Kincai Media , MEDAN -- Pendiri Kesultanan Turki Utsmani, Osman I alias Osman Ghazi memulai kekuasaannya pada tahun 1299 M. Sementara itu di pantai utara Sumatra sudah berdiri Kesultanan Samudera Pasai yang dipimpin Sultan Malik as-Saleh.
Pakar Sejarah Aceh, Mizuar Mahdi mengatakan, Sultan Malik as-Saleh adalah sultan pertama Kesultanan Samudera Pasai yang wafat tahun 1297 M. Jadi aktivitas penyebaran Islam di daerah utara Sumatra sudah lebih dulu dilakukan Kesultanan Samudera Pasai sebelum Turki Utsmani didirikan.
"Baru pada abad ke-15 pengaruh Islamisasi di Asia Tenggara berjalan dengan sangat menakjubkan," kata Mizuar kepada Kincai Media , kemarin.
Ia menceritakan, pada masa Ratu Nahrasyiyah yang berkuasa sekitar tahun 1406-1428 M di Kesultanan Samudera Pasai, diduga Samudera Pasai sedang berkembang. Kemudian Sultan Zainal Abidin II alias Sultan Zainal Abidin Ra-Ubabdar yang dikenal sebagai penakluk gelombang melanjutkan kepemimpinan Ratu Nahrasyiyah.
Pada masa Sultan Zainal Abidin Ra-Ubabdar yang berkuasa sekitar tahun 1428-1438 M ini proses Islamisasi menyebar ke sejumlah pulau di area Asia Tenggara. "Di masa itu daerah-daerah yang menuturkan bahasa Melayu nyaris dapat dipastikan masyarakatnya memeluk kepercayaan Islam," ujarnya.
Mizuar mengatakan, pada masa keemasan Kesultanan Samudera Pasai, banyak tokoh-tokoh Islam dan cerdas pandai Muslim dari beragam negara yang menetap dan meninggal di daerah Samudera Pasai. Berdasarkan nama-nama tokoh Muslim yang tercatat dalam batu nisan besar kemungkinan mereka berasal dari Turki, Persia, India, Baghdad dan daerah-daerah lain di Timur Tengah.
Bahkan ditemukan makan seorang tokoh Islam dari keturunan Khalifah Abbasiyah. Besar kemungkinan tokoh-tokoh Islam dan cerdas pandai Muslim dari beragam negara yang datang ke Samudera Pasai turut memajukan Islam.
"Kemungkinan lantaran kemasyuran Kesultanan Samudera Pasai pada masa itu menjadi daya tarik bagi tokoh-tokoh Muslim dari beragam daerah mendatanginya," ujarnya.
Menurut Mizuar, mungkin di daerah tempat tinggal para tokoh Islam dan cerdas pandai Muslim sedang terjadi peperangan alias sedang tidak stabil. Sehingga mereka merasa Kesultanan Samudra Pasai bisa menjadi tempat hidup dan berlindung yang sangat kondusif untuk syiar Islam.
Kesultanan Samudera Pasai runtuh akibat terpengaruh invasi Portugis yang menginginkan menguasai kekayaan dan potensi yang dimiliki Samudera Pasai dan Selat Malaka. Kemudian berdiri Kesultanan Aceh Darussalam yang menghadang Portugis.
Aceh Darussalam juga pernah mencapai masa keemasan seperti yang telah dicapai Samudera Pasai. Aceh Darussalam maju di beragam bagian pengetahuan pengetahuan dan teknologi, kemajuan bertambah saat Aceh Darussalam menjalin hubungan yang erat dengan Kesultanan Turki Utsmani.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·