AI generatif telah mentransformasi langkah pembuat mengekspresikan diri – dari memvisualisasikan buahpikiran hingga bereksperimen dengan beragam perangkat pembantu proses kreatif. Akan tetapi, penonton menginginkan transparansi lebih besar tentang apakah konten nan mereka lihat adalah hasil modifikasi alias dibuat secara sintetis.



Karena itulah hari ini, kami memperkenalkan sebuah perangkat baru di Creator Studio nan mengharuskan pembuat menunjukkan kepada penonton saat membikin konten realistis – yaitu, konten nan rentan disalahpahami penonton sebagai orang, tempat, adegan, alias peristiwa nyata – dengan menggunakan media hasil modifikasi alias sintetis, termasuk AI generatif. Kami tidak mewajibkan pembuat menyertakan keterangan ini untuk konten nan jelas tidak realistis, berupa animasi, menampilkan pengaruh spesial, alias menggunakan AI generatif sebagai pembantu dalam proses produksinya.



Langkah ini merupakan kelanjutan dari pendekatan kami dalam menginovasikan AI secara bertanggung jawab, sebagaimana diumumkan pada bulan November lalu. Kami mengupayakannya antara lain dengan mewajibkan penambahan keterangan dan label, memperbarui proses permintaan privasi, dan memastikan semua produk dan fitur AI kami tersedia secara bertanggung jawab.






Label baru ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi bagi penonton dan membangun kepercayaan antara pembuat dan audiens mereka. Beberapa contoh konten nan kudu disertai keterangan ini termasuk:

  • Konten dengan komponen buatan nan menyerupai seorang perseorangan nan dikenal di bumi nyata: Secara digital memodifikasi konten untuk mengganti wajah seseorang dengan wajah orang lain, alias secara sintetis meniru bunyi seseorang untuk menarasikan sebuah video.

  • Konten nan berisi modifikasi atas rekaman video peristiwa alias tempat nyata: Misalnya, membuatnya tampak seolah gedung sungguhan terbakar alias memodifikasi lingkungan perkotaan nyata agar terlihat berbeda daripada sebenarnya.

  • Konten dengan penggambaran kejadian nan tidak nyata, tetapi realistis: Menunjukkan gambaran realistis dari peristiwa besar nan fiktif, misalnya tornado nan bergerak menuju wilayah permukiman sungguhan.



Tentu saja, kami mengerti bahwa pembuat menggunakan AI generatif dalam beragam langkah di sepanjang proses imajinatif mereka. Kami tidak mengharuskan pembuat menyertakan label ini jika AI generatif sekadar digunakan untuk membantu produktivitas, misalnya membikin naskah, mencari buahpikiran konten, alias membikin teks (caption) otomatis. Kami juga tidak bakal mewajibkan pembuat menyertakan label saat media sintetis di konten mereka terlihat jelas tidak realistis dan/atau perubahannya tidak memberikan akibat nan signifikan. Sebagai contoh:


  • Konten nan jelas tidak realistis, seperti animasi alias orang naik unicorn di bumi fantasi

  • Filter penyesuaian warna alias pencahayaan

  • Efek spesial seperti pemburaman latar belakang alias pengaruh vintage

  • Filter kecantikan alias peningkatan visual lain



Anda dapat menemukan lebih banyak contoh di Pusat Bantuan kami. Untuk sebagian besar video, label ini bakal muncul di bagian deskripsi. Namun, untuk video dengan topik nan lebih sensitif – seperti kesehatan, berita, pemilu, alias finansial – kami juga bakal menampilkan label nan lebih mudah dilihat pada video itu sendiri.


Contoh label pada pemutar video:



Contoh label di dalam deskripsi:




Anda bakal mulai memandang label ini di semua bagian dan format YouTube dalam beberapa minggu ke depan, diawali dengan aplikasi YouTube di ponsel, serta tidak lama lagi di desktop dan TV. Kami mau memberi organisasi YouTube waktu untuk menyesuaikan diri dengan proses dan fitur baru ini, tetapi nantinya kami juga berencana memberlakukan tindakan korektif kepada pembuat nan secara berulang tidak menyertakan info ini. Dalam beberapa kasus, YouTube dapat menambahkan label meskipun pembuat tidak menyertakannya, terutama untuk konten hasil modifikasi alias sintetis nan berpotensi membingungkan alias menyesatkan orang.



Yang juga penting, kami terus bekerja-sama dengan beragam pihak di industri untuk membantu meningkatkan transparansi seputar konten digital, termasuk melalui upaya kami selaku steering member di dalam Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA).



Sementara itu, seperti nan telah diumumkan sebelumnya, kami terus mengupayakan pembaruan proses privasi untuk meminta penghapusan konten buatan AI, hasil modifikasi, alias metode sintetis lain nan menyimulasikan seorang perseorangan nyata nan dapat dikenali, termasuk wajah alias suaranya. Kami bakal segera membagikan info lebih lanjut tentang gimana kami bakal memperkenalkan proses ini secara global.



Kreator adalah bagian vital dari YouTube dan bakal terus memainkan peran nan sangat krusial dalam membantu audiens memahami, menerima, dan beradaptasi dengan bumi AI generatif. Proses ini tetap bakal terus berkembang, dan kami di YouTube bakal terus belajar untuk memperbaiki diri. Semoga transparansi nan lebih besar ini dapat membantu kita semua lebih mengapresiasi beragam faedah AI untuk mendukung produktivitas manusia.  


http://1.bp.blogspot.com/-mX0dxJxp8dg/Vo8MSdxypWI/AAAAAAAARsI/EjaFhvgAEgc/s1600/Beutler_Google_Giftwrap_-v2TW.png -->