Seorang bayi dinyatakan patah tulang tengkorak dan perdarahan otak setelah dilahirkan melalui operasi caesar. Cerita yang dibagikan melalui laman WTOC ini sungguh menyita perhatian, terutama lantaran adanya kejanggalan dalam proses persalinan tersebut.
Peristiwa ini terjadi di Savannah, Amerika Serikat, pada sebuah rumah sakit bersalin yang dikenal sangat bergengsi. Bunda dari bayi yang mengalami kejadian ini, Jessica Hanley, tidak pernah menduga bakal mempunyai proses persalinan yang begitu menegangkan.
Saat itu, Jessica mulanya dijadwalkan untuk menjalani operasi caesar pada 10 Oktober 2025. Namun, ketubannya pecah lebih awal, ialah pada 25 September 2025. Melihat kondisi tersebut, dia kudu segera dirawat di rumah sakit dan menjalani tindakan.
Tetapi, rumah sakit bersalin yang menanganinya pun tak kunjung memberikan tindakan yang berarti. Jessica mengaku kudu menunggu hingga lima jam tanpa pemeriksaan yang jelas, sebelum akhirnya dia menjalani operasi caesar.
Selama lima jam tersebut, Jessica hanya dipasangi perangkat monitor yang apalagi perangkat tersebut tidak menunjukkan keterangan yang akurat. Sang suami pun kudu beberapa kali memastikan ke perawat apakah perangkat tersebut berfaedah dengan betul alias tidak.
Di sisi lain, operasi caesar yang ditunggunya juga sempat tertunda sebanyak dua kali lantaran adanya kasus lain yang dianggap mendesak. Jessica juga menyebut bahwa suaminya hanya boleh mendampinginya setelah operasi selesai.
Kejanggalan-kejanggalan ini ibaratkan sebuah pertanda. Tepat setelah bayi kecilnya lahir, catatan medis sang bayi membikin Jessica terkejut. Di sana tercatat sang bayi perlu mendapatkan support oksigen, penyedotan lendir, hingga perangkat bantu pernapasan.
Hal yang lebih mengejutkan, bayinya juga didiagnosis mengalami patah tulang tengkorak dan perdarahan otak akibat cedera saat lahir. Sementara itu, laporan medis mengatakan sang bayi lahir “tanpa trauma”, yang sangat berbanding terbalik dengan catatan medis tersebut.
Karena kondisi darurat, bayinya kudu menjalani perawatan intensif di NICU selama lebih dari satu minggu. Ia mendapatkan transfusi darah, support oksigen, dan perangkat bantu makan. Hingga kini, sang bayi kudu jalani pemantauan neurologis hingga usia 5 tahun.
Merasa ada yang tidak beres, Jessica pun mengusulkan pengaduan ke pihak rumah sakit tak lama setelah putranya lahir. Namun, hingga Januari 2026, dia mengaku belum menerima tanggapan, meskipun kondisi sang bayi sudah membaik.
Pendapat mahir tentang kondisi patah tulang tengkorak dan perdarahan pada bayi setelah lahir
Seorang master ahli kandungan dan kebidanan bersertifikasi dari Atlanta, Dr. Sujatha Reddy, turut meninjau catatan medis dalam kasus ini. Menurutnya, terdapat ketidaksesuaian antara laporan operasi dengan kondisi bayi setelah lahir.
“Catatan operasi dan penjelasan bayi jelas tidak sesuai. Dokter tersebut menyatakan bahwa kepala bayi dalam kondisi normal, tetapi setelah perawat anak memegangnya, perawat tersebut mengatakan adanya kemungkinan patah tulang tengkorak alias perdarahan,” kata Reddy.
Reddy pun tidak bisa membantu banyak. Peninjauan yang dilakukannya belum cukup untuk mengetahui penyebab lain atas cedera yang dialami bayi tersebut selain memandang proses persalinannya itu sendiri.
“Sulit untuk mengetahui penjelasan lain mengenai patah tulang tengkorak tersebut. Pada bayi dengan pembentukan tulang normal dan tanpa penyakit tulang, saya tidak memandang kemungkinan lain selain cedera yang terjadi saat proses persalinan,” lanjutnya.
Mengenal kondisi patah tulang tengkorak yang dialami putra Jessica
Berbeda dengan orang dewasa, tulang tengkorak bayi tetap sangat lunak dan elastis karena bakal membantu bayi melewati jalan lahir dengan mudah. Namun, kondisi ini juga membikin bayi lebih rentan mengalami cedera kepala, seperti fraktur tengkorak contohnya.
Melansir dari laman Cerebral Palsy Guide, patah tulang tengkorak alias fraktur tengkorak merupakan kondisi di mana satu alias lebih tulang di kepala bayi mengalami keretakan alias patah. Biasanya, ini terjadi lantaran adanya tekanan alias trauma selama proses persalinan.
Dalam beberapa kasus, patah tulang tengkorak pada bayi merupakan cedera ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi yang lebih serius, cedera ini dapat menimbulkan beragam komplikasi, seperti perdarahan, kejang, hingga gangguan pada otak.
Maka dari itu, krusial bagi tenaga medis untuk menangani proses persalinan dengan hati-hati dan sesuai prosedur. Meski tidak semua kasus bisa dihindari, penanganan yang tepat dapat meminimalisir terjadinya akibat cedera pada bayi.
Penyebab patah tulang tengkorak selama persalinan
Patah tulang tengkorak pada bayi saat persalinan dapat disebabkan oleh beragam faktor. Salah satunya adalah kelalaian medis, ialah ketika tenaga kesehatan tidak menjalankan prosedurnya sesuai standar dan berisiko membahayakan ibu dan bayi.
Namun, terdapat beberapa kondisi lain yang juga bisa meningkatkan akibat terjadinya cedera tersebut, meliputi:
- Terlambat melakukan operasi caesar: Jika operasi tidak segera dilakukan saat sudah waktunya dan bayi yang dipaksa melewati jalan lahir yang sempit, maka bakal meningkatkan tekanan pada kepala bayi.
- Bayi terjatuh saat alias setelah persalinan: Meskipun kondisi ini jarang, tumbukan keras pada kepala bayi dapat mengakibatkan cedera.
- Kondisi kesehatan ibu: Misalnya pada ibu yang menderita glukosuria alias infeksi, biasanya bayi lahir dengan ukuran lebih besar alias kondisi yang lebih rentan sehingga akibat cedera saat lahir meningkat.
- Tanda-tanda darurat: Jika terdapat kondisi darurat yang tidak segera ditangani, proses persalinan bisa menjadi terburu-buru dan meningkatkan akibat cedera pada bayi.
- Penggunaan perangkat bantu persalinan yang kurang tepat: Alat seperti forsep alias vakum memang bisa membantu proses persalinan, tetapi jika tidak digunakan dengan benar, justru bisa membikin cedera pada kepala bayi.
Demikian cerita tentang seorang Bunda yang bayinya mengalami patah tulang tengkorak dan perdarahan otak setelah dilahirkan. Semoga info ini berfaedah dan bisa meningkatkan kewaspadaan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·