Empat Bahaya Memutus Persaudaraan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Dalam aliran Islam, menjaga tali silaturahmi dianggap sebagai salah satu aspek krusial dalam membangun hubungan antar manusia. 

Pentingnya menjaga tali silaturahmi dalam Islam tercermin dalam beragam ayat Alquran dan hadis. Oleh lantaran itu, setiap Muslim nan tidak menjaga tali silaturahminya dengan sesama saudaranya bakal mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Berikut ancaman dari memutuskan tali silaturahmi. 

Pertama, bakal terputus hubungan dengan Allah

Abdurrahman ibnu ‘Auf berbicara bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ

Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa nan menyambungnya, niscaya Aku bakal menjaga haknya. Dan siapa nan memutusnya, niscaya Aku bakal memutus dirinya. (HR. Ahmad).

Hadis di atas menggambarkan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi. Allah mengaitkan tali rahim dengan salah satu dari-Nya, ialah Ar Rahman, nan berfaedah Maha Pengasih. Ini menunjukkan sungguh pentingnya hubungan family dan kekerabatan dalam Islam.

Allah menegaskan bahwa siapa pun nan memutus hubungan silaturahmi bakal dihadapkan pada pemutusan hubungan dari-Nya sendiri. Artinya, orang tersebut bakal kehilangan rahmat dan perlindungan Allah.

Dalam konteks sosial, menjaga hubungan silaturahmi merupakan salah satu aspek krusial dalam membangun masyarakat nan selaras dan penuh kasih sayang. Dengan menjaga hubungan baik dengan family dan kerabat, kita dapat menciptakan lingkungan nan saling mendukung dan membantu satu sama lain.

Kedua, Allah bakal murka kepada orang nan memutus tali silaturahmi

Allah bakal menyokong dan memberi pahala kepada orang-orang nan sabar menghadapi personil keluarganya nan sulit, namun bakal murka kepada orang-orang nan berperilaku jelek dan memutus silaturahmi dengan keluarganya.

Abu Hurairah berkata, nan artinya: “Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya punya family nan jika saya berupaya menyambung silaturahmi dengan mereka, mereka berupaya memutuskannya, dan jika saya melakukan baik pada mereka, mereka kembali melakukan jelek kepadaku, dan mereka bersikap acuh tak acuh padahal saya bermurah hati pada mereka”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kalau memang halnya seperti nan engkau katakan, (maka) seolah-olah engkau memberi mereka makan dengan bara api dan pertolongan Allah bakal senantiasa mengiringimu selama keadaanmu seperti itu. (HR. Muslim no. 2558).

Hadis ini menegaskan bahwa Allah bakal mendukung dan memberi pahala kepada orang-orang nan sabar dan tetap menjaga hubungan silaturahmi meskipun dihadapkan pada kesulitan dan perlakuan jelek dari personil keluarganya. Rasulullah menyamakan situasi ini dengan memberi makan dengan bara api, nan menggambarkan sungguh sulitnya tetap sabar dalam menjaga hubungan dengan family nan sulit.

Namun, Allah bakal murka kepada orang nan memutus tali silaturahmi dan berperilaku jelek terhadap personil keluarganya. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan silaturahmi adalah salah satu tanggungjawab nan sangat krusial dalam Islam dan  Allah tidak meridhai perilaku nan bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.

Dalam situasi susah seperti ini, sabar, ikhlas, dan berupaya untuk tetap menjaga hubungan nan baik dengan family menjadi kunci, lantaran pahala dan support Allah senantiasa mengiringi orang-orang nan teguh dalam menjalankan perintah-Nya.

Ketiga...Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam