Cara Apakah Kamu Berpasangan Dengan Orang Narsistik Quiz

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Mungkin Anda pernah mendengar kata "narsistik" digunakan untuk menggambarkan seseorang nan agak arogan dan enak-enak dengan diri sendiri (contohnya, orang-orang nan sering sekali foto selfie alias berlama-lama main medsos). Namun, ini bukan arti nan betul karena label "narsistik" bertindak hanya untuk orang-orang nan terdiagnosis mengalami Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Apa makna NPD?

NPD adalah gangguan kepribadian nan diakui secara resmi dalam kitab pedoman medis Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) nan diterbitkan oleh Asosiasi Psikiatris Amerika Serikat. Menurut psikiater profesional, ada 9 kriteria utama untuk melakukan pemeriksaan NPD, dan kudu terpenuhi minimal 5 kriteria untuk menyimpulkan bahwa seseorang mengalami NPD.

  • Mereka mementingkan diri sendiri secara berlebihan.
  • Mereka selalu terperangkap dalam khayalan tentang kekuasaan nan tidak terbatas, penampilan nan menawan, kesuksesan, alias hubungan cinta nan sempurna.
  • Mereka menganggap dirinya unik dan istimewa. Hanya orang-orang nan mengakui "keunikan" dan "keistimewaan" jenis mereka nan layak diperhatikan.
  • Mereka memerlukan banyak pujian dan kekaguman dari orang lain.
  • Mereka merasa layak mendapat perlakuan spesial dari orang lain.
  • Mereka memanfaatkan dan memanipulasi orang lain untuk kepentingan diri sendiri tanpa merasa bersalah.
  • Mereka tidak punya empati dan tidak bisa bersimpati kepada orang lain.
  • Mereka sering merasa iri kepada orang lain alias mencurigai orang lain merasa iri kepada mereka.
  • Mereka membawa diri sebagai sosok nan arogan alias angkuh.

Fakta Penting tentang NPD

  • Hanya psikiater ahli nan bisa memberikan pemeriksaan resmi bahwa seseorang mengalami NPD. Penyakit mental (misalnya, gangguan kepribadian) sangat banyak jenisnya dan sering tumpang tindih dengan pemeriksaan nan lain. Jadi, sebaiknya jangan memberikan label "resmi" kepada orang lain.
  • Orang narsistik belum tentu pelaku kekerasan. Meskipun pengidap NPD bisa melakukan kekerasan bentuk dan emosional, perilaku ini muncul bukan lantaran penyakit mental nan mereka alami. Kekerasan ini dipicu oleh kelekatan serta kemauan berkuasa dan mengontrol orang lain, alih-alih lantaran pemeriksaan tertentu.
  • NPD bisa diatasi dengan terapi jangka panjang, misalnya dengan konseling dan pengobatan. Seiring waktu, pengidap NPD bisa belajar mengenal diri sendiri dengan perspektif nan positif dan menjalin hubungan nan sehat dengan orang-orang nan mereka temui sehari-hari.
  • Mungkin saja, pengidap NPD tidak tahu bahwa dia mengalami NPD dan tidak mau menghadiri konseling karena mereka merasa baik-baik saja. Jika ini nan terjadi, Anda bisa terus mencari tahu langkah menghadapi orang narsistik dan menetapkan batas agar Anda tetap aman.
Selengkapnya
Sumber Panduan Wikihow Terlengkap
Panduan Wikihow Terlengkap