Empat Tempat Suci Di Makkah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Pembatas di depan Kabah.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Setiap tahun, jutaan umat Muslim dari beragam bagian bumi berkumpul di kota suci Makkah untuk menjalankan tanggungjawab kepercayaan nan mulia ini. Ibadah Haji bukan hanya sekedar ritual fisik, tetapi juga merupakan perjalanan spiritual nan mendalam bagi setiap orang nan melakukannya.

Untuk itu, setiap umat Muslim kudu mengetahui tempat-tempat nan berhistoris sekitar Ka’bah 

Pertama, Hijir Ismail alias Hateem

Hijr Ismail adalah nama tembok rendah nan disebut juga Hateem. Hijr Ismail adalah bagian dari Kabah yang berbentuk tembok separuh lingkaran terbuat dari marmer putih dan terletak di tembok Barat Laut Kabah. Tembok tersebut mempunyai ketinggian 1,33 meter dan lebar 0,90 meter.

Menurut cerita dalam Alquran, Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail, diperintahkan oleh Allah untuk membangun Kabah sebagai tempat ibadah nan suci. 

Selama proses pembangunan, Nabi Ibrahim memerintahkan Nabi Ismail untuk membawakan batu-batu untuk konstruksi. 

Diberi nama Hijir Ismail alias Batu Ismail lantaran di sana tempat Nabi Ibrahim alaihissalam membangun tempat berlindung untuk putranya Nabi Ismail alaihissalam dan istrinya Hajrah. 

Umat Islam nan berjamu ke Kabah tidak diperbolehkan memasuki alias melangkah di dalam ruang antara tembok Ka'bah dan Hateem. 

Kedua, Al Multazam

Al Multazam adalah sebuah tempat di dalam Masjidil Haram yang merupakan tempat suci bagi umat Islam. Terletak di antara Hajar Aswad dan pintu masuk Kabah, Al Multazam adalah area di mana doa-doa diyakini lebih mungkin dikabulkan oleh Allah SWT.

Selain itu, Al Multazam juga menunjukkan persatuan umat Islam dari beragam bangsa dan budaya nan berkumpul di Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah. Tempat ini menjadi saksi dari keragaman umat Islam nan berasosiasi dalam keagamaan dan ibadah kepada Allah SWT.

Alhamdulillah Multazam juga merupakan salah satu tempat terkabulnya doa. Sebagaimana contoh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam beriltizam dengan langkah menempelkan dadanya dan pipinya nan kanan, kemudian pula kedua tangan dan telapak tangan membentang pada tembok tersebut.

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam