Empat Kebiasaan Orang Beriman

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Sebagai manusia nan beriman, seorang Muslim mempunyai tanggungjawab untuk menjalani hidup dengan penuh kesadaran bakal keberadaan Allah, serta mempraktikkan ajaran-Nya dalam setiap aspek kehidupan.

Kewajiban itu tidak hanya melakukan tanggungjawab ibadah, tetapi juga menjaga hubungan nan baik dengan sesama, memperjuangkan keadilan, dan mengamalkan nilai-nilai moral dalam segala tindakan.

Dengan demikian, menjadi manusia nan beragama adalah sebuah perjalanan spiritual nan mengubah langkah seorang Muslim berinteraksi dengan bumi dan sesama manusia, menginspirasi untuk menjadi pribadi nan lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Ibnu Hajar al Asqalani rahimahullah berkata:

"Seorang mukmin, dia selalu merasa takut, selalu beramal untuk mendekatkan diri kepada Allah, selalu menganggap sedikit kebaikan sholeh nan telah dia kerjakan, dan senantiasa cemas terhadap kejelekan nan dia lakukan meskipun hanya sedikit.” (Fathul Baari 105/11).

Oleh lantaran itu, ciri-ciri orang beragama dikategorikan menjadi 4, di antaranya:

Pertama, orang nan selalu takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Orang mukmin yang takut kepada Allah menghayati kebesaran-Nya dan menyadari bahwa setiap tindakan mereka bakal dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Takut kepada Allah merupakan salah satu aspek krusial dalam ketaatan seorang mukmin. Namun, takut kepada Allah bukanlah sekadar ketakutan bakal siksaan-Nya, melainkan ketakutan nan didasari oleh penghargaan, cinta, dan kesadaran bakal keagungan-Nya.

Allah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 18:

وَلَمۡ يَخۡشَ اِلَّا اللّٰهَ‌ فَعَسٰٓى أُو۟لَٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

Dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang nan diharapkan termasuk golongan orang-orang nan mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah: 18). 

Kedua, orang nan beramal sholeh

Orang nan beragama adalah mereka nan tidak hanya mempunyai kepercayaan dalam hati tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Amal sholeh adalah manifestasi nyata dari keagamaan nan kuat. 

Melalui kebaikan sholeh, seseorang menunjukkan ketulusan hatinya kepada Allah dan berupaya untuk memperbaiki diri serta berkontribusi positif dalam masyarakat.

Dengan melakukan kebaikan sholeh, seorang mukmin menggambarkan karakter nan esensial dalam Islam, ialah kesalehan dan kebajikan.

Sebagaimana dalam Surat An-Nahl ayat 97 dijelaskan:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka pasti bakal Kami berikan kepadanya kehidupan nan baik dan bakal Kami beri jawaban dengan pahala nan lebih baik dari apa nan telah mereka kerjakan. (QS. An-Nahl: 97). 

Ketiga, selalu menganggap sedikit kebaikan soleh nan telah dia kerjakan

Sebagai seorang mukmin, sifat kesederhanaan dalam menilai kebaikan sholeh nan telah dilakukan adalah karakter nan sangat penting. Kesederhanaan ini tercermin dalam sikap rendah hati dan rendah diri nan membikin seseorang tidak terlalu membesarkan amalannya. 

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam