Di Balik Pernikahan Rasulullah Saw Dan Aisyah, Sosok Muslimah Yang Dipilih Allah Swt

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA — Aisyah binti Abu Bakar merupakan seorang wanita nan pandai dan sangat menjunjung tinggi pengetahuan pengetahuan.

Dengan pengetahuannya nan luas dan daya ingatnya nan kuat, tidak jarang dia mengusulkan pertanyaan-pertanyaan nan kemudian menjadi karena hukum-hukum fiqih berlaku, terutama fiqih wanita. Banyak ustadz nan bersaksi atas keilmuan Aisyah yang begitu tinggi.

Aisyah merupakan putri dari sahabat Nabi Muhammad SAW, ialah Abu Bakar Ash Shidiq. Aisyah merupakan jodoh nan telah Allah SWT siapkan untuk Nabi Muhammad SAW. Allah SWT apalagi menghadirkan Aisyah ke dalam mimpi Nabi SAW sebanyak dua kali. 

Dikutip dari kitab “Rahasia Rumah Tangga Rasulullah” oleh Yola Hemdi, setelah khadijah wafat, Rasulullah sangat bersungkawa dan hidup dalam kesendirian. Kemudian datanglah malaikat Jibril melalui mimpinya dengan mengisyaratkan seorang wanita nan bakal menjadi istri Rasulullah SAW . 

Karena isyarat jodoh ini datangnya dari Allah SWT, maka dapat dikatakan bahwa Dia telah memberikan dan memilihkan Aisyah untuk Rasul. Kemudian mimpi tersebut menjadi nyata, dan dalam sebuah sabda Nabi Muhammad SAW menceritakannya:

Pada masa lampau Rasulullah SAW, pernah bermimpi, bahwasanya beliau pernah diperlihatkan oleh malaikat Jibril seorang wanita nan wajahnya ditutupi kain sutra. Sembari memberi isyarat, Jibril berkata, "Ini adalah istrimu." Waktu itu Rasulullah SAW baru saja menduda setelah ditinggal wafat Khadijah. Masih dalam mimpinya, Rasul langsung menyingkapi kain sutra itu dan terlihatlah wajah Aisyah. Hebatnya, mimpi nan betul itu (ru'yah shadiqah) itu berulang sebanyak dua kali. Kemudian hari mimpi itu menjadi nyata, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Aisyah. Dan Rasulullah menceritakan mimpi itu kepada istrinya kelak. Lalu Aisyah berkata, jika mimpi itu berasal dari Allah SWT niscaya dia bakal menjadikannya kenyataan.

Dalam hadits tersebut juga terdapat dua makna penting, ialah tentang mimpi dan jodoh. Namun kedua perihal tersebut terjadi lantaran kuasa dan kehendak Allah SWT. Karena mimpi nan betul adalah perantara Allah SWT untuk memberikan sebuah isyarat mengenai suatu perihal nan bakal terjadi.

Dalam Islam mimpi bisa dikatakan sebagai sesuatu nan bisa ditafsirkan, bakal tetapi tidak semua orang bisa menafsirkannya dan tidak semua mimpi bisa ditafsirkan. Mimpi juga biasa disebut kembang tidur lantaran mimpi adalah bagian dari gambaran di alam bawah sadar ketika tidur. Ada kalanya mimpi ibaratkan angin lalu, tapi ada juga mimpi nan menjadi kenyataan.

Rasulullah SAW telah memimpikan Aisyah sebanyak dua kali artinya mimpi tersebut merupakan mimpi kebenaran nan datangnya dari Allah SWT. Terkadang kita tidak menyadari bahwa rahasia Allah SWT datang melalui mimpi.

Jodoh merupakan misteri nan senantiasa dipertanyakan, baik laki-laki maupun wanita, lantaran hanya Allah SWT nan mengetahui dan nan memutuskan dengan siapa kita disatukan. Dalam Alquran terdapat ayat-ayat tentang persoalan menikah dan jodoh, salah satu firman Allah SWT tentang jodoh adalah surat An-Nur ayat 26, nan artinya: 

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

"Wanita-wanita nan biadab adalah untuk laki-laki nan keji, dan laki-laki nan biadab adalah untuk wanita-wanita nan biadab pula. Dan wanita-wanita nan baik adalah untuk laki-laki nan baik, dan laki-laki nan baik adalah untuk wanita-wanita nan baik pula." 

Dalam ayat tersebut Allah SWT telah terang benderang menjelaskan bakal memberikan jodoh berasas adab dari hamba-Nya tersebut.

Aisyah adalah seorang wanita nan istimewa, salah satu istri nan paling dicintai oleh Rasulullah SAW. Budi pekerti dan adab mulia nan membikin Aisyah mendapat tempat terbaik di hati suaminya dan umat Islam. 

Allah SWT menyatukan Rasulullah SAW dan Aisyah lantaran kebaikan adab keduanya. Ini merupakan bukti nan nyata bahwasanya seseorang berjodoh dengan orang nan mempunyai gambaran diri nan sama, dan Allah SWT pasti memberikan sesuatu nan seimbang.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam