Doa Nabi Adam

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia– Berikut ini adalah angan Nabi Adam. Sejatinya, angan merupakan salah satu langkah bagi umat manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Dalam kepercayaan Islam, angan mempunyai peran krusial dalam memohon ampunan, pertolongan, dan beragam kebutuhan lainnya kepada Allah SWT. Salah satu angan nan dianggap spesial adalah angan Nabi Adam agar dosa diampuni.

Nabi Adam adalah manusia pertama nan diciptakan oleh Allah SWT. Beliau dan istrinya, Hawa, ditempatkan di surga namun kemudian diusir lantaran kesalahan nan dilakukan. Meskipun begitu, Nabi Adam tetap merupakan sosok nan dihormati dalam Islam sebagai salah satu nabi nan diutus oleh Allah SWT.

Doa Nabi Adam agar dosa diampuni sangatlah krusial bagi umat Islam nan mau memperoleh pembebasan dari Allah SWT atas kesalahan dan dosa-dosa nan telah dilakukan. Doa tersebut mengandung rasa penyesalan, kesadaran bakal kekhilafan, serta angan bakal pembebasan dan rahmat Allah SWT.

Doa Nabi Adam
Nah berikut ini angan Nabi Adam sebagaimana dijelaskan oleh Habib Muhammad bin Alawi al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban laman 108;

اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ سِرِّيَّ وَعَلَانِيَتِي فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِي وَتَعْلَمُ حَاجَتِي فَأَعْطِنِي سُؤْلِي وَتَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِي وَيَقِينًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيبُنِي إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَرَضِّنِي بِقَضَائِكَ فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ يَا آدَمُ إِنَّكَ دَعَوْتَنِي بِدُعَاءٍ فَاسْتَجَبْتُ لَكَ فِيهِ وَلَنْ يَدْعُونِي بِهِ أَحَدٌ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ مِنْ بَعْدِكَ إِلَّا اسْتَجَبْتُ لَهُ وَغَفَرْتُ لَهُ ذَنْبَهُ وَفَرَّجْتُ هَمَّهُ وَغَمَّهُ وَاتَّجَرْتُ لَهُ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تَاجِرٍ وَأَتَيْتُهُ الدُّنْيَا رَاغِمَةً وَإِنْ كَانَ لَا يُرِيدُهَا

Allahumma innaka ta’lamu sirriyya wa ‘alaniyati faqbal ma’dhirati wa ta’lamu hajati fa’aṭini su’li wa ta’lamu ma fi nafsi faġfir li dhambi Allahumma inni as’aluka imanan yubāshiru qalbi wa yaqīnan ṣādiqan ḥattā a’lamahū annahu lā yuṣībunī illā mā katabta lī wa raḍḍinī bi-qaḍā’ika fa-awḥā Allāhu ilayhi yā Ādāmu innaka da’awtanī bidu’ā’in fa-istajabtu laka fīhi wa lan yad’ūnī bihi aḥadun min dhurriyyatika min ba’dika illā istajabtu lahu wa ghaḏarṭu lahu ḏanbahu wa farraṭu hamahu wa ġammahu wa at-tajarṭu lahu min warā’i kulli tājirin wa ataytuhu ad-dunyā rāg̲imatan wa in kāna lā yurīduhā.

Artinya; Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan terang-terangan diriku. Maka terimalah permintaan maafku. Engkau mengetahui kebutuhanku. Maka berikanlah saya apa nan saya minta. Engkau mengetahui apa nan ada di dalam diriku. Maka ampunilah dosaku. Ya Allah, saya memohon kepada-Mu ketaatan nan meresap ke dalam hatiku dan kepercayaan nan benar, sehingga saya mengetahui bahwa tidak ada nan menimppaku selain apa nan telah Engkau tuliskan untukku. Dan ridhakan saya dengan ketetapan-Mu.

Maka Allah mewahyukan kepadanya, “Wahai Adam, sesungguhnya Anda telah bermohon kepada-Ku dengan doa, dan Aku telah mengabulkannya untukmu. Dan tidak ada seorang pun dari keturunanmu setelahmu nan bermohon dengan angan ini selain Aku bakal mengabulkannya, mengampuni dosanya, melapangkan kesedihan dan kesusahannya, dan Aku bakal menjadikannya pedagang nan lebih unggul dari semua pedagang, dan Aku bakal memberikannya bumi dengan penuh kerelaan meskipun dia tidak menginginkannya.

Dengan demikian, angan Nabi Adam agar dosa diampuni adalah salah satu corak ibadah nan krusial dalam kepercayaan Islam. Dengan memanjatkannya dengan tulus dan ikhlas, umat Islam diharapkan dapat memperoleh pembebasan serta mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah