Dua Cara Menghindari Prasangka Buruk Dan Tenangkan Hati

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Prasangka jelek terhadap orang lain merupakan sikap tercela dan dapat merugikan diri sendiri. Biasanya, orang nan mudah berprasangka jelek adalah orang nan jauh dari Allah SWT. 

Sehari-harinya melakukan maksiat, jarang beribadah, jarang berdzikir, dan jarang melakukan sunnah Rasulullah SAW. Sehingga keadaan hatinya menjadi kotor nan membuatnya mudah berprasangka jelek terhadap orang lain. 

Allah SWT. berfirman sebagai berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ

Wahai orang-orang nan beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah Anda mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara Anda nan menggunjing sebagian nan lain. (QS. Al-Hujurat: 12).

Menurut firman di atas, Allah menegaskan kepada umat Muslim untuk menjauhi prasangka buruk, karena prasangka jelek termasuk sikap tercela. 

Berprasangka jelek adalah kecenderungan untuk mengasumsikan hal-hal nan negatif alias tidak baik tentang orang alias situasi, tanpa cukup bukti alias pemahaman nan memadai. Kebiasaan ini bisa mempunyai akibat nan merugikan, baik secara pribadi maupun sosial.

Bahaya berprasangka jelek adalah sebagai berikut:

Pertama, terjadi penilaian nan tidak adil

Ketika seseorang sudah mempunyai prasangka negatif terhadap orang alias situasi tertentu, mereka condong untuk memandang segala sesuatu dari perspektif pandang nan negatif, apalagi jika ada bukti nan menunjukkan sebaliknya. 

Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan dalam hubungan sosial, keputusan nan tidak tepat, dan bentrok nan tidak perlu.

Selain itu, berprasangka jelek juga dapat merusak hubungan antarmanusia. Ketika seseorang selalu mengasumsikan nan terburuk tentang orang lain, itu bisa membikin orang lain merasa tidak dihargai alias tidak dipercaya. 

Hubungan nan sehat dan produktif memerlukan dasar kepercayaan dan saling pengertian, nan susah terwujud jika terus-menerus ada prasangka negatif nan menghalangi komunikasi dan kerja sama.

Muhammad Al-Habsyi merespons mengenai bahayanya berprasangka jelek nan diungkapkan pada kanal Youtubenya pada Januari lalu. Ia mengatakan, berprasangka jelek bisa dihindari dengan beberapa langkah ialah membangun mental untuk memandang kebaikan orang lain, dan belajar membersihkan hati. 

Setiap kali mendengar kejelekan orang lain, kita kudu selalu mengingat sisi kebaikan orang tersebut. Sehingga tidak timbul prasangka jelek nan mengakibatkan dosa. 

Kedua, belajar membersihkan hati

Rasulullah SAW bersabda:

“Ketahuilah sesungguhnya di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika dia baik, maka oke seluruh personil tubuh dan jika rusak, maka rusaklah seluruh personil tubuh. Ketahuilah dia adalah hati.” (HR. Al-Bukhari).

Dengan demikian, sikap seseorang tergantung dari kondisi hatinya. Jika seseorang mempunyai hati nan bersih, maka tidak bakal mudah berprasangka jelek terhadap orang lain. Tapi sebaliknya, jika keadaan hati seseorang kotor, maka setiap tindakannya bisa merugikan orang lain, selalu berprasangka jelek terhadap orang lain, terhadap diri sendiri, dan Allah SWT. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam