Bolehkah Wanita Bepergian Jauh Sendirian? Ini Penjelasan Imam Abu Zakaria Yahya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ilustrasi berjalan jauh.

KINCAIMEDIA, JAKARTA--Sekarang ini, tak ada batas seorang wanita berjalan jarah jauh dengan siapa saja. Bahkan banyak wanita nan berjalan sendiri baik dengan tujuan wisata alias pun keperluan lainnya. Bagaimana menurut hadis?

Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarif An-Nawawi Ad-Dimsyaqi dalam bukunya "Kitab Adab Tidur, Kitab Salam dan Kitab Adab Safar" mengungkapkan beberapa sabda tentang seorang wanita berjalan sendiri.

Dari Abu Hurairah r.a, katanya: "Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah legal ialah haram bagi seseorang wanita nan beragama kepada Allah dan hari penghabisan, jika dia berjalan sejauh jarak sehari semalam, melainkan wajib disertai orang nan menjadi mahramnya." (Muttafaq 'alaih).

Kemudian dari Ibnu Abbas ra bahwasanya dia mendengar Nabi Saw bersabda: "Janganlah seseorang laki-laki itu menyendiri dengan seseorang wanita, melainkan wanita itu wajiblah disertai oleh orang nan menjadi mahramnya, juga janganlah seseorang wanita itu pergi, melainkan dia wajiblah disertai orang nan menjadi mahramnya." Ada seorang laki-laki berkata: "Sesungguhnya istri saya hendak keluar untuk beribadat haji sedang saya telah dicatat diriku untuk mengikuti peperangan ini dan ini" Beliau saw. Lalu bersabda: "Pergilah berhaji dengan istrimu." (Muttafaq 'alaih).

Dua sabda tersebut mendorong wanita berjalan dengan seseorang nan sudah mahram. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal nan melanggar agama. 

Dalam Islam ada beberapa etika nan patut dilakukan. Berikut etika berjalan dalam Islam dikutip dari laman Muhammadiyah antara lain persiapan baik bentuk dan kendarannya serta memantapkan niat. Adab berikutnya adalah melaksanakan sholat safar dua rakaat.

Kemudian berpamitan kepada family adalah etika safar berikutnya. Membaca doa, berterima kasih ketika tiba di tempat tujuan dan berdoa. Adab-adab dan tuntunan dalam berjalan itu agar perjalanannya mendaparkan ridho dari Allah SWT.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam