi pakai sabun saat ihram? Adalah diperbolehkan memakai sabun saat sedang melakukan ihram. Pasalnya, itu tidak dianggap sebagai minyak wangi. Semoga bermanfaat, Wallahu A’lam bi Al-Shawab.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah