Di Manakah Adam-hawa Diturunkan Dan Di Mana Lokasi Pertemuan Keduanya? 

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA — Di manakah Adam dan Hawa diturunkan dan di manakah bertemunya? Belum ada keterangan nan paling sahih tentang itu. 

Namun, sebagian ustadz sepakat, bahwa keduanya diturunkan secara terpisah dan kemudian berjumpa di Jabal Rahmah, di Arafah. Jabal rahmah nan berfaedah bukit alias gunung kasih sayang, diyakini umat Islam sebagai tempat bertemunya antara Nabi Adam AS dengan istrinya Hawa,

Menurut Al Imam At Thabari dalam Tarikh-nya (jilid 1 hlm 121-126), bahwa Mujahid meriwayatkan keterangan Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutthalib nan mengatakan, ''Adam diturunkan dari surga ke bumi di negeri India.'' 

Abu Shaleh meriwayatkan juga dari Ibnu Abbas nan menerangkan bahwa Hawa diturunkan di Jeddah (Arab : Nenek perempuan) nan merupakan bagian dari Makkah. Kemudian dalam riwayat lain At-Thabari meriwayatkan lagi bahwa setan diturunkan di negeri Maisan, ialah negeri nan terletak antara Basrah dengan Wasith. Sedangkan ular diturunkan di negeri Asbahan (Iran).

Riwayat lain menyebutkan, Adam diturunkan di bukit Shafa dan Siti Hawa di bukit Marwah. Sedangkan riwayat lain menyebut Adam AS diturunkan di antara Makkah dan Thaif. Ada pula nan beranggapan Adam di turunkan di wilayah India, sementara Hawa diturunkan di Irak.

Alquran sendiri tidak menerangkan secara jelas dimana Adam dan Hawa diturunkan. Alquran hanya menjelaskan tentang proses diturunkanya Adam dan Hawa ke bumi. Lihat Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A'raaf [7]:11-25.

 وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا  هُمْ يَحْزَنُونَ

''Dan kami berfirman, ''Wahai Adam ! Tinggallah Engkau dan istrimu didalam surga, dan makanlah dengan niikmat (berbagai makanan) nan ada disana sesukamu. (Tetapi) janganlah Anda dekati pohon itu (khuldi, red), kelak Anda bakal termasuk orang-orang nan zalim.'' 

'Turunlah kamu! Sebagian Anda menjadi musuh bagi nan lain. Dan bagi Anda ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu nan ditentukan.  

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Mahapenerima tobat lagi Mahapenyayang.

''Turunlah Anda semua dari surga! Kemudian jika betul-betul datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak berduka hati.'' (QS Al Baqarah 35-38).

Sementara itu, menurut legenda dalam kepercayaan Kristen, setelah diusir dari Taman Eden (surga), Adam pertama kali menjejakkan kakinya di muka bumi di sebuah gunung nan dikenal sebagai Puncak Adam alias Al Rohun nan sekarang terdapat di Sri Lanka. 

Bila sebagian ustadz berbeda pendapat mengenai tempat diturunkannya Adam dan Hawa, namun mereka bermufakat jika keduanya kemudian berjumpa di Jabal Rahmah, setelah terpisah selama ratusan tahun.

Keyakinan bahwa bertemunya Adam dan Hawa di Jabal Rahmah di Arafah itu kemudian dikukuhkan dengan dibangunnya sebuah tugu oleh pemerintah Arab Saudi di tempat tersebut.

Al Imam Al Auza'ie meriwayatkan dari Hasan bin Athiyyah bahwa Adam dan Hawwa' menangis ketika turun di bumi selama 60 tahun lantaran menyesali beragam kenikmatan di surga nan tidak didapati lagi oleh keduanya di bumi ini. Keduanya juga menagis lantaran menyesali dosa nan dilakukan oleh keduanya. Demikian Ibnu Katsir meriwayatkannya dalam Kitab Al Bidayah Wa Al Nihayah, jilid 1 hlm 74. Wa Allahu A'lamu. 

sumber : Harian Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam