Cara Saudagar Arab Menyebarkan Dakwah Islam Di India

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Umat ​​Muslim duduk di tangga masjid Jama setelah melaksanakan sholat Idul Fitri di New Delhi, India, Kamis, 11 April 2024.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Bangsa Arab dikenal sebagai bangsa saudagar, pedagang ulung. Maka tak heran, penyebaran saudagar dari Jazirah Arab pun tak terbendung memenuhi sejumlah wilayah di bumi nan seiring melangkah waktu turut serta membawa nafas dakwah Islam.

Ahmad Mansur Suryanegara dalam kitab Api Sejarah mengutip penjelasan dari Alwi bin Tahir Al-Haddad nan menyatakan jumlah saudagar Arab yang ada di dalam sejarah nan dikenal dengan nama Keling sebanyak 850 ribu orang. Bahkan di sepanjang Pantai Malabar, jumlah mereka lebih banyak lagi.

Pelayaran saudagar Arab Muslim menempuh jalan laut niaga. Dari pulau Nikobar, Andaman, Maladiv, mereka berlayar ke Malaka sebagai pusat niaga Muslim di Asia Tenggara.

Di antara kapal-kapal saudagar Arab Muslim itu ada juga nan mengubah perjalanannya sampai ke Madagaskar. Ada pula nan membawa peralatan dagangan alias komoditi dari Afrika Selatan ke Guinea dan sekitarnya. Kemudian kapal-kapal niaga Muslim tersebut kembali ke Madagaskar.

Seluruh pantai lautan tersebut di atas, dulu di bawah pengaruh saudagar Muslim nan datang dari Kekhalifahan Muawaiyah (661-750). Yakni ketika pusat pemerintahannya di Damaskus. Kemudian di Pesisir Sindu, India, sudah tersebar pula kepercayaan Islam.

Sedangkan Kambai dan Gujarat di India merupakan pusat pedagang-pedagang alias wirausahawan dari Oman, Hadramaut, dan Teluk Persia sejak masa sebelum lahirnya kepercayaan Islam nan diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini menjadi lebih kuat jika diingatkan bahwa pada abad ke-2 SM perdagangan dengan Sailan alias Sri Langka sudah seluruhnya di tangan bangsa Arab.

Dalam masalah sejarah masuknya kepercayaan Islam ke India, Thomas Arnold mengoreksi ketidakbenaran penulisan sejarah nan memberikan gambaran Islam di India dikembangkan oleh Mahmud Ghazna, Aurangzeb, dengan kekerasan dan kekejaman. Dijelaskan bahwa perihal tersebut tidaklah benar.

Sejarah terjadinya 66 juta Muslim di India adalah akibat dari dakwah nan persuasif dan damai. Mulai diajarkan oleh wirausahawan alias saudagar Arab melalui jalan laut niaga. Informasi sejarah tentang aktivitas pasar di Arabia kurang banyak dipahami oleh sementara sejarawan di Asia.

Hal ini akibat sistem penulisan sejarah tetap meniru Barat. Umumnya, sejarawan Barat selalu mengecilkan peranan pasar di Arabia. Kemudian lebih mengangkat dalam penulisan sejarah, peranan pasar di India alias Cina.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam