Durhaka Secara Zahir Dan Diam-diam, Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Orang tua adalah pilar utama dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak-anak mereka. Namun, sayangnya, dalam beberapa kasus, hubungan antara orang tua dan anak bisa terjerat dalam bentrok nan disebabkan oleh perilaku durhaka. 

Durhaka sebagai tindakan tidak hormat alias tidak alim terhadap orang tua, merupakan masalah nan kompleks dan seringkali menghasilkan akibat nan menyakitkan bagi kedua belah pihak.

Perlu dipahami bahwa durhaka tidak hanya terbatas pada tindakan-tindakan nan terlihat secara fisik, tetapi juga bisa berkarakter emosional dan psikologis. 

Misalnya, mengabaikan nasehat orang tua, memilih untuk tidak mendengarkan mereka, alias apalagi menyalahgunakan kepercayaan nan diberikan oleh orang tua merupakan corak durhaka nan dapat merusak hubungan.

Akan tetapi, apakah durhaka hanya bisa dinobatkan dari anak kepada orang tua? Apakah ada orang tua nan durhaka terhadap anaknya? 

Dalam pidato Buya Yahya menjelaskan bahwa pentingnya kesadaran menjadi seorang anak terlebih dulu sebelum memikirkan menjadi orang tua. 

Buya Yahya menyoroti bahwa menjadi seorang anak nan baik merupakan langkah pertama nan kudu diambil sebelum memikirkan peran sebagai orang tua di masa depan. Menjadi anak nan berkhidmat dan memperhatikan kesejahteraan orang tua merupakan kunci dalam aliran kepercayaan dan nilai-nilai moral nan luhur.

Ditekankan bahwa berkhidmat kepada orang tua adalah tanggungjawab besar nan diatur dalam aliran agama, namun juga krusial untuk memperhatikan bahwa orang tua juga mempunyai tanggung jawab terhadap anak-anak mereka.

Dengan demikian, saat ini setiap anak hanya perlu konsentrasi untuk berkhidmat kepada orang tua. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam