Dua Hal Yang Wajib Dihindari Jika Menginginkan Rezeki Berlimpah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Ilustrasi bekerja untuk mendapatkan rezeki berlimpah.

KINCAIMEDIA, JAKARTA — Ada dua poin besar nan menghalang seseorang mendapatkan rezeki berlimpah. Dua poin ini menjadi penghalang utama bagi siapapun nan menginginkan banyak kenikmatan. Dua perihal itu adalah sebagai berikut 

Pertama, tidak menunaikan tanggungjawab bayar amal dan tidak pula melaksanakan rekomendasi infak

Padahal rekomendasi tersebut diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Padahal, infak adalah salah satu aspek terbesar seseorang diberi penghidupan nan berkah, tumbuh, berkembang, dan berkesinambungan.

Ingatlah selalu firman Allah SWT berikut ini:

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَننفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa nan dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa nan dikehendaki-Nya)". Dan peralatan apa saja nan Anda nafkahkan, maka Allah bakal menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki nan sebaik-baiknya" (QS Saba ayat 39).

Karena itu, seorang Muslim nan tidak bayar amal dan tidak bersedekah, maka perihal tersebut menjadi aspek penyebab sempitnya rezeki, dan berkurangnya serta hilangnya keberkahan hidup.

Kedua, memutus tali silaturahim

Memutus tali silaturahim merupakan salah satu penyebab terbatasnya rezeki. Nabi SAW telah berpesan bahwa menjaga tali silaturahmi merupakan salah satu penyebab luasnya rezeki.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

(مَن سَرَّهُ أنْ يُبْسَطَ عليه رِزْقُهُ، أوْ يُنْسَأَ في أثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ)

"Siapa nan mau dilapangkan pintu rizeki untuknya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung tali silaturrahmi" (HR Bukhari).

Menyambung tali silaturahim ini antara lain dengan melakukan kunjungan, memberikan bingkisan alias support jika diperlukan, dan melakukan komunikasi dengan perkataan nan baik, lemah lembut, serta keikutsertaan dalam suka dan duka.

sumber : Republika

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam