Bolehkah Menjual Makanan Takjil Kepada Nonis?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia– Bulan Ramadhan merupakan momen nan sangat dinanti-nantikan oleh kalangan umat Islam. Tak hanya untuk  melakukan ibadah puasa dan tarawih bulan Ramadhan juga menjadi momentum berburu makanan takjil. Lantas bolehkah menjual makanan takjil kepada Nonis [Non Islam]?

Namun akhir akhir ini di media sosial lagi ramai diperbincangkan perihal persaingan berburu makanan takjil.  Pasalnya berburu makanan takjil tak hanya dilakukan oleh umat Islam.

Ummat non Islam pun ikut bersaing dalam berburu makanan takjil, apalagi parahnya saking sengitnya persaingan ini banyak umat islam kehabisan makanan takjil lantaran sudah diborong umat non Islam sejak pukul 3 sore. Lantas bolehkan para penjual makanan takjil ini menjualnya kepada Nonis?

Dalam literatur Islam dijumpai keterangan bahwa transaksi nan dilakukan antar umat Islam juga diperbolehkan dilakukan dengan non Islam. Sebagaimana penjelasan dalam kitab Al-‘Alaqah Al-Ijtima’iyyah Bain Al-Muslimin wa Ghair Al-Muslimin berikut;

كل ما جاز للمسلمين من البياعات من صرف وسلم ونحوهما من التصرفات يجوز لغيرهم من الكفار. وما لا يجوز من البياعات للمسلمين لا يجوز لغيرهم إلا الخمر والخنزير

Artinya:”Segala transaksi jual beli nan dibolehkan bagi kaum muslimin untuk melakukannya, maka perihal itu juga dibolehkan bagi selain mereka (non muslim). Sebaliknya segala transaksi nan diharamkan bagi umat Islam untuk melakukannya, maka perihal tersebut juga diharamkan bagi mereka selain (dalam transaksi) khamar dan babi.”

Senada dengan keterangan diatas dalam kitab Tajul Iklil li Mukhtashar Khalil, juga dijelaskan bahwa Imam Malik pernah ditanya perihal norma bertransaksi dengan non islam, beliau pun menjawab tidak apa apa.

وروى ابن القاسم أن مالكا سئل عن أعياد الكنائس فيجتمع المسلمون يحملون إليها الثياب والأمتعة وغير ذلك يبيعون يبتغون الفضل فيها، قال: لا بأس.

Artinya: “Ibn Al-Qasim meriwayatkan, bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang beragam hari raya di gereja, kemudian orang-orang Islam membawa pakaian, beragam peralatan dan dagangan lainnya ke gereja untuk berdagang dan mengais untung di sana. Imam Malik berkata, ‘Itu tidak apa-apa.”

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa norma menjual makanan takjil kepada non islam adalah diperbolehkan. Meskipun demikian ketika non islam juga ikut berburu makanan takjil sebaiknya para penjual lebih memprioritaskan pembeli dari kalangan umat islam. Mengingat besarnya pahala membantu umat muslim nan hendak berbuka puasa.

Demikian penjelasan perihal  bolehkah menjual makanan takjil kepada non muslim semoga berfaedah Wallahu a’lam bishawab. [Baca juga: Apakah Menangis Saat Puasa, Batal?]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah