Cara Membuat Dan Menentukan Content Pillar Untuk Seo

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Content pillar alias pilar konten merupakan salah satu strategi konten marketing yang banyak digunakan untuk meningkatkan trafik dan jumlah visitor suatu website. Oleh lantaran itu, banyak pemasar konten nan menggunakan strategi konten ini dalam pemasaran bisnisnya. 

Pilar konten sendiri merupakan eksplorasi topik alias suatu tema secara otoritatif dan komprehensif sehingga pembaca dapat menemukan semua nan dibutuhkannya dalam satu website saja. Lalu, gimana langkah membangun pilar konten nan jitu?

Cara Membuat High Performing Content Pillar

Dalam membikin pilar konten beperforma tinggi, ada sederet langkah nan perlu dilakukan. Adapun berikut adalah poin-poinnya:

1. Kenali Target Audiens

Hal pertama nan kudu dilakukan sebelum membikin pilar konten ialah mengenali sasaran audiens nan bakal dituju. Anda kudu memahami siapa sasaran nan dituju serta apa konten seperti apa nan dibutuhkan dan banyak dicari oleh mereka. 

Perlu diketahui bahwa sebuah laman pilar biasanya bakal mempunyai performa tinggi ketika bisa menyajikan topik nan menarik, relevan, serta krusial bagi sasaran audiens. Biasanya, konten tersebut mempunyai volume pencarian nan besar dan berpotensi meningkatkan trafik website.

2. Identifikasi Topik Pilar Konten

Langkah berikutnya dalam membikin content pillar adalah mengidentifikasi topik nan relevan untuk sasaran audiens. Misalnya, Anda bekerja sebagai ahli firma norma mengenai kasus kebangkrutan suatu perusahaan. Anda bisa mulai dengan membikin konten dari pertanyaan dan kekhawatiran nan sering dialami oleh klien.

Untuk menemukan topik nan relevan, Anda bisa mengandalkan topic research tool. Misalnya, dalam contoh sebelumnya Anda bisa memasukkan kata kunci “kebangkrutan” pada topic research tool. Selanjutnya, Anda bakal disuguhkan banyak subtopik dan tema nan berangkaian dengan kata kunci tersebut.

Anda bisa menyaring rekomendasi subtopik nan tampil berasas volume, efisiensi topik, serta tingkat kesulitan dari keyword tersebut. Pilihlah topik nan paling berpotensi memberikan trafik dan terlihat cocok untuk website Anda. Selain itu, pastikan topik tersebut relevan dengan audiens dan produk nan ditawarkan.

3. Buat Daftar Topik untuk Halaman Kluster

Setelah sukses menemukan topik nan cocok untuk pilar konten, tugas berikutnya ialah membikin daftar topik untuk laman kluster. Topik ini bakal menjadi pelengkap alias bagian pembahasan dari topik pilar nan sudah dipilih.

Misalnya, dari contoh nan tadi tentang kebangkrutan, maka Anda bisa membikin pilar konten dari beberapa pertanyaan seperti:

– Bagaimana jika seseorang mengusulkan pailit?

– Bagaimana proses kebangkrutan di AS?

– Apa untung dari menyatakan pailit?

– Aset apa nan bisa diselamatkan ketika mengalami kebangkrutan?

– Hutang apa saja nan kudu dilunasi ketika mengalami kebangkrutan?

Beberapa pertanyaan di atas dapat membantu Anda menemukan subtopik nan cocok dengan topik pilar konten nan sudah dipilih. 

4. Data Seluruh Konten nan Ada di Website

Setelah membikin daftar konten untuk laman kluster, selanjutnya info seluruh konten nan terdapat pada website Anda. Hal ini dapat membantu menemukan laman nan perlu dioptimalkan alias memerlukan strategi content pillar.

Hal ini juga dapat membantu mencegah adanya plagiatisme dalam proses pembuatan konten. Namun, jika Anda belum mempunyai konten apapun, Anda bisa mulai dengan membikin laman pilar sebelum membikin laman kluster untuk tulisan pendukung. 

5. Riset Kompetitor

Ketika membikin sebuah pilar konten, kemungkinan bakal ada pesaing nan membahas topik nan sama. Dalam perihal ini, Anda perlu menganalisis konten pesaing untuk mengetahui peluang, kesenjangan, serta kelebihan dari pilar konten nan Anda bangun.

Salah satu langkah agar bisa unggul dalam persaingan ialah menemukan area nan memungkinkan Anda untuk meningkatkan konten. Gaps nan tipis dapat membikin Anda lebih unggul ketika membikin konten nan bernilai. Dalam menganalisis riset kompetitor, Anda bisa mengikuti langkah berikut:

– Analisis setiap komponen strategi pada konten utama kompetitor;

– Dukung buahpikiran dan tetapkan tolak ukur dari strategi pemasaran konten;

– Catat setiap penemuan saat riset pesaing sebagai wawasan untuk membikin strategi berikutnya.

6. Bangun Content Pillar

Dalam membikin sebuah pilar konten, Anda bisa mulai dengan mencari kata kunci nan sukses menjadi ranking satu di mesin pencari. Dalam perihal ini Anda bisa memulai dari mengumpulkan pertanyaan apa saja nan mungkin dapat dijawab oleh pilar konten Anda. 

Untuk menemukan pertanyaan tersebut, Anda bisa menganalisis pertanyaan nan muncul opsi “People also ask”. Selanjutnya, langkah struktur dan format pada laman tersebut komplit dengan headings dan subheadings-nya, serta pertanyaan-pertanyaan nan bakal dibahas pada konten tersebut.

Selain memperhatikan opsi tersebut, Anda juga dapat memanfaatkan opsi “Things to know” alias “Related search” pada mesin pencari.

7. Sisipkan Internal Link

Setelah Anda sukses membangun pilar konten dan kluster, langkah berikutnya ialah menghubungkan setiap konten kluster pada laman pilar konten. Tujuannya ialah untuk membentuk navigasi konten nan lebih ramah pembaca dan bisa menjawab kebutuhan audiens secara komprehensif.

Dalam membangun link nan efektif, Anda bisa memperhatikan 7 Strategi SEO Link Building (Prediksi) Efektif Di 2024

8. Promosikan Pilar Konten

Perlu diketahui bahwa sebagus apapun konten nan Anda buat, tidak bakal bisa menjangkau audiens dengan mudah jika tidak dipromosikan. Ada beberapa media nan bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan content pillar, di antaranya:

– Media Sosial

Pilar konten dan kluster memberikan untung besar dalam mengisi almanak konten bagi media social marketer. Pilar berangkaian erat dengan konten nan bisa dipecah dan digunakan kembali untuk audiens di media sosial. 

Dalam perihal ini, Anda bisa bereksperimen menyajikan konten tersebut dalam beragam salinan grafik. Jangan lupa menyematkan rayuan untuk membagikan konten tersebut pada audiens. Anda juga bisa mengandalkan promosi berbayar di media sosial. Selain itu, Anda juga bisa melihat 7 Jenis dan Jumlah Ideal Content Pillar Semua Social Media.

Email

Menurut sebuah penelitian, 87% B2B dan 76% B2C marketer memanfaatkan email untuk melakukan pemasaran organik. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu langkah nan terkenal untuk mempromosikan konten pada audiens. 

Anda bisa menyoroti beberapa topik kluster serta membikin beberapa newsletter email untuk menggaet audiens agar berjamu ke situs web. Hal ini berpotensi menghasilkan leads secara langsung dan meningkatkan trafik situs web.

– Influencer

Saat ini, influencer memiliki peran nan sangat krusial untuk mempengaruhi respons audiens terhadap suatu konten. Anda bisa memanfaatkan backlink gap tool untuk mengidentifikasi kesempatan penautan berasas pesaing dan mengembangkan strategi promosi konten. 

Usahakan untuk tidak menampilkan pilar konten Anda dalam corak sebuah paket secara langsung. Identifikasi halaman, topik kluster, visual, dan komponen lainnya nan dapat menarik minat leads backlink

Demikian beberapa tips nan bisa dilakukan dalam membangun content pillar pada situs web. Agar performa pilar konten lebih kuat, Anda bisa mengandalkan layanan SEO dari Dreambox. Hubungi kontak nan tersedia untuk mendapatkan info lebih lanjut!

Selengkapnya
Sumber Dreambox
Dreambox