Dibalik ‘membeli Saat Harga Turun’, Apa Yang Harus Diperhatikan Investor Btc?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kincaimedia – Baru-baru ini, pasar mata uang digital sedang mengalami penurunan, dan muncul kembali strategi lama nan menggiurkan, ialah “membeli saat nilai turun”. Tapi hati-hati, karena Markus Thielen, CEO 10x Research, seorang mahir mata uang digital terkemuka memberikan nasihat penting.

Melansir dari newsbtc.com, kajian terbaru dari Thielen menunjukkan pandangan nan kurang optimis terhadap kondisi pasar saat ini. Karena itulah dia memperingatkan pada para penanammodal untuk tidak terlalu terburu-buru membeli ketika nilai sedang turun. 

“Dari apa nan saya lihat, nilai Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) belum mencapai titik terendahnya,” ungkap Thien.

Dalam risetnya, Thielen menggunakan pendekatan kajian nan komprehensif, dengan mencampurkan model-model matematis dan info untuk menyimpulkan pandangannya. 

“Harga Bitcoin kudu berada di atas US$ 60.000 sebelum penanammodal bisa berambisi untuk memandang lonjakan nan signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, seorang pengamat pasar makro berjulukan Alex Kruger juga menyuarakan pendapatnya mengenai perihal ini. Dalam perihal ini, Krüger mengaitkan penurunan nilai baru-baru ini dengan beberapa faktor, termasuk leverage pasar nan berlebihan, sentimen negatif nan merembet dari Ethereum.

Kruger membeberkan sejumlah argumen dari penurunan BTC ini berasas tingkat kepentingannya, yakni:

1. Terlalu banyak leverage (dana adalah perihal nan penting)

2. Pengaruh negatif Ethereum terhadap pasar (pasar memutuskan ETF tidak lolos)

3. Arus masuk negatif dari ETF Bitcoin (hati-hati, info adalah T+1)

4. Mania altcoin Solana (terlalu berlebihan)

Di sisi lain melansir dari ambcrypto.com, Ali Martinez nan merupakan seorang analis mata uang digital terkenal, baru-baru ini memposting cuitan nan menyebut area support kunci untuk BTC. Cuitan tersebut menyebut bahwa BTC mempunyai support kuat di sekitar US$ 61.100. 

“Jika BTC kandas menguji support tersebut, nilainya mungkin juga merosot menjadi US$ 56.000,” kata Martinez.

Kendati demikian, jika BTC sukses memperkuat di atas US$ 61.100, maka bisa saja mengalami pembalikan tren dan mencapai area resistensi dekat dengan tanda US$ 66.000 sekali lagi. Kemungkinan pembalikan tren tidak dapat diabaikan, lantaran aSORP BTC berubah menjadi hijau.

“Ini berfaedah bahwa lebih banyak penanammodal menjual dengan kerugian,” pungkas Martinez.

Catatan: Berita ini merupakan prediksi para ahli, minta simak disclaimer di bawah artikel

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di Kincaimedia bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincaimedia tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis
Berita Bitcoin, Kripto dan Bisnis