Cerita Busui Terkejut Dan Terharu Saat Anaknya Tiba-tiba Ucapkan Ini Usai Menyusu

Oct 25, 2025 08:30 AM - 5 bulan yang lalu 177699

Jakarta -

Momen menyusui sering menjadi waktu yang sangat intim antara ibu dan bayi. Di waktu itulah Bunda bukan hanya memberikan ASI sebagai nutrisi, tetapi juga membangun ikatan emosional mendalam dengan Si Kecil.

Namun, baru-baru ini salah satu ibu menyusui (busui) membagikan pengalaman yang mengejutkan sekaligus mengharukan ketika anaknya, yang tetap balita, mengucapkan sesuatu tak terduga usai menyusu.

"YUM!" ucap Si Kecil usai menyusu

Seorang busui berjulukan Gabrielle Ferrara asal Florida membagikan di media sosial bahwa anaknya yang berumur sekitar 22 bulan tiba-tiba melepaskan diri dari menyusu, menatapnya langsung, dan dengan tegas berbicara “YUM!!!” Ini merupakan ungkapan yang umum digunakan setelah seseorang mencicipi sesuatu yang menganggapnya lezat alias lezat.

Cerita ini kemudian menyebar dan menjadi viral lantaran dianggap lucu, menggemaskan, dan menyentuh.  

“Hari ini, balita saya yang sedang menyusu melepaskan pelekatannya, menatap saya langsung, dan, sejelas matahari, berkata: “ENAK!! Dan sejujurnya, setelah 22 bulan, itulah apresiasi yang layak diterima sapi ini,” tulis Ferrara, 29, di Threads.

Dikutip dari Today, Ferara mengaku awalnya ragu membagikan cerita tersebut lantaran cemas bakal komentar negatif mengenai menyusui balita serta weaning (penghentian ASI). Namun, setelah dibagikan, reaksi yang diterimanya justru sangat positif, banyak ibu lainnya yang bilang “Ya, saya juga pernah,” dan ikut tersenyum.  

Ferrara, seorang terapis kesehatan mental dan pembimbing tidur, mengaku ragu-ragu sebelum membagikan momen tersebut di media sosial. Ia tahu sungguh cepatnya percakapan tentang menyusui dapat memicu opini yang kuat tentang kapan seorang anak dianggap 'terlalu tua'.

“Tapi entah bagaimana, sistem itu menemukan sisi yang tepat dari algoritmanya. Balasannya sangat kocak dan bermanfaat,” ujar Ferrara 

Memang, unggahannya menyentuh hati orang tua lain, yang dengan sigap mulai berbagi kisah menyusui mereka yang kocak dan mengharukan.

Putuskan lakukan extended breastfeeding

Selain kocak dan menghangatkan hati, cerita Gabrielle juga membuka obrolan soal menyusui anak di atas usia satu tahun, yang kadang tetap jadi topik sensitif bagi sebagian orang. Gabrielle mengatakan, dia tetap melanjutkan menyusui lantaran perihal itu tetap memberi kenyamanan bagi dirinya dan sang anak.

“Saya tetap menyusui anak saya yang berumur 3 tahun dengan nyaman, dan saat itu sekitar 20 bulan dia menyusu dan menatap saya sembari berbicara 'sebelah sini.' Tepat setelah anak saya disapih pada usia 2 tahun, dia duduk di pangkuan saya, memandangi tetek saya, dan berkata, 'Ini tetek terbaik yang pernah saya lihat. Ini tetek terbaik di seluruh dunia.' Dialah penyemangat saya,” ujar Ferrara.

"Ketika dia berumur 3 tahun, dia menutup matanya, menyatukan kedua tangannya, dan berkata, 'Tuhan itu baik, Tuhan itu maha besar, mari kita berterima kasih kepada-Nya atas makanan ini.' Lalu dia mendapatkan tetek itu," sambungnya.

Ketika ditanya apakah dia berencana menyapih putranya, Ferrara tertawa. Menurutnya pertanyaan itu cukup menggelitik. 

"Pertanyaan yang berat," katanya. 

"Awalnya, tujuan saya hanya sampai satu tahun, dan sekarang sudah nyaris dua tahun. Kami bakal terus melakukannya lantaran langkah ini tetap sukses untuk kami berdua. Sejujurnya, ini langkah termudah untuk membuatnya tidur alias menenangkannya," tambahnya.

Menjadi momen menyusui yang bermakna

Bagi sebagian orang, menyusui balita sering dianggap 'tidak wajar' alias 'terlalu lama'. Padahal, menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), pemberian ASI disarankan hingga usia dua tahun alias lebih, selama ibu dan anak sama-sama nyaman.

Gabrielle sendiri mengaku tetap menyusui lantaran momen itu tetap berfaedah bagi keduanya.

Menyusui anak yang lebih besar bukan hanya soal nutrisi, tapi juga soal kenyamanan emosional dan kelekatan. Banyak ibu menyebut, menyusui membantu anak mereka merasa aman, terutama saat memasuki masa tumbuh kembang yang penuh perubahan seperti belajar bicara, berinteraksi, alias mulai sekolah.

Menurut konselor laktasi International Board Certified Lactation Consultant (IBCLC), menyusui balita juga dapat:

  1. Menenangkan anak saat resah alias lelah.
  2. Membantu tidur lebih nyenyak.
  3. Memberikan support imun tambahan.
  4. Memperkuat hubungan emosional ibu dan anak.

Namun, krusial juga diingat bahwa setiap perjalanan menyusui itu unik. Tidak ada ukuran 'benar' alias 'salah'. Jika Bunda sudah merasa cukup dan mau mulai weaning (menyapih), itu juga keputusan yang sah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya