Cara Meminta Izin Tidak Masuk Kerja Karena Diare

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Unduh PDF

Unduh PDF

Anda kudu keluar masuk toilet lantaran mengalami masalah pencernaan, tetapi Anda kudu segera berangkat bekerja. Haruskah Anda menelepon pemimpin untuk memberitahukan semua indikasi nan terjadi? Walaupun Anda memang kudu memberi tahu instansi lantaran tidak masuk kerja, ada beberapa langkah nan lebih ahli untuk meminta izin kepada pemimpin bahwa Anda tidak bisa masuk kerja lantaran diare. Baca terus tulisan ini untuk mengetahui hal-hal nan kudu Anda katakan kepada pemimpin andaikan Anda terserang diare, serta beberapa argumen selain diare nan bisa Anda gunakan untuk meminta izin tidak masuk kerja.

Hal nan Perlu Anda Ketahui

  • Katakan bahwa Anda terserang "flu perut" (stomach bug) alias "masalah pencernaan" agar Anda tidak kudu memberi penjelasan secara mendetail.
  • Katakan bahwa Anda kudu sering ke toilet agar pemimpin tahu indikasi nan Anda alami tanpa kudu menjelaskannya secara mendetail.
  • Tunggu hingga diare reda selama 24 jam sebelum Anda kembali bekerja untuk mencegah penyebaran infeksi.
  1. Step 1 “Perut saya sakit sepanjang pagi.”

    1

    Alih-alih menjelaskan penyakit Anda secara mendetail, katakan saja bahwa Anda sedang berjuang untuk mengatasi perut nan bermasalah. Atasan mungkin bisa mengerti masalah tersebut sehingga Anda tidak perlu menjelaskannya secara terperinci.

    • Secara umum, tindakan terbaik adalah menyampaikan masalah Anda secara singkat. Jadi, jangan merasa terdorong untuk memberi penjelasan secara mendetail.
  2. Step 2 “Saya sedang sakit flu perut.”

    2

    Flu perut adalah virus nan bisa menyebabkan diare. Dengan menyebut penyakit tersebut, pemimpin bakal tahu bahwa Anda mengalami masalah pencernaan. Flu perut bisa menular sehingga pemimpin mungkin bakal meminta Anda untuk tinggal di rumah agar tidak menularkan penyakit.[1]

  3. Step 3 “Saya keracunan makanan.”

    3

    Diare merupakan salah satu tanda bahwa Anda menderita keracunan makanan. Jika Anda juga mengalami mual, muntah, kram perut, alias demam, mungkin Anda mengalami keracunan makanan.[2] Atasan bakal mengerti bahwa Anda kudu melakukan pemulihan tanpa kudu mendengarkan penjelasan mengenai semua indikasi nan Anda alami.

  4. Step 4 “Saya sakit dan kudu sering ke toilet.”

    4

    Atasan bakal mengerti bahwa ini bisa menjelaskan bahwa Anda mengalami masalah pencernaan. Atasan menginginkan Anda bekerja secara efisien, bukan terus-menerus berlari ke toilet sehingga dia bakal mengizinkan Anda untuk tidak masuk kerja.

  5. Step 5 “Saya merasa tidak lezat badan.”

    5

    Anda tidak perlu menjelaskan indikasi alias apa saja nan Anda rasakan ketika sedang sakit. Atasan pasti menghormati privasi Anda sehingga nan perlu Anda lakukan hanyalah memberitahukan bahwa Anda sedang sakit.[3]

    • Perusahaan mungkin meminta Anda memberikan menjelaskan lebih perincian argumen nan membikin Anda tidak bisa masuk kerja. Jika perihal ini terjadi, jelaskan bahwa Anda mengalami masalah pencernaan alias kram perut. Jika pemimpin betul-betul meminta Anda untuk menjelaskan secara detail, katakan bahwa Anda mengalami diare.
  6. Step 6 “Saya terkena diare dan tidak dapat masuk kerja.”

    6

    Jika tidak masalah bagi Anda untuk mengatakan nan sebenarnya dan Anda tidak keberatan jika pemimpin mengetahui gejalanya secara mendetail, katakan secara langsung apa nan sedang Anda alami. Atasan bakal memahami kondisi Anda dan tidak menanyakannya lagi.

    • Atasan biasanya bakal merahasiakan kondisi Anda dan hanya memberi tahu rekan kerja bahwa Anda sakit agar Anda tidak malu.

    Iklan

  1. Step 1 Ya, Anda bisa mengambil libur lantaran diare agar infeksinya tidak menyebar.

    1

    Diare membikin penderitanya merasa tidak nyaman sehingga sangat wajar jika Anda kudu tinggal di rumah. Mengambil libur bakal memberi privasi dan waktu rehat untuk melakukan pemulihan. Selain itu, beberapa jenis diare disebabkan oleh virus menular sehingga penderitanya tidak boleh berdekatan dengan orang lain sebelum gejalanya lenyap sepenuhnya.[4]

    • Hal ini bakal menjadi lebih krusial lagi jika Anda bekerja di bagian kuliner lantaran Anda berpotensi mencemari hidangan nan disajikan kepada pelanggan.
    • Jika Anda tidak masuk kerja dalam waktu nan lama, mungkin Anda bakal diminta untuk melampirkan surat master nan membuktikan bahwa Anda betul-betul sakit.
  1. Step 1 Demam.

    1

    Demam merupakan salah satu tanda awal bahwa tubuh sedang berjuang melawan jangkitan dan Anda sedang sakit. Karena Anda tidak tahu apakah penyakitnya menular alias tidak, ada baiknya Anda mengambil langkah pencegahan dengan meminta izin tidak masuk kerja.[5]

  2. Step 2 Migrain.

    2

    Ketika migrain menyerang, Anda bakal susah untuk berfokus pada pekerjaan nan kudu diselesaikan. Alih-alih memaksakan diri bekerja sembari menahan nyeri, sebaiknya Anda meminta izin tidak masuk kerja dan mengobati gejalanya.[6]

  3. Step 3 Muntah.

    3

    Muntah pada umumnya diakibatkan oleh virus lambung nan bisa menular dengan mudah ke rekan kerja. Obati muntah di rumah, alih-alih tetap bekerja dan menularkannya ke rekan kerja.[7]

  4. Step 4 Konjungtivitis (mata merah).

    4

    Jika mata Anda terasa sakit, membengkak, dan memerah, alias terasa ada pasir ketika Anda berkedip, mungkin Anda menderita konjungtivitis. Kondisi ini sangat menular sehingga Anda kudu tetap berada di rumah dan mengobatinya, alih-alih pergi bekerja.[8]

  5. Step 5 Sinusitis.

    5

    Pilek dan tekanan pada area di sekitar sinus adalah tanda awal jangkitan sinus. Kondisi ini menyulitkan Anda untuk konsentrasi dan infeksinya bisa menyebar ke rekan kerja. Agar lebih aman, sebaiknya Anda meminta izin tidak masuk kerja dan beristirahat di rumah untuk melakukan pemulihan.[9]

  6. Step 6 Batuk dan bersin secara terus-menerus.

    6

    Pilek nan ringan tidak bisa dijadikan argumen untuk tidak masuk kerja. Namun, jika gejalanya tidak lenyap setelah berlalu satu minggu, mungkin Anda menderita masalah pernapasan, seperti flu. Agar penyakitnya tidak menyebar, Anda kudu tinggal di rumah dan tidak melakukan kontak dengan orang lain sebelum gejalanya hilang.[10]

    • Jika indikasi tersebut disebabkan oleh alergi, minum obat alergi tanpa resep untuk meringankan gejalanya. Setelah itu, Anda bisa kembali bekerja.
  7. Step 7 Sulit bernapas.

    7

    Kesulitan bernapas mungkin menandakan bahwa Anda terkena COVID-19 alias penyakit pernapasan lain. Untuk mencari aman, hubungi pemimpin dan katakan bahwa Anda susah bernapas dan tidak bisa masuk kerja.[11]

    Iklan

  • Beri tahu pemimpin sesegera mungkin bahwa Anda tidak bisa masuk kerja agar perusahaan bisa mencari tenaga kerja lain untuk menangani pekerjaan Anda.[12] Bahkan Anda bisa meminta izin tidak masuk kerja di malam sebelumnya jika Anda merasa tidak sanggup bekerja pada keesokan harinya.
  • Tanyakan kepada pemimpin apakah Anda bisa menangani tugas tertentu dari rumah jika Anda tetap mau mengerjakan sesuatu. Bekerja di lingkungan nan nyaman di rumah sendiri saat pemulihan bisa membantu Anda merasa lebih baik.[13]
  • Minum air putih dalam jumlah nan cukup untuk mengembalikan cairan tubuh nan lenyap agar Anda tidak mengalami dehidrasi.[14]

Iklan

  • Kunjungi master jika diare tidak sembuh selama 2 hari, Anda mengalami dehidrasi, alias tinja berwarna hitam alias berdarah.[15]
  • Berkonsultasilah dengan master sebelum Anda meminum obat antidiare. Walaupun bisa meringankan gejala, obat-obatan tersebut mungkin menghalangi upaya tubuh untuk menyingkirkan infeksi.[16]

Iklan

Halaman ini telah diakses sebanyak 2.726 kali.

Apakah tulisan ini membantu Anda?

Selengkapnya
Sumber Panduan Wikihow Terlengkap
Panduan Wikihow Terlengkap