Bolehkah Menyusui Setelah Perawatan Kanker Payudara?

Oct 24, 2025 08:50 AM - 5 bulan yang lalu 182251

Jakarta -

Menyusui menjadi pengalaman terindah bagi Bunda. Tetapi, gimana dengan wanita yang baru saja melakukan perawatan kanker. Bolehkah menyusui setelah perawatan kanker payudara?

Banyak wanita bisa mengandung setelah menjalani perawatan kanker payudara. Permasalahannya, beberapa perawatan mungkin bisa mempersulit seseorang untuk hamil. Karenanya, ada baiknya bicarakan dengan master mengenai perihal tersebut sebelum memulai perawatan kanker payudara.

Bolehkah menyusui setelah perawatan kanker payudara?

Jika seseorang pernah menjalani operasi tetek alias radiasi, mungkin mereka mengalami masalah menyusui dari tetek yang terdampak. Hal ini pun berpengaruh pada beberapa perihal saat menyusui termasuk berkurangnya produksi ASI pada tetek tersebut serta perubahan struktural yang dapat membikin menyusui terasa sakit, alias mempersulit bayi untuk menyusu pada payudara. Namun, banyak juga wanita yang sukses menyusui tanpa hambatan.

Penting untuk Bunda ketahui bahwa, jika Bunda tetap mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati kanker tetek (seperti terapi hormon), sangat krusial untuk berkonsultasi dengan master sebelum mencoba menyusui. Sebab, beberapa obat dapat masuk ke dalam ASI dan dapat memengaruhi bayi.

Mengutip dari laman Breast Cancer Now, mengenai menyusui selama alias setelah perawatan kanker payudara, biasanya ttim perawatan dan perawat bakal memberikan saran apakah pasien tersebut dapat menyusui alias tidak. Hal ini biasanya berjuntai pada perawatan yang dijalani pasien. Jika pasien menyusui saat didiagnosis kanker payudara, tim medis biasanya bakal menyarankan pasien untuk berakhir menyusui. 

Nah, gimana dengan kondisi menyusui setelah operasi kanker payudara. Apakah tetap memungkinkan dilakukan ya, Bunda?

Mengenai kondisi tersebut, sebenarnya tergantung pada jenis operasi yang dijalani pasien yang bersangkutan. Pada beberapa kasus, menyusui tetap memungkinkan untuk tetap dilakukan.

Jika kanker tetek hanya memengaruhi satu payudara, menyusui sering kali lebih sukses dari tetek lain yang tidak terdampak. Selain itu, pasien juga tetap bisa menyusui dari tetek yang terdampak tersebut dengan support tenaga kesehatan.

Pada kondisi pasien yang menjalani kemoterapi, biasanya mereka bakal disarankan untuk tidak menyusui selama perawatan dan untuk beberapa waktu setelahnya. Hal ini dikarenakan obat kemoterapi dapat masuk ke bayi melalui ASI. Selain itu, obat-obatan juga dapat memengaruhi kualitas dan jumlah ASI yang dihasilkan.

Setelah kemoterapi nyaris berakhir, pasien dapat memerah ASI untuk sementara waktu. Namun, ASI tersebut tak dapat digunakan untuk menyusui bayi. Memerah ASI yang dilakukan tersebut hanya membantu pasien memproduksi ASI untuk menyusui bayi setelah kemoterapi selesai.

Bagi pasien yang menjalani radioterapi, mereka mungkin tetap bisa memproduksi ASI dari tetek yang dirawat. Namun, tetek yang telah menjalani radioterapi mungkin tidak memproduksi ASI seefektif tetek yang tidak dirawat di kemudian hari dan jumlahnya seringkali berkurang.

Penting diketahui juga bahwa menyusui dari tetek yang telah terpapar radioterapi juga dapat menyebabkan jangkitan (mastitis), yang susah diobati. Sementara itu, menyusui dari tetek lain yang tidak dirawat mungkin dapat dilakukan jika pasien tidak sedang menjalani perawatan obat apa pun, seperti kemoterapi, terapi hormon, alias terapi target.

Bagi pasien yang menjalani terapi target, menyusui sangatlah tidak disarankan selama perawatan alias setidaknya 7 bulan setelah dosis terakhir. Hal ini lantaran obat-obatan dari terapi sasaran dapat terserap ke bayi melalui ASI.

Dan, menyusui juga tidak disarankan selama pasien menjalani terapi hormon lantaran obat-obatan tersebut dapat masuk melalui aliran darah ke dalam ASI.

Ada baiknya, konsultasikan dengan master mengenai opsi-opsi menyusui sesuai dengan perawatan yang dijalani untuk menjaga keamanan bagi bayi dan juga Bunda. 

Tetap semangat mengASIhi ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya