Empat Hal Yang Bikin Anda Kembali Bangun Sahur Untuk Puasa Syawal

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Dalam hadits nan diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari, Nabi SAW bersabda, "Siapa nan berpuasa di bulan Ramadhan lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah dia telah berpuasa setahun penuh." (HR Muslim).

Bulan Syawal dikhususkan untuk menjalankan puasa tambahan, lantaran bulan ini berada di waktu setelah Ramadhan. Puasa sunnah enam hari ini mempunyai keistimewaan nan besar dalam Islam.

Diriwayatkan dari Thauban bahwa Nabi SAW bersabda, "Puasa Ramadhan seumpama menjalankan puasa sepuluh bulan. Puasa enam hari di bulan Syawal seumpama menjalankan puasa dua bulan. Penggabungan ini seumpama puasa sepanjang tahun. (HR Ibnu Khuzaimah dan An Nasa'i).

Imam An Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan, para ustadz menjelaskan bahwa puasa tersebut ialah Ramadhan nan kemudian disertai puasa Syawal, seumpama menjalankan puasa setahun, lantaran pahalanya berlipat sepuluh kali lipat. Oleh lantaran itu puasa bulan Ramadhan seumpama puasa 10 bulan, dan puasa enam hari di bulan Syawal seumpama puasa dua bulan.

Apa saja keistimewaan puasa enam hari di bulan Syawal? Berikut penjelasannya.

1. Pahala besar

Puasa enam hari di bulan Syawal setelah menjalankan puasa Ramadhan memberikan pahala bagi seseorang seumpama berpuasa sepanjang tahun.

2. Menutupi Kekurangan

Puasa Sya'ban dan Syawal seumpama sholat sunnah nan mengiringi salat wajib lima waktu. Seperti halnya shalat Sunnah, puasa tambahan ini menutupi kekurangan kita dalam menjalankan ibadah wajib.

Pada hari kiamat, ibadah sunnah kita bakal menutupi kekurangan kita dalam melaksanakan tugas kita. Kebanyakan dari kita mempunyai kekurangan dalam menjalankan puasa Ramadhan. Kita perlu sesuatu untuk menutupi kekurangan tersebut.

3. Tanda Diterimanya Ramadhan

Kembalinya kita pada kebiasaan berpuasa tepat setelah Ramadhan, ialah pada bulan Syawal, merupakan tanda diterimanya puasa Ramadhan. Ketika Allah menerima ibadah kita, Dia memberikan keberkahan kepada hamba-Nya untuk melakukan ketakwaan lebih lanjut. Maka, menyertai satu kebaikan shaleh dengan ibadah lain nan sejenis merupakan tanda bahwa ibadah pertama telah diterima oleh Allah.

4. Sebagai Rasa Syukur

Siapa nan menjalankan puasa Ramadhan mendapatkan pahala pada hari Idul Fitri. Membiasakan kembali berpuasa segera setelahnya merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat nan telah kita terima. Tidak ada berkah nan lebih besar daripada pemaafan dosa.

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kita untuk berterima kasih atas nikmat puasa Ramadhan dan melakukannya dengan menyebut Dia dan melalui langkah mengucap syukur lainnya.

Allah berfirman, "... Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah Anda mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya nan diberikan kepadamu, agar Anda bersyukur." (QS Al Baqarah ayat 185).

Dengan demikian, puasa enam hari di bulan Syawal merupakan salah satu langkah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat Allah SWT dalam menjalankan puasa Ramadhan.

Generasi salaf terdahulu, berupaya bangun di malam hari untuk melaksanakan sholat tahajud. Ketika Allah memberkahi mereka sehingga bisa bangun dan melakukannya, maka mereka bakal berpuasa keesokan harinya sebagai rasa syukur kepada Allah lantaran telah memberikan kemudahan dan keberkahan kepada mereka dalam melaksanakan sholat Tahajud.

Suatu ketika, Wuhaib bin Al Ward ditanya tentang keberkahan beragam ibadah, lampau dia menjawab, "Jangan bertanya tentang keberkahan nan bisa diperoleh dengan melakukan ibadah tersebut. Sebaliknya, tanyakanlah gimana Anda dapat menunjukkan rasa syukurmu kepada Allah jika Dia memberkahimu untuk melakukan perihal tersebut, lantaran Dialah nan membantu kita dalam melakukan perihal tersebut."

Setiap nikmat nan Allah berikan adalah sesuatu nan patut kita syukuri. Terlebih lagi, ketika Allah memberkati kita untuk menunjukkan rasa syukur, ini adalah nikmat lebih lanjut dari Allah nan patut kita syukuri lebih lanjut. Jika kita lebih berterima kasih lagi, ini merupakan berkah lain nan patut kita syukuri.

Ini tidak ada habisnya. Ketika kita menyadari bahwa rasa syukur kita tidak pernah cukup, inilah ungkapan rasa syukur tertinggi nan bisa kita berikan.

Sumber:

https://aboutislam.net/reading-islam/living-islam/these-4-virtues-will-motivate-you-to-fast-6-days-of-shawwal/

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam