Cara Apakah Kamu Pribadi Narsistik Atau Empath Quiz

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Narsisisme dan empati adalah aspek psikis nan berada dalam spektrum. Oleh karena itu, seseorang bisa mempunyai narsisisme nan tinggi tanpa mengalami Gangguan Kepribadian Narsistik (Narcissistic Personality Disorder alias NPD). Di sisi lain, "empath" adalah istilah nan tetap banyak diperdebatkan. Meskipun ini bukan kondisi nan bisa didiagnosis dalam DSM-5, beberapa riset menunjukkan adanya orang-orang dengan tingkat empati nan luar biasa alias biasa disebut "empath".

Perangai kaum empath:

Mampu merasakan emosi orang lain: kaum empath bisa merasakan empati pada level nan ekstrem. Entah Anda menyampaikan berita baik alias buruk, empath bakal merasakan apa nan Anda rasakan. Oleh karena itu, mereka bisa merasa capek dan lebih mudah murung.

Intuitif secara emosional: kaum empath bisa membaca perilaku dan ucapan kawan bicara, dan menentukan apa nan temannya rasakan pada momen tertentu. Meskipun Anda berupaya menyembunyikan perasaanmu, empath bisa mengetahuinya.

Mudah merasa kewalahan: kaum empath mudah mengalami stres karena mereka sangat rentan terhadap perubahan emosi nan mendadak. Saat menjalani keseharian, banyak orang tidak menyerap emosi negatif orang-orang di sekitarnya seperti nan terjadi pada kaum empath.

Terkadang mereka kesulitan menerapkan batasan: kaum empath condong mengutamakan kepentingan orang lain karena mereka merasa terhubung dengan emosi orang lain. Ini bisa membikin mereka merasa lelah, tertekan, dan sibuk.

Sangat sensitif: kaum empath mudah tersinggung karena mereka merasakan emosi nan menumpuk. Oleh lantaran intuisi nan mereka miliki, mereka bisa menangkap pikiran dan emosi orang lain, apalagi sampai hal-hal nan sepele.

Perangai narsistik:

Merasa dirinya krusial secara berlebihan: kaum narsistik meyakini bahwa mereka spesial dan luar biasa. Mereka tidak pernah alias jarang mempertanyakan kepercayaan ini. Jadi, mereka menjalani keseharian dengan angan orang lain memandang dan mengomentari "keistimewaan" mereka.

Merasa berkuasa atas sesuatu: orang narsistik mengharapkan toleransi, rekognisi, dan kebaikan hati nan sangat besar dari orang lain. Mereka menganggap peraturan tidak bertindak untuk mereka.

Kurang bisa berempati: orang narsistik kesulitan memahami emosi, keinginan, dan emosi orang lain. Oleh karena itu, mereka nyaris tidak pernah mempertimbangkan kebahagiaan dan kesejahteraan orang lain saat mau melakukan sesuatu.

Membutuhkan pengakuan orang lain: orang narsistik selalu mau dipuji dan dihargai. Oleh karena itu, mereka mencari orang-orang nan mau memberikan perihal tersebut, sekalipun mereka nyaris tidak pernah membalasnya.

Jarang sekali merasa bersalah alias malu: orang narsistik kesulitan berempati, jadi mereka tidak peduli bakal kebahagiaan orang lain. Oleh karena itu, mereka suka berbohong, berselingkuh, dan memanipulasi orang lain tanpa merasa bersalah.

Sangat tertarik dengan aktivitas dan orang-orang kelas atas: orang narsistik meyakini bahwa mereka lebih baik dari orang lain. Jadi, mereka mau perihal ini tercermin melalui status dan relasinya dengan orang lain. Oleh karena itu, mereka berupaya mencari kekuasaan, kekayaan, dan hubungan dengan para petinggi.

Dark empathy: Sekali lagi, istilah ini tidak ada dalam DSM-5. Istilah ini merujuk kepada orang-orang dengan empati kognitif nan tinggi dan empati emosional nan rendah. Meskipun mereka memahami emosi dan pengalaman orang lain, mereka enggan membantu dan memberikan dukungan.

Selengkapnya
Sumber Panduan Wikihow Terlengkap
Panduan Wikihow Terlengkap