Cara Membersihkan Cobek Batu Yang Mulai Menyimpan Bau Bawang Dan Cabai Tanpa Memakai Sabun Berlebihan

Jul 06, 2026 12:00 PM - 14 jam yang lalu 545
Cara membersihkan ulekan batu yang mulai menyimpan aroma bawang dan cabe tanpa memakai sabun berlebihan

cara membersihkan ulekan batu | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Kalau Anda sering bikin sambal, pasti pernah ngalamin ulekan yang mulai berbau langu alias bacin meski udah dicuci berkali-kali. Bau ini biasanya nempel dari sisa bawang dan cabe yang meresap ke celah batu, dan makin lama makin susah lenyap jika langkah bersihinnya salah. Banyak yang refleks nyuci ulekan pakai sabun cuci piring biar sigap bersih, padahal itu justru bikin masalah baru.

Batu ulekan punya permukaan berpori, jadi sabun yang dipakai berlebihan bisa ikut terserap masuk ke dalam. Efeknya baru kerasa pas Anda ulek sambal berikutnya, rasanya jadi agak asing lantaran tercampur sisa sabun. Nah, di sini kita telaah dua langkah membersihkan ulekan pakai bahan dapur biasa, tanpa sabun, yang bisa Anda coba langsung di rumah.

Hack 1: Bersihin Cobek Pakai Beras Mentah

Cara ini udah dipakai turun-temurun dan cukup efektif buat ngangkat aroma minyak cabai. Beras mentah punya tekstur kasar yang bisa mengikis sisa minyak yang nempel, sementara patinya ikut menyerap aroma bawang yang terjebak di pori batu. Cara ini juga kondusif dipakai rutin lantaran nggak meninggalkan residu kimia apa pun di cobek.

Bahan:
- 2 sendok makan beras putih mentah

Langkah:
1. Taburkan beras mentah ke atas ulekan dalam kondisi kering.
2. Ulek beras pakai anak ulekan sampai butirannya hancur dan warnanya berubah kelabu alias agak kekuningan.
3. Buang sisa beras yang sudah hancur, lampau bilas ulekan pakai air hangat.

Hack 2: Detoks Cobek Pakai Garam Kasar dan Air Panas

Selain beras, garam kasar juga bisa jadi jagoan buat bersihin ulekan yang baunya udah cukup membandel. Garam berfaedah seperti sikat alami yang mengangkat kotoran di permukaan batu, sedangkan air panas membantu membuka pori-pori batu agar minyak yang terjebak di dalam ikut keluar. Kombinasi ini cocok dipakai buat ulekan yang jarang dibersihkan total.

Bahan:
- 1 sendok makan garam krosok alias garam kasar
- Air mendidih secukupnya

Langkah:
1. Taburkan garam kasar ke permukaan cobek, lampau gesek memutar pakai anak ulekan selama kurang lebih 2 menit.
2. Siram ulekan dengan air mendidih secara perlahan di atas wastafel.
3. Biarkan air mengalir sampai sisa kotoran ikut terbawa keluar dari pori batu.

3 Pelarut Alami untuk Bau Cobek

Bahan Alami Cara Kerja / Mekanisme Paling Cocok Untuk
Beras Putih Mentah Butiran keras beras mengikis sisa minyak cabai, sementara patinya menyerap molekul aroma bawang. Bau terasi antik dan minyak cabe yang lengket.
Ampas Kelapa Parut Minyak kelapa alami mengikat sisa capsaicin (zat pedas) yang menempel kuat di pori-pori batu. Cobek lama yang aromanya sudah "bercampur aduk".
Baking Soda Paste Menetralkan tingkat keasaman (pH) dari kuman pembusuk sisa makanan di sela batu. Bau asam/bacin akibat sisa ulekan yang berjamur.

Jangan Lupa Cara Mengeringkannya

Proses bersihin ulekan sebenarnya belum selesai jika langkah nyimpennya tetap salah. Cobek yang disimpan dalam keadaan basah, apalagi di tempat tertutup, mudah banget ditumbuhi jamur hitam. Setelah dibilas, lap dulu sampai kering, terus taruh ulekan dalam posisi berdiri alias miring di tempat yang punya sirkulasi udara, biar betul-betul kering sebelum disimpan alias ditumpuk.

Cara Bedain Cobek Batu Asli dan Cobek Semen

Trik beras ini juga bisa jadi langkah sederhana buat ngecek jenis ulekan yang Anda punya. Kalau cobeknya dari semen, permukaannya bakal ikut terkikis saat digosok beras dan meninggalkan butiran semen yang nggak baik jika sampai termakan. Sementara ulekan batu original hanya bakal bikin warna beras berubah jadi kelabu, tanda debu batu alami alias minyak yang terangkat, dan ini aman.

FAQ

1. Berapa lama sekali sebaiknya ulekan dibersihkan total dengan langkah ini?

Tergantung seberapa sering dipakai, tapi jika ulekan dipakai nyaris tiap hari, deep cleaning seminggu sekali sudah cukup untuk mencegah aroma menumpuk.

2. Apakah ulekan batu boleh kena sinar mentari langsung saat dijemur?

Boleh sesekali untuk membantu proses pengeringan, tapi tidak perlu dijemur terlalu lama lantaran panas berlebih bisa membikin permukaan batu jadi mudah retak.

3. Kenapa ulekan baru biasanya berbau tanah alias apek?

Itu wajar lantaran ulekan baru tetap menyimpan debu dan sisa proses pembuatan dari batu alam, biasanya lenyap sendiri setelah beberapa kali pemakaian dan pembersihan.

4. Apakah ulekan kayu punya langkah perawatan yang sama dengan ulekan batu?

Beda, ulekan kayu lebih rentan menyerap air sehingga butuh pengeringan yang lebih sigap dan sebaiknya sesekali dioles minyak unik agar tidak mudah retak.

5. Apa tanda ulekan batu sudah waktunya diganti?

Kalau permukaan ulekan sudah terlalu lembut sehingga ramuan susah terulek sempurna, alias muncul retakan dalam yang bikin kotoran susah dibersihkan, itu tandanya sudah waktunya tukar ulekan baru.

(brl/tin)

Selengkapnya