Cara Membayar Fidyah Puasa Ibu Hamil

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Kincaimedia– Apakah fidyah puasa hanya tertentu pada orang nan hamil? Dan berapa nan kudu dibayarkan? Bagaimana langkah bayar fidyah puasa ibu hamil? Jika ditelisik lebih jauh, dalam bahasa Arab kata “fidyah” adalah corak masdar dari kata dasar “fadaa”, yang artinya “mengganti” alias “menebus”. 

Berbeda secara terminologi (istilah) fidyah adalah sejumlah kekayaan barang dalam kadar tertentu nan wajib diberikan kepada fakir miskin sebagai tukar suatu ibadah nan telah ditinggalkan.

Misalnya, fidyah nan diberikan akibat ditinggalkannya puasa Ramadhan oleh orang lanjut usia nan tidak bisa melaksanakannya, sakit menahun (kronis) nan tidak dapat diperkirakan kapan sembuhnya alias oleh family orang nan belum sempat meng-qadha’ alias mengganti puasa nan ditinggalkannya (menurut sebagian ulama). Dengan memberikan fidyah tersebut, maka gugurlah suatu tanggungjawab nan telah ditinggalkannya.

Itu sebabnya, bagi wanita nan tidak berpuasa lantaran mengandung alias menyusui, maka dia diperkenankan untuk tidak berpuasa. Jika dia tidak berpuasa lantaran cemas terhadap dirinya sendiri alias pada diri dan bayinya, maka dia hanya wajib mengganti puasanya setelah bulan Ramadhan dan tidak ada tanggungjawab bayar fidyah. 

Jika dia tidak berpuasa lantaran cemas terhadap anak alias bayinya saja, maka dia wajib mengqadha’ dan bayar fidyah sekaligus.

Di dalam kitab Fath al-Mujib al-Qarib;

وَمَا أَنَّ القُدْرَةَ عَلَى الصَّوْمِ شَرْطَ لِوُجُوبِهِ فَالعَجُوزُ (وَالشَّيْحُ) والمَرِيضُ الَّذِي لَا يُرْجى بُرْؤُهُ (إِنْ عَجز) كُلُّ مِنْهُمْ عَنْهُ (يُفْطِرُ وَيُطْعِمُ عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدًّا ) (وَالْحَامِلُ وَالْمُرْضِعُ إِنْ خَافَتا) ضَرْرًا (عَلَى أَنْفُسِهِمَا أَفْطَرَنَا وَ وَجَبَ عَلَيْهِمَا الْقَضاءُ) بِلَا فِدْيَةٍ (وَإِنْ خَافَنَا) ضَرَرًا (عَلَى أَوْلَادِهِمَا) فَقَط دُوْنَ أَنْفُسِهِمَا (أَفْطَرتا وَ) وَجَبَ (عَلَيْهِمَا الْقَضاءُ) بلا فدية (وان خافتا) ضررا (على اولادهما) فقد دون انفسهما (افطرتا و) وجب (عليهما القضاء وَالْكَفَّارَةُ) وَهِيَ أَنْ يُخْرَجَ (عَنْ كُلِّ يَوْمٍ مُدَّ). فتح المُجيْبِ القَرِيبِ لِلشَّيْخِ عَفِيفَ الدين مهاجر سيتو بندو ص ٦١

Artinya: “Karena bisa menjadi syarat wajib menjalankan puasa, maka orang tua renta dan orang sakit nan tidak diketahui sembuhnya boleh tidak berpuasa andaikan tidak bisa berpuasa. Namun, mereka diwajibkan bayar alias menebus satu mud perharinya. (0,6 Kg alias ¾ liter beras untuk satu hari puasa). 

Ibu mengandung dan menyusui boleh tidak puasa dan tidak wajib bayar kafarat andaikan mereka takut bakal terjadi apa-apa pada dirinya. Apabila mereka mengkhawatirkan anak nan dikandung alias nan disusui, maka mereka wajib mengqadha’ puasa dan wajib bayar kafarat satu mud untuk satu hari nan ditinggalkan. 

Demikian penjelasan mengenai gimana norma fidyah puasa ibu hamil? Wallahu a’lam bisshawaab. [Baca juga: Bolehkah Zakat fitrah Sekeluarga Diberikan Kepada Satu Orang?]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah