Dahulukan Menikah Atau Ibadah Mendekatkan Diri Kepada Allah?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Menikah sederhana di KUA. Sebelum menikah di KUA, calon pengantin perlu meminta izin dan memberikan pemahaman kepada orang tua. (ilustrasi)

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Imam Al Ghazali bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan, ketahuilah bahwa sesungguhnya para ustadz berbeda pendapat mengenai masalah-masalah di seputar pernikahan. Menurut pendapat sebagian dari mereka, menjalani hukum berupa pernikahan itu lebih utama daripada membujang untuk tujuan beragama (mendekatkan diri kepada Allah SWT) tanpa adanya gangguan di seputar masalah-masalah nan melingkupi sebuah pernikahan. 

Sebagian ustadz lainnya beranggapan agar mendahulukan pernikahan atas beragam keutaman nan juga melingkupinya. Akan tetapi, para ustadz tetap menghargai pendapat nan lebih mengutamakan beragama bagi orang nan tidak mau alias menunda menikah.

Sebagian ustadz nan lain juga ada nan beranggapan bahwa di era sekarang ini nan lebih utama adalah meninggalkan pernikahan. Sebab, sebagian besar dari patokan di seputar pernikahan nan bertindak sudah melanggar (keluar dari aturan) hukum Islam, dan kebanyakan manusia (laki-laki maupun wanita) saat ini sudah beradab tercela.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali. Dijelaskan firman Allah SWT dan sabda Nabi Muhammad SAW mengenai keistimewaan menikah.

Allah SWT telah berfirman, ini merupakan bagian dari perintah Allah SWT. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ 

Wa ankiḥul-ayāmā minkum waṣ-ṣāliḥīna min ‘ibādikum wa imā'ikum, iy yakūnū fuqarā'a yugnihimullāhu min faḍlih(ī), wallāhu wāsi‘un ‘alīm(un).

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam