Cara mengatasi email yang tidak terkirim

Blog Niagahoster Indonesia Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 15 menit 44x dilihat
Cara mengatasi email yang tidak terkirim

Sep 11, 2026

/

By Faradilla A.

/

10 menit Dibaca

Cara mengatasi email yang tidak terkirim

Email yang tidak terkirim biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti pengaturan SMTP yang salah, hubungan internet terputus, port diblokir, masalah DNS alias domain, kandas login, pemisah pengiriman yang sudah tercapai, alias isi email yang terlihat seperti spam.

Cara mengatasinya berjuntai pada dari mana Anda mengirim email. Email yang tertahan di webmail, aplikasi seperti Outlook, blangko kontak di website, alias platform email marketing bisa kandas terkirim lantaran argumen yang berbeda. Untungnya, sebagian besar masalah ini bisa Anda cek sendiri tanpa kudu mempunyai pengetahuan teknis khusus.

Coba solusi sederhana dulu, seperti memastikan alamat penerima sudah betul dan mengecek apakah email tetap tertahan di Kotak Keluar (Outbox). Kalau belum berhasil, lanjut periksa pengaturan SMTP, port, status akun, DNS record, aplikasi email, alias langkah website mengirim email. Penyebab lainnya biasanya berangkaian dengan pemisah pengiriman, kode error, alias isi email yang seperti spam.

Kenapa email tidak terkirim?

Biasanya, email kandas terkirim lantaran ada sesuatu yang menghambatnya. Situasi ini berbeda dengan email yang sudah terkirim tapi tidak sampai ke penerima. Sekilas keduanya terlihat sama, tapi langkah mengatasinya berbeda:

  • Email tidak terkirim berfaedah pesan kandas keluar dari akun pengirim, aplikasi, website, alias server SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) email.
  • Email tidak sampai ke penerima berfaedah pesan sudah sukses dikirim, tapi kemudian ditolak, mengalami bounce, diblokir, alias terfilter sebelum sampai ke penerima. Masalah ini berangkaian dengan keterkiriman (deliverability), yang bisa diatasi dengan meningkatkan email deliverability.
Visual sketsa of the two reasons why email is not sending

Sebagian besar masalah email tidak terkirim disebabkan oleh salah satu perihal berikut:

  • Format alamat penerima salah, misalnya tidak ada tanda “@”.
  • Tidak ada hubungan internet.
  • Email tertahan di Kotak Keluar.
  • Pengaturan SMTP salah.
  • Password email salah.
  • Port pengiriman diblokir.
  • Layanan email ditangguhkan alias tidak aktif.
  • Batas pengiriman sudah tercapai.

Sementara itu, email yang sudah dikirim tapi tidak sampai ke penerima biasanya disebabkan oleh perihal lain lagi. Misalnya, DNS record yang tidak lengkap, reputasi pengirim yang buruk, alias isi yang mirip spam. Masalah ini bisa membikin email mengalami bounce alias terfilter setelah dikirim.

Solusi awal mengatasi email tidak terkirim

Sebelum mengubah pengaturan DNS alias SMTP, lakukan beberapa pemeriksaan dasar berikut. Langkah-langkah ini hanya memerlukan waktu beberapa menit dan bisa membantu Anda menemukan penyebab umumnya dulu sebelum mencoba solusi yang lebih teknis.

Ikuti langkah-langkah berikut ini secara berurutan:

  1. Periksa hubungan internet. Coba muat ulang website. Kalau tetap tidak bisa dibuka, sambungkan ulang Wi-Fi alias reset menggunakan mode pesawat di ponsel.
  2. Pastikan alamat penerima sudah benar. Format alamat yang salah, misalnya tanpa tanda “@”, bisa membikin email kandas dikirim. Sementara itu, salah ketik biasa umumnya membikin email tetap terkirim, tapi kemudian mengalami bounce.
  3. Periksa Kotak Keluar dan Draf. Email yang tetap tertahan di kotak tersebut berfaedah belum betul-betul terkirim.
  4. Coba kirim email teks biasa tanpa lampiran untuk memastikan email bisa dikirim secara normal.
  5. Kalau ukuran email terlalu besar, perkecil lampirannya. Batasnya biasanya antara 10–25 MB, tergantung pada penyedia layanan.
  6. Periksa apakah Anda baru saja mengganti password email. Perbarui info login yang tersimpan di aplikasi jika memang baru diganti.
  7. Coba kirim email yang sama melalui webmail di browser.
  8. Periksa apakah penyedia jasa email sedang mengalami gangguan alias melakukan pemeliharaan terjadwal.

Mengujinya melalui webmail bisa memberikan petunjuk paling jelas tentang sumber masalahnya. Kalau email sukses dikirim lewat webmail tapi kandas melalui Outlook, Apple Mail, alias aplikasi lain, kemungkinan masalahnya ada pada pengaturan aplikasi, bukan akun email Anda. Jadi, coba periksa bagian tersebut dulu.

Kalau semua langkah di atas belum berhasil, lanjutkan memeriksa pengaturan, status akun, dan langkah email dikirim.

1. Periksa pengaturan SMTP

SMTP adalah sistem yang digunakan aplikasi untuk meneruskan email keluar ke server. Konfigurasi SMTP yang salah merupakan salah satu penyebab paling umum aplikasi email tidak bisa mengirim pesan.

Untuk mengatasinya, buka pengaturan server keluar alias server email di aplikasi Anda, lampau cocokkan info berikut dengan yang diberikan oleh penyedia email:

  • Server SMTP, ialah host untuk email keluar, misalnya smtp.hostinger.com.
  • Port SMTP, biasanya 587.
  • Metode enkripsi, ialah SSL/TLS alias STARTTLS. Gunakan metode yang ditentukan penyedia untuk port yang digunakan.
  • Username, biasanya alamat email lengkap. Beberapa penyedia mungkin memberikan username SMTP khusus.
  • Password, sama dengan yang digunakan untuk login ke webmail.
  • Autentikasi, yang perlu diaktifkan.
Visual sketsa of outgoing mail settings

Saat mengecek pengaturan ini, jangan sampai tertukar antara IMAP alias POP dan SMTP. IMAP dan POP menangani email masuk, sedangkan SMTP menangani email keluar. Jadi, jika kotak masuk berfaedah normal tapi Anda tidak bisa mengirim email, kemungkinan masalahnya ada pada pengaturan SMTP.

Kalau menggunakan Email Hostinger, lihat petunjuk server SMTP, port, dan metode enkripsi langsung di hPanel alias tulisan support Hostinger. Setelah itu, masukkan informasinya ke aplikasi sesuai yang tercantum.

Hostinger mendukung port 465 dengan SSL dan 587 dengan STARTTLS. Secara default, Hostinger menggunakan port 465, jadi coba port tersebut lebih dulu. Kalau muncul error enkripsi, coba port 587. Kalau semua pengaturan sudah betul tapi email tetap tidak bisa dikirim, kemungkinan port yang digunakan diblokir.

Memilih port SMTP yang betul sama pentingnya dengan memasukkan nama server yang tepat. Port yang salah bisa membikin pengiriman kandas tanpa indikasi yang jelas.

2. Periksa apakah port SMTP diblokir

Port SMTP merupakan jalur yang digunakan untuk mengirim email. Kalau port ini diblokir, email bisa kandas dikirim meskipun semua pengaturan lainnya sudah benar. Port. Jaringan, firewall, alias penyedia jasa internet terkadang menutup port tertentu untuk mengurangi spam.

Akibatnya, Anda tetap bisa login dan server yang digunakan sudah benar, tapi email tidak kunjung terkirim.

Berikut port yang umum digunakan:

  • Port 587 merupakan standar modern untuk mengirim email dengan kondusif dan biasanya menjadi pilihan pertama di sebagian besar penyedia.
  • Port 465 adalah opsi kondusif yang mengenkripsi hubungan sejak awal (implicit TLS) dan tetap didukung secara luas.
  • Port 25 adalah port pengiriman lama yang sekarang diblokir oleh sebagian besar penyedia internet dan hosting lantaran sering disalahgunakan untuk spam.

Kalau port yang sedang digunakan tidak berfungsi, buka pengaturan server keluar di aplikasi email lampau coba 587 dengan enkripsi TLS. Port ini merupakan standar modern yang digunakan banyak penyedia, selain penyedia Anda menyarankan port 465 seperti Hostinger.

Masih belum berhasil? Periksa firewall. Software keamanan di komputer bisa saja memblokir port tanpa menampilkan pemberitahuan yang jelas.

Untuk mengecek apakah port terbuka, Anda bisa menggunakan perintah telnet, jasa pemeriksa port cuma-cuma di internet, alias mengikuti tutorial mengenai cara memeriksa apakah port 587 terbuka.

Kalau port diblokir oleh jaringan alias provider hosting, biasanya masalah bakal teratasi dengan mengganti port. Banyak penyedia memang tidak membuka port tertentu, seperti port 25.

3. Periksa status akun email dan hosting

Email tidak bisa dikirim jika akun email, paket hosting, domain, alias jasa email yang Anda gunakan sedang tidak aktif. Pengaturannya mungkin sudah benar, tapi email tetap tidak bisa dikirim jika layanannya tidak aktif.

Hal ini sering terlewat lantaran error muncul di aplikasi, padahal sumber masalahnya ada pada akun yang digunakan. Kalau menggunakan paket email hosting dari Hostinger, Anda bisa mengecek statusnya melalui hPanel.

Pastikan:

  • Paket hosting alias email hosting tetap aktif dan sudah dibayar.
  • Domain tetap terdaftar dan belum kedaluwarsa.
  • Akun email sudah dibuat dan dikonfigurasi.
  • Layanan email sudah diaktifkan untuk akun Anda.
  • Akun tidak sedang dibatasi dan Anda belum mencapai pemisah pengiriman sementara.

Kalau domain baru saja didaftarkan alias Anda baru mengubah pengaturan DNS, tunggu sampai perubahan tersebut diterapkan di seluruh jaringan internet. Proses ini disebut propagasi dan bisa menyantap waktu beberapa jam. Jadi, konfigurasi baru mungkin belum langsung bisa digunakan untuk mengirim email.

Apabila semuanya terlihat aktif tapi email Hostinger Anda tetap tidak bisa mengirim email, lanjutkan dengan memeriksa perincian akun Anda.

4. Periksa DNS record domain

DNS record memberi tahu server email ke mana pesan perlu diarahkan, sekaligus membantu server penerima memastikan bahwa email betul-betul berasal dari pengirim yang sah.

DNS alias Domain Name System adalah sistem direktori internet yang menghubungkan domain dengan server yang digunakan. Untuk email, record ini bisa dianggap sebagai penunjuk alamat sekaligus identitas domain.

Kalau DNS record tidak ada alias konfigurasinya salah, server penerima bisa kesulitan menentukan apakah email Anda bisa dipercaya.

Ada empat jenis record yang berkedudukan dalam pengelolaan email pada domain:

  • MX record mengarahkan email masuk ke server yang tepat. Nilai yang salah bisa membikin email masuk tidak berfaedah dan biasanya menunjukkan bahwa DNS untuk email belum dikonfigurasi sepenuhnya.
  • SPF memberi tahu server penerima server email mana yang diizinkan mengirim pesan atas nama domain Anda.
  • DKIM menambahkan tanda tangan digital untuk membuktikan bahwa isi pesan tidak diubah selama pengiriman.
  • DMARC menentukan tindakan yang perlu dilakukan server penerima andaikan pemeriksaan SPF alias DKIM gagal.
 MX, SPF, DKIM and DMARC

Masalah DNS lebih sering memengaruhi penerimaan dan deliverability daripada proses pengiriman sendiri. SPF alias DKIM yang belum dikonfigurasi belum tentu mencegah email keluar, tapi bisa membikin pesan mengalami bounce, kandas melewati pemeriksaan keamanan, alias langsung masuk ke berkas spam penerima. Jadi, email terlihat sudah terkirim, tapi tidak pernah diterima di kotak masuk.

Konfigurasi DNS email yang betul memastikan record yang diperlukan sudah tersedia. Sementara itu, SPF, DKIM, dan DMARC membantu membuktikan bahwa email yang dikirim memang sah. Periksa apakah ketiganya sudah tersedia untuk domain Anda dan tambahkan record yang tetap belum ada.

5. Atasi masalah pada aplikasi email

Kalau webmail bisa digunakan untuk mengirim email tapi aplikasi email tidak bisa, masalahnya kemungkinan ada pada konfigurasi aplikasi. Hal ini bertindak untuk Outlook, Apple Mail, aplikasi Gmail, Thunderbird, dan aplikasi email di perangkat seluler.

Setiap aplikasi menyimpan konfigurasi SMTP sendiri. Jadi, satu pengaturan yang salah saja bisa membikin email kandas terkirim meskipun webmail tetap berfaedah normal.

Berikut langkah yang bisa Anda coba, diurutkan dari yang paling umum:

  1. Hapus akun email dari aplikasi, lampau tambahkan kembali untuk mengatur ulang koneksi.
  2. Masukkan kembali password SMTP, terutama jika Anda baru mengganti password.
  3. Aktifkan autentikasi SMTP di pengaturan akun.
  4. Pastikan server email keluar sama dengan yang diberikan penyedia layanan.
  5. Update aplikasi ke jenis terbaru.
  6. Hapus email yang tertahan di Kotak Keluar, lampau coba kirim kembali.
  7. Kalau menggunakan Outlook, pastikan aplikasi tidak berada dalam mode offline lantaran mode ini menghentikan pengiriman email.

Menghapus lampau menambahkan akun lagi biasanya paling efektif lantaran bakal memaksa aplikasi mengatur ulang hubungan dari awal. Apabila masalah tetap terjadi, ikuti pedoman penyiapan resmi untuk aplikasi yang digunakan. Letak pengaturan email mungkin berbeda-beda di setiap aplikasi.

6. Periksa pengaturan email website alias WordPress

Masalah email dari website berbeda dengan email yang dikirim melalui webmail alias aplikasi. Email website biasanya dikirim otomatis, misalnya jawaban blangko kontak, email reset password WordPress, notifikasi pesanan WooCommerce, serta konfirmasi keanggotaan alias pemesanan.

Kalau email seperti ini tidak sampai, periksa langkah website mengirim email, bukan kotak masuk Anda.

Di WordPress, penyebabnya sering berangkaian dengan metode pengiriman bawaan. WordPress mengirim email menggunakan kegunaan wp_mail(), yang secara default mengandalkan kegunaan PHP mail bawaan server untuk mengirim pesan. Sayangnya, metode ini kurang terjamin.

Sebenarnya, email sering kali sudah dikirim, tapi lantaran tidak diautentikasi dengan benar, server penerima bisa menolaknya alias memasukkannya ke Spam. Akibatnya, website melaporkan email sudah terkirim, padahal pesan tidak pernah sampai ke kotak masuk.

Solusinya adalah menggunakan SMTP agar website mengirim email melalui hubungan yang sudah diautentikasi. Ikuti langkah berikut:

  1. Kirim email percobaan dari WordPress untuk memastikan apakah masalah memang terjadi pada proses pengiriman.
  2. Periksa alamat penerima yang tersimpan di pengaturan blangko kontak.
  3. Instal dan konfigurasikan plugin SMTP WordPress, seperti WP Mail SMTP, untuk menggantikan kegunaan PHP mail bawaan.
  4. Hubungkan plugin ke jasa pengiriman, seperti akun Email Hostinger alias penyedia seperti Brevo, agar email dikirim melalui server yang sudah diautentikasi.
  5. Pastikan SPF dan DKIM sudah dikonfigurasi agar email lolos pemeriksaan autentikasi.

Kalau langkah-langkah tersebut belum berhasil, pelajari lebih lanjut mengenai penyebab WordPress tidak mengirim email untuk menangani kasus yang lebih rumit, seperti bentrok plugin alias konfigurasi server email yang salah.

Kalau membikin blangko alias aplikasi sendiri tanpa plugin, Anda bisa mengirim email menggunakan PHPMailer agar email yang dikirim melalui skrip bisa diautentikasi.

7. Periksa pemisah pengiriman dan pembatasan akun

Penyedia email membatasi jumlah pesan yang bisa dikirim setiap jam alias setiap hari. Batas ini diterapkan untuk mencegah spam sekaligus menjaga reputasi server email yang digunakan berbareng pengguna lain.

Setelah pemisah tercapai, Anda tidak bisa mengirim email sampai pemisah tersebut direset. Jumlah maksimal dan waktu reset berbeda-beda di setiap penyedia.

Visual sketsa of email sending limits

Kemungkinan besar Anda sudah mencapai pemisah pengiriman, bukan mengalami masalah konfigurasi, kalau:

  • Sebelumnya tetap bisa mengirim email di hari yang sama, tapi tiba-tiba pengiriman berhenti.
  • Hanya email massal alias pesan berulang yang gagal, sedangkan email satu per satu tetap bisa dikirim.
  • Pesan error menyebut rate limit, kuota, throttling, alias kegiatan mencurigakan.

Kalau ciri-ciri tersebut sesuai dengan masalah Anda, tunggu beberapa saat sebelum mencoba lagi dan kurangi jumlah email yang dikirim sekaligus.

Agar masalah tidak terulang, jangan gunakan akun email upaya biasa untuk pengiriman massal. Gunakan platform email marketing unik untuk newsletter dan campaign. Platform seperti ini dirancang untuk menangani pengiriman dalam jumlah besar sehingga tidak membikin akun email utama mencapai pemisah pengiriman.

Kalau akun betul-betul dibatasi, bukan hanya mencapai kuota pengiriman, hubungi penyedia email untuk mengatasinya.

8. Periksa pesan bounce dan kode error

Pesan bounce dan kode error biasanya langsung menunjukkan masalah yang muncul sehingga bisa membantu Anda menemukan solusi cepatnya. Saat pengiriman gagal, server biasanya memberikan pesan singkat alias kode tertentu.

Cocokkan pesan yang Anda terima dengan tabel berikut:

Jenis errorBiasanya berartiYang perlu diperiksa
Authentication failedUsername, password, alias login SMTP salahKredensial SMTP
Connection timed outMasalah pada server, port, firewall, alias jaringan di salah satu sisiPort, firewall, jaringan, dan server penerima
Relay access deniedAutentikasi SMTP tidak aktif alias alamat pengirim tidak cocokAutentikasi SMTP dan alamat From
Message rejectedServer penerima memblokir emailIsi email, reputasi, dan DNS
Daily batas exceededKuota pengiriman sudah tercapaiBatas pengiriman dari penyedia

Gmail dan penyedia email besar lainnya menyediakan pengarsipan untuk kode error SMTP. Kalau Anda mendapatkan kode tertentu, cari kode tersebut beserta nama penyedia jasa Anda. Setelah itu, Anda bisa mengetahui makna error dan langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasinya.

9. Periksa isi email dan reputasi pengirim

Isi email dan reputasi pengirim bisa membikin pesan diblokir meskipun pengirimannya berhasil. Email sudah keluar dari akun Anda, tapi kemudian dihentikan oleh filter spam di sisi penerima.

Jadi, masalahnya bukan lagi pada pengaturan pengiriman, melainkan pada seberapa tepercaya email Anda bagi sistem penerima. Hal ini sangat krusial untuk email marketing dan campaign massal.

Beberapa perihal berikut bisa membikin email terlihat mencurigakan bagi filter spam:

  • Subjek yang menyerupai spam, misalnya seluruhnya menggunakan huruf kapital alias menjanjikan uang.
  • Terlalu banyak link dalam satu email.
  • URL yang dipendekkan sehingga tujuan link tidak terlihat.
  • Lampiran terlalu besar.
  • Tidak ada link berakhir berlangganan pada email marketing.
  • Daftar penerima berbobot jelek lantaran berisi alamat lama alias palsu.
  • Mengirim dari domain yang tetap sangat baru tanpa melakukan “warming up”. Domain baru belum mempunyai reputasi yang kuat, sehingga pengiriman beberapa puluh email saja bisa memicu filter jika volumenya tidak ditingkatkan secara bertahap.
  • Autentikasi email belum dikonfigurasi, misalnya SPF alias DKIM belum disiapkan.

Perbaiki hal-hal yang sesuai dengan kondisi Anda agar email lebih mudah lolos dari filter. Bagi sebagian besar pengirim, solusi paling cepatnya adalah mengurangi jumlah link, menyediakan opsi berakhir berlangganan, dan mengaktifkan autentikasi email.

Setelah masalah utama teratasi, langkah-langkah ini juga membantu menjaga deliverability dan reputasi pengirim.

10. Hubungi penyedia jasa email

Kalau semua solusi di atas sudah dicoba tapi email tetap tidak bisa dikirim, cobalah menghubungi penyedia jasa email Anda. Beberapa masalah terjadi di sisi server dan memang tidak bisa Anda perbaiki sendiri. Kalau pengaturan, port, dan DNS sudah benar, tim support bisa memeriksa penyebabnya dari sisi server.

Hubungi penyedia apabila:

  • Webmail juga tidak bisa mengirim email, yang berfaedah masalahnya bukan hanya pada aplikasi alias perangkat.
  • Kredensial SMTP sudah benar, tapi login tetap ditolak.
  • Port terbuka tapi hubungan terus gagal.
  • Akun tampaknya dibatasi alias ditangguhkan.
  • Pesan error menunjukkan pemblokiran di sisi server.
  • DNS record sudah benar, tapi email tetap tidak bisa dikirim setelah propagasi selesai.

Sebelum menghubungi penyedia, siapkan info berikut agar masalah bisa ditangani lebih cepat:

  • Alamat email yang bermasalah.
  • Pesan error alias pesan bounce secara lengkap.
  • Aplikasi alias pelanggan email yang digunakan.
  • Pengaturan SMTP yang dimasukkan.
  • Waktu masalah mulai terjadi.
  • Apakah Anda bisa mengirim email melalui webmail.

Menyertakan info tersebut sejak awal bisa mengurangi pertanyaan lanjutan dan mempercepat penanganan masalah.

Cara mencegah email kandas terkirim lagi

Sebagian besar masalah pengiriman email bisa dicegah dengan menjaga konfigurasi, autentikasi, dan volume pengiriman.

Masalah biasanya berasal dari pengaturan yang berubah, record yang belum dikonfigurasi, alias pemisah pengiriman yang tidak Anda ketahui. Dengan memantau ketiga perihal tersebut, kemungkinan email kandas terkirim bakal jauh lebih kecil.

Berikut beberapa kebiasaan yang bisa Anda terapkan:

  • Catat pengaturan SMTP agar Anda bisa memulihkannya dengan sigap setelah ada perubahan.
  • Gunakan password yang kuat dan perbarui password yang tersimpan di aplikasi setiap kali Anda menggantinya.
  • Konfigurasikan SPF, DKIM, dan DMARC dengan betul agar email selalu bisa diautentikasi.
  • Jangan mengirim email massal dari akun email biasa. Gunakan platform email marketing untuk campaign.
  • Pantau bounce rate. Kalau angkanya mulai meningkat, bisa jadi ada masalah yang perlu diperiksa.
  • Update aplikasi email secara rutin untuk mendapatkan perbaikan bug yang bisa menyebabkan masalah koneksi.
  • Gunakan SMTP untuk mengirim email dari website dan WordPress, bukan metode PHP bawaan.

Prioritaskan SPF, DKIM, dan DMARC lantaran ketiganya paling berpengaruh dalam menentukan keberhasilan pengiriman email. Setelah record tersebut dikonfigurasi dengan benar, email bakal lebih mudah lolos pemeriksaan keamanan dan lebih berkesempatan masuk ke kotak masuk penerima. Setelah itu, terapkan langkah lainnya secara berjenjang agar pengiriman email tetap lancar ke depannya.

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Author

Penulis

Faradilla Ayunindya

Faradilla, yang lebih berkawan disapa Ninda, sudah berilmu selama 10 tahun sebagai linguist dan 5 tahun sebagai Content Marketing Specialist di Hostinger. Ia suka mengikuti tren teknologi, digital marketing, dan belajar bahasa. Melalui tutorial Hostinger ini, Ninda mau berbagi info dan membantu pembaca mengatasi masalah yang dialami. Kenali Ninda lebih dekat di LinkedIn.

Artikel Lainnya Blog Niagahoster Indonesia

Bagikan Postingan