
cara membersihkan sisik ikan | foto ilustrasi: Gemini AI
Membersihkan sisik ikan terdengar sepele, tapi siapa yang belum pernah frustrasi memandang sisik nyiprat ke mana-mana, menempel di tangan, wastafel, apalagi tembok dapur? Padahal jika tekniknya benar, proses ini jauh lebih bersih, cepat, dan tidak bikin dapur seperti lenyap perang.
Selain soal kebersihan dapur, membersihkan ikan dengan langkah yang tepat juga berpengaruh langsung pada kualitas masakan. Sisik yang tertinggal mengganggu tekstur saat dimakan, sementara teknik yang terlalu kasar bisa merusak kulit ikan dan menurunkan kualitas dagingnya. Berikut langkah-langkah yang betul dari awal sampai selesai.
Langkah 1: Siapkan Alat yang Tepat Sebelum Mulai

Cara membersihkan sisik ikan
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Banyak yang langsung mengambil pisau begitu ikan sudah di tangan, padahal persiapan perangkat yang tepat menentukan seberapa bersih dan rapi hasilnya.
1. Gunakan pisau unik pengikis sisik jika tersedia. Kalau tidak punya, punggung pisau dapur biasa sudah cukup. Hindari menggunakan sisi tajam lantaran bisa merusak kulit ikan.
2. Letakkan ikan di atas talenan yang tidak licin agar posisinya stabil saat dikikis.
3. Gunakan sarung tangan tipis jika ikan yang dibersihkan punya sirip tajam seperti ikan kakap alias gurame.
4. Siapkan wadah besar alias kantong plastik di bawah alias di samping talenan untuk menampung sisik yang terlepas agar tidak menyebar ke seluruh permukaan dapur.
Langkah 2: Basahi Ikan Sebelum Mengikis
Ini langkah yang paling sering dilewati, padahal dampaknya cukup besar terhadap seberapa banyak sisik yang beterbangan.
1. Bilas ikan di bawah air mengalir sebelum mulai mengikis. Air membantu sisik sedikit melembut dan menempel lebih lenggang sehingga lebih mudah terlepas saat dikikis.
2. Untuk ikan bersisik besar seperti nila alias ikan mas, coba bersihkan di dalam baskom berisi air. Sisik yang terlepas bakal langsung jatuh ke dalam air dan tidak menyebar ke mana-mana.
3. Posisikan ikan sedikit miring di dalam baskom agar semua bagian tubuhnya mudah dijangkau.
Jangan membersihkan ikan dalam kondisi kering lantaran sisiknya justru lebih mudah terbang dan menempel di permukaan sekitar.
Langkah 3: Kikis dari Arah Ekor ke Kepala
Arah pengikisan bukan soal kebiasaan, tapi soal anatomi. Sisik ikan tumbuh mengarah ke belakang, jadi mengikis dari ekor ke kepala artinya bergerak melawan arah tumbuhnya sisik, yang membikin sisik jauh lebih mudah terlepas.
1. Pegang bagian ekor ikan dengan kuat agar tidak tergelincir.
2. Kikis dengan aktivitas pendek dan tegas dari arah ekor menuju kepala. Gunakan tekanan yang cukup tapi tidak berlebihan agar kulit ikan tidak robek.
3. Perhatikan area dekat sirip dan bagian perut lantaran sisik di area ini sering terlewat. Pastikan semua bagian sudah bersih sebelum lanjut ke langkah berikutnya.
Langkah 4: Bersihkan Bagian Perut dan Insang
Setelah sisik selesai, lanjutkan ke bagian dalam ikan yang sama pentingnya untuk kebersihan dan kualitas rasa masakan.
1. Belah bagian perut menggunakan pisau tajam dengan potongan memanjang yang hati-hati agar tidak melukai daging.
2. Keluarkan seluruh isi perut ikan, buang semuanya.
3. Potong dan buang insang menggunakan gunting dapur alias pisau kecil. Insang yang dibiarkan adalah penyebab utama aroma amis yang kuat pada masakan ikan.
4. Bilas bagian dalam perut di bawah air mengalir hingga tidak ada sisa darah alias kotoran yang tertinggal.
Langkah 5: Bilas Akhir dan Simpan dengan Benar
Langkah ini sering dianggap formalitas, padahal pembilasan akhir yang teliti bisa membedakan ikan yang betul-betul bersih dengan yang tetap menyisakan sisik halus.
1. Bilas seluruh permukaan ikan di bawah air mengalir, raba perlahan untuk memastikan tidak ada sisik yang tetap menempel di kulit alias di sekitar sirip.
2. Jika ikan tidak langsung dimasak, simpan dalam wadah tertutup rapat di lemari pendingin.
3. Hindari menyimpan terlalu lama. Ikan yang sudah dibersihkan idealnya dimasak dalam waktu satu hingga dua hari untuk menjaga kesegarannya.
FAQ Membersihkan Sisik Ikan
FAQ 1: Apakah ikan yang dibeli sudah dibersihkan di pasar tetap perlu dibilas ulang di rumah?
Sebaiknya tetap dibilas ulang meski ikan sudah dibersihkan di pasar. Proses pembersihan di pasar tidak selalu tuntas, tetap sering ada sisa sisik halus, kotoran, alias darah yang tertinggal. Selain itu, ikan yang sudah melewati proses penanganan di pasar dan perjalanan pulang ke rumah perlu dibilas kembali untuk memastikan kebersihannya sebelum diolah.
FAQ 2: Apakah ada langkah membersihkan sisik ikan tanpa pisau sama sekali?
Ada. Sendok makan biasa bisa digunakan sebagai pengganti pisau untuk mengikis sisik, dan langkah kerjanya cukup efektif untuk ikan bersisik sedang. Selain itu, perangkat pengikis sisik unik yang berbentuk seperti sisir dengan gigi-gigi pendek juga tersedia di pasaran dengan nilai terjangkau dan lebih kondusif digunakan lantaran tidak ada sisi tajam yang berisiko melukai tangan.
FAQ 3: Mengapa ikan terasa lebih amis setelah disimpan meski sudah dibersihkan?
Bau amis yang muncul setelah penyimpanan biasanya disebabkan oleh dua hal. Pertama, pembilasan yang kurang tuntas sehingga tetap ada sisa darah alias cairan dari isi perut yang tertinggal dan mulai teroksidasi. Kedua, penyimpanan yang kurang tepat, misalnya tidak ditutup rapat sehingga ikan terpapar udara di dalam kulkas. Untuk meminimalkan aroma amis, bisa ditambahkan perasan jeruk nipis alias lemon ke permukaan ikan sebelum disimpan.
FAQ 4: Apakah ikan yang dibekukan sebelum dibersihkan lebih mudah dikupas sisiknya?
Justru sebaliknya. Ikan yang tetap sedikit kaku alias dingin memang lebih mudah dipegang lantaran tidak licin, tapi sisiknya justru lebih susah dilepas lantaran menempel lebih kuat saat dalam kondisi dingin. Ikan yang sudah mencapai suhu ruangan alias setidaknya sudah dicairkan sepenuhnya bakal jauh lebih mudah dibersihkan sisiknya lantaran daging dan kulitnya sudah lebih lentur.
FAQ 5: Apakah kulit ikan perlu dikupas sebelum dimasak untuk jenis masakan tertentu?
Tergantung jenis masakannya. Untuk masakan berkuah seperti sup alias pindang, kulit ikan sebaiknya dibiarkan lantaran membantu daging tetap utuh dan tidak hancur. Untuk masakan yang digoreng, kulit justru menjadi bagian yang paling renyah dan lezat sehingga sayang jika dikupas. Pengupasan kulit biasanya hanya dilakukan untuk masakan tertentu seperti ikan asap alias hidangan yang memerlukan fillet bersih tanpa kulit sama sekali.
(brl/tin)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·