Cara Apa Penyebab Kegagalan Hubunganmu Quiz

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Suasana hati jelek adalah perihal biasa sehingga kita tidak berperilaku sesuai kemauan kepada orang lain. Namun, ada perbedaan besar antara kemurungan dan tanda adanya situasi rawan dalam hubungan. Sikap saling mengampuni dan elastisitas merupakan aspek krusial untuk menjalin hubungan nan sehat, tapi jika pasanganmu selalu berperilaku toxic alias membahayakan, mungkin sudah saatnya Anda memutus hubungan. Lanjutkan membaca untuk mengetahui tanda hubungan nan tidak sehat.

Perilaku mengontrol: pasanganmu tidak menghargai Anda jika dia menentukan dengan siapa Anda boleh mengobrol, aktivitas nan boleh Anda lakukan, ke mana Anda boleh pergi. Pasangan nan mencintaimu bakal mengutamakan kebahagiaanmu, bukan kepatuhanmu.

Narsisisme: jika Anda pacaran dengan orang narsistik, Anda sama sekali tidak krusial baginya karena dia hanya mementingkan diri sendiri. Sikapnya nan menganggap dirinya paling dahsyat dalam segala perihal bakal selalu menjadi prioritas dibanding kesehatan dan kebahagiaanmu sehingga Anda merasa bingung, disepelekan, disalahpahami, dan diabaikan.

Tindak kekerasan: kekerasan emosional, fisik, dan seksual menyebabkan kesepakatan langsung berakhir. Jika Anda merasa tidak aman, tinggalkan pasanganmu secepatnya. Untuk mencari bantuan, bacalah tulisan wikiHow agar Anda bisa membebaskan diri dan hubungi orang terdekat nan bisa dipercaya.

Konsumsi narkoba: orang nan mengonsumsi narkoba bisa berperilaku toxic, memicu situasi berbahaya, dan mengalami masalah kesehatan mental. Jika Anda pacaran dengan orang nan mengonsumsi narkoba, mungkin Anda bakal mengalami stres berat dan merasa tertekan. Jika Anda tahu seseorang mengalami kecanduan narkoba, bacalah tulisan wikiHow tentang langkah menolongnya. Jika Anda pacaran dengan pecandu narkoba, ambil keputusan nan tepat dan mintalah support dari orang terdekat.

Gaslighting: jika pasangan melakukan gaslighting kepadamu, dia bakal mendusta kepadamu, tidak memahami kamu, dan sengaja membikin Anda bingung tentang sesuatu nan jelas-jelas terjadi. Biasanya, perihal ini Anda alami ketika dia mengatakan bahwa Anda keliru mendengar ucapannya, apa nan Anda bicarakan tidak pernah terjadi, alias Anda sedang overacting. Pelaku gaslighting membikin korbannya merasa bersalah alias tidak terhubung dengan realitas. Orang seperti ini hanya memikirkan kekuasaan, bukan cinta dan respek.

Isolasi: dalam hubungan nan mengontrol, salah satu pihak bakal berupaya menciptakan bentrok antara pasangannya dan orang nan dicintai oleh pasangannya. Ini adalah tanda tindak kekerasan. Dalam hubungan cinta nan sehat, pasangan semestinya mau Anda merasa senang dengan mendukung hubunganmu dengan orang-orang terdekat, bukan menghalanginya.

Love bombing: wajar jika Anda merasa tersanjung andaikan pasanganmu sangat romantis dan memanjakanmu sejak kalian berkencan. Kabar buruknya, ini bisa menunjukkan bahwa dia tidak beriktikad menjalin hubungan nan tulus andaikan dia menghujani Anda dengan cinta ketika dia belum kenal kamu. Sebaliknya, dia lebih tertarik mendapatkan cintamu dan pada akhirnya mengendalikan kamu.

Kodependensi: dalam hubungan nan sehat, sepasang kekasih bakal saling mencintai dan mendukung secara seimbang. Namun, jika Anda merasa capek saat menjalin hubungan cinta, ini bisa menunjukkan bahwa Anda adalah pasangan nan kodependen. Hubungan seperti ini bisa membikin Anda merasa egois jika mau merawat diri alias berkumpul dengan teman-teman, dan hidupmu hanya terfokus kepada pasanganmu.

Masalah kemarahan: jika pasanganmu tidak bisa mengendalikan emosi saat menghadapi konflik, ini bisa sangat membahayakan hubungan kalian dan membikin Anda merasa tidak aman. Kalau Anda selalu merasa cemas dia bakal marah saat kalian berdiskusi, ini bisa menunjukkan pasanganmu toxic. Ceritakan perihal ini kepada orang terkasih alias bacalah tulisan wikiHow tentang langkah menghadapi orang toxic.

Selengkapnya
Sumber Panduan Wikihow Terlengkap
Panduan Wikihow Terlengkap