Doa Sesudah Thawaf

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia – Imam Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, menjelaskan bahwa ketika selesai melaksanankan rangkaian ibadah thawaf maka dianjurkan untuk membaca angan sesudah thawaf. Nah berikut angan sesudah thawaf.

اللَّهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ يَا ذَا الْجُودِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَالْإِحْسَانِ اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ

Allahuma yaa rabbal baitil ‘atiiqi a’tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa’inaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa aulaadina minan naari yaa dzal juudi wal karami wal fadhli wal manni wal a’tha’i wal ihsaani. Allahumma ahsin ‘aqiibatanaa fil umuuri hullihaa wa ajirna min khizyiddun-yaa wa ‘adzaabil aakhirati.

Artinya; Ya Allah, nan memelihara Ka’bah ini, bebaskanlah diri kami, bapak dan ibu kami, saudara-saudara dan anak-anak kami dari siksa neraka, wahai Tuhan nan Maha Pemurah, Maha Dermawan, dan nan mempunyai keutamaan, kemuliaan, kelebihan, anugerah, pemberian, serta kebaikan. Ya Allah, perbaikilah akhir segenap urusan kami dan jauhkanlah kami dari kehinaan bumi serta siksa di alambaka kelak.

Pengertian Tawaf

Thawaf merupakan salah satu rukun haji dan umrah nan wajib dilakukan oleh umat Islam. Ibadah ini melambangkan penghormatan kepada Allah SWT dan menunjukkan ketundukan hamba kepada Sang Pencipta.

Thawaf dilakukan dengan langkah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran berlawanan arah jarum jam. Dimulai dari Hajar Aswad, batu hitam nan berada di perspektif Ka’bah, dan diakhiri di Hajar Aswad pula. Setiap putaran, jemaah dianjurkan untuk mencium Hajar Aswad, namun jika tidak memungkinkan, cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya.

Selama tawaf, jemaah dianjurkan untuk melafalkan doa-doa tertentu dan melakukan beberapa ibadah sunnah, seperti berlari mini di antara Rukun Yamani dan Rukun Iraqi, dan menempelkan pipi ke Multazam, tembok Ka’bah nan berada di antara Rukun Hajr Ismail dan Rukun Syami.

Thawaf bukan hanya ritual fisik, tetapi juga perjalanan spiritual nan mendalam. Di saat tawaf, jemaah diingatkan kembali tentang keesaan Allah SWT dan keagungan Islam. Tawaf juga menjadi momen untuk merenungkan dosa-dosa dan memohon pembebasan kepada Allah SWT.

Melalui tawaf, umat Islam diajak untuk meneladani kesatuan dan persaudaraan, lantaran di saat tawaf, semua jemaah, tanpa memandang status sosial, ras, dan warna kulit, berasosiasi padu mengelilingi Ka’bah dengan penuh intens dan ketundukan.

Thawaf merupakan ibadah nan penuh makna dan mempunyai banyak faedah bagi pelakunya. Selain meningkatkan keagamaan dan ketakwaan, tawaf juga dapat melatih kesabaran, kedisiplinan, dan rasa persaudaraan.

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah