Empat Janji Allah Kepada Orang Beriman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Kehidupan manusia tidak selalu melangkah lancar, melainkan seringkali dihadapkan pada tantangan dan rintangan nan menguji ketahanan dan keberanian. Dalam perjalanan hidupnya, setiap perseorangan bakal mengalami beragam macam ujian dan ujian nan menguji kekuatan fisik, mental, dan spiritualnya.

Pertama, bersyukur

Namun, seberat apapun ujian nan dialami oleh setiap manusia, hendaknya berterima kasih kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Karena, Allah SWT dalam Alquran menganjurkan umat Muslim untuk senantiasa berterima kasih dengan segala nikmat dan pemberian-Nya. 

Bersyukur adalah sikap nan krusial dalam Islam, lantaran dengan berterima kasih seseorang mengakui dan menghargai karunia Allah nan tiada henti. Di sisi lain, jika seseorang selalu berterima kasih atas apapun nan Allah berikan, maka dia bakal mendapatkan nikmat nan lebih banyak dari Allah.

Sebagaimana Allah janjikan dalam Surat Ibrahim ayat 7, nan berbunyi:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika Anda bersyukur, niscaya Aku bakal menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika Anda mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku betul-betul sangat keras. (QS. Ibrahim: 7).

Kedua, Allah bakal mengingat umat-Nya jika umat-Nya mengingat Allah

Manusia dalam segala aspek kehidupannya sering kali terpaku pada dualitas senang dan susah. Namun, di tengah riuhnya lautan emosi dan tantangan, ada satu perihal nan menenangkan ialah mengingat Allah. 

Ketika senang manusia sering tergoda untuk melupakan asal-usulnya, terhanyut dalam kesenangan duniawi. Namun, mengingat Allah dalam momen kebahagiaan mengajarkan rasa syukur nan mendalam, mengakui bahwa semua karunia berasal dari Allah. 

Begitupun dalam keadaan kesulitan, manusia kudu selalu melibatkan Allah, mengingat Allah, dan meminta pertolongan hanya kepada Allah. Karena, setiap kondisi nan dialami oleh manusia datangnya dari Allah sehingga sudah semestinya manusia kembali kepada Allah dengan memohon pertolongan-Nya. 

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 152, Allah menjanjikan kepada manusia bakal selalu mengingat mereka, jika manusia itu selalu mengingat kepada Allah SWT. 

فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun bakal ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah Anda ingkar kepada-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152). 

Ketiga, Allah menjanjikan kepada umat Muslim nan selalu beristighfar

Maka memperbanyak minta pembebasan bakal menghindari seseorang dari hukuman.

Sebagaimana dalam Surat Al-Anfal ayat 33 dijelaskan:

وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Allah sekali-kali tidak bakal mengazab mereka selama engkau (Nabi Muhammad) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak bakal mengazab mereka selama mereka memohon ampunan. (QS. Al-Anfal: 33). 

Memohon pembebasan adalah pengakuan atas kesalahan dan kelemahan manusia. Dalam Islam, manusia dianggap sebagai makhluk nan rentan melakukan kesalahan, dan dengan memohon ampunan, mereka mengakui bahwa mereka tidak sempurna dan memerlukan rahmat dan pemaafan Allah.

Di sisi lain, memohon pembebasan juga dianggap sebagai tindakan nan menunjukkan ketaatan dan ketergantungan kepada Allah. Dengan merendahkan diri dan mengakui dosa-dosa mereka, umat Muslim menyadari bahwa hanya Allah nan bisa mengampuni dan membersihkan mereka dari dosa-dosa tersebut.

Keempat, janji Allah dalam Alquran ialah mendoakan umat Muslim nan bermohon kepada Allah 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya bakal Aku perkenankan bagimu (apa nan Anda harapkan).” Sesungguhnya orang-orang nan menyombongkan diri tidak mau beragama kepada-Ku bakal masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan buruk dina. (QS. Ghafir: 60). 

Melalui doa, umat Muslim mengakui bahwa hanya Allah nan mempunyai kekuatan untuk memenuhi segala kebutuhan dan mengabulkan permohonan mereka.

Dengan demikian, Allah bakal memberikan segala sesuatu kebutuhan umat Muslim jika mereka menetapkan Allah menjadi nomor pertama untuk meminta pertolongan melalui doa. 

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam