Cara Menjadi Orang Beruntung

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,MAKKAH -- Sering terdengar orang mengatakan bahwa dirinya sedang apes alias malang. Atau ungkapan semacamnya untuk menunjukkan dia sedang kandas mendapatkan apa nan diinginkannya.

Namun sebetulnya apa karakter orang beruntung dan gimana menjadi orang beruntung menurut pandangan Islam?

Beruntung sejatinya adalah realita nan ada dalam kehidupan manusia. Beruntung di sini merujuk pada bagian, nasib, dan keberhasilan seseorang, serta apa nan Allah SWT tetapkan baginya, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Artinya, keberuntungan itu bisa baik alias buruk.

Banyak orang nan mengira bahwa orang nan beruntung adalah seseorang nan mempunyai banyak harta, alias mempunyai kedudukan tinggi, alias mempunyai banyak relasi, alias berasal dari keturunan nan terpandang, alias mempunyai pekerjaan nan prestisius, alias hidupnya tenang, alias cita-citanya tercapai, alias keinginannya mudah diwujudkan, alias selalu bahagia.

Sejatinya orang nan betul-betul beruntung di antara hamba-hamba Allah SWT adalah orang nan Allah beri petunjuk untuk beragama kepada-Nya dengan pengetahuan dan pemahaman, ialah orang nan bertakwa kepada Allah SWT dan menjaga dirinya baik dalam perkataan, perbuatan, niat, baik secara rahasia maupun terbuka.

Orang nan betul-betul beruntung adalah nan mengetahui dan percaya bahwa kemuliaan dan kehormatannya hanya ada dalam ketaatan kepada Allah SWT, mematuhi syariat-Nya, berpegang teguh pada perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan menghiasi seluruh aspek kehidupan dengan petunjuk kepercayaan nan benar.

Allah SWT berfirman:

يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

"Niscaya Allah bakal memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan nan agung." (QS. Al Ahzab ayat 71)

Dalam ayat lain, Alquran juga menunjukkan bahwa orang nan beruntung adalah mereka nan menolak kejahatan dengan kebaikan, dan menghadapi kejahatan dengan kebaikan. Ini adalah pintu besar dalam mengalahkan setan dan tipu dayanya, serta mengakhiri permusuhan dan konflik.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ

"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan langkah nan lebih baik, sehingga orang nan ada rasa permusuhan antara Anda dan dia bakal seperti kawan nan setia. Dan (sifat-sifat nan baik itu) tidak bakal dianugerahkan selain kepada orang-orang nan sabar dan tidak dianugerahkan selain kepada orang-orang nan mempunyai keberuntungan nan besar." (QS. Fussilat ayat 34)

Ingat pula bahwa orang nan betul-betul beruntung di antara hamba-hamba Allah adalah mereka nan mempunyai hati nan besar, mengampuni mereka nan menzaliminya, mengampuni kesalahan mereka nan bersalah padanya, dan bersabar atas gangguan dari sesama saudara, tetangga, dan orang-orang di sekelilingnya.

Mereka tidak mencari-cari argumen untuk membenci orang lain. Tidak meletakkan kebencian, hasad, maupun kebencian di dalam hatinya. Karena dia termasuk orang-orang nan sabar, jujur, dan rendah hati, nan telah membersihkan hatinya dari kebencian. Mereka itulah orang-orang nan beruntung besar.

sumber : Alukah.net

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam