Enam Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA — Bulan Dzulhijjah merupakan bulan nan mulia bagi umat Islam. Pada bulan ini juga, Allah menjanjikan pahala nan besar bagi mereka nan mengerjakan ibadah sunnah di bulan Dzulhijjah, salah satunya adalah ibadah berpuasa pada hari arafah. 

Rasulullah SAW bersabda: “Puasa pada hari Arafah (9 Dzulhijah) dapat melebur dosa-dosa tahun nan lampau dan nan bakal datang.”

Dikutip dari kitab “Hidup Tenang dan Dikejar-Kejar Rezeki” karya Zainal Abidin, beberapa fadhilah melakukan pasa Dzulhijjah ini banyak mengenai dengan beberapa hari krusial nan terdapat dalam bulan dzulhijjah. Di antaranya ibadah haji, hari raya Idul Adha, dan keistimewaan 10 hari pertama di bulan dzulhijjah.

Berikut ini beberapa fadhilah dan keberkahan bulan Dzulhijjah.

1. Beramal shalih pada sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah (termasuk mengerjakan puasa sunnah) mempunyai keistimewaan nan lebih dibanding dengan hari-hari lainnya.

2. Said bin Jubair Ra. meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas Ra. nan berkata, "Apabila Anda masuk ke dalam sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, maka bersungguh-sungguhlah sampai nyaris saja dia tidak bisa menguasainya (melaksanakannya)." (HR. Darimi).

3. Penjelasan nan lain dikutip dari kitab Fathul Baari. Ibnu Hajar berkata, "Sebab nan jelas tentang keistimewaan sepuluh hari pada bulan Dzulhijjah adalah lantaran pada hari tersebut merupakan waktu berkumpulnya ibadah-ibadah utama, ialah shalat, puasa, shadaqah, dan haji. Dan, itu tidak ada di hari-hari selainnya."

4. Keutamaan nan lebih unik pada hari kesembilan sebagai hari Arafah. Pada hari ini, para jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. 

Wukuf merupakan rukun utama dari ibadah Haji. Karenanya, hari tersebut menjadi hari nan mempunyai keistimewaan nan agung dan keberkahan nan melimpah. Di antara keutamaannya adalah bahwa Allah menggugurkan dosa-dosa (kecil) selama dua tahun bagi orang nan berpuasa pada hari Arafah. 

5. Keutamaan hari kesepuluh bulan Dzulhijjah, ialah Idul Adha, nan disebut juga yaumun nahr. Dalil nan menunjukkan keistimewaan dan keagungan hari Idul Adha adalah hadits nan diriwayatkan oleh 'Abdullah bin Qurth Ra. dari Rasulullah Saw. bahwa beliau bersabda, "Hari teragung di sisi Allah adalah hari Idul Adha (Yaumun Nahr), kemudian sehari setelahnya."

6. Rasulullah Saw. menyebut hari nan agung ini sebagai hari Haji Akbar. Sebab, sebagian besar amalan-amalan manasik haji dilakukan pada hari ini, seperti menyembelih qurban, memotong rambut, melontar jumrah, dan thawaf mengelilingi Ka'bah. Kemudian, pada hari nan penuh berkah ini, kaum muslimin berkumpul untuk melaksanakan shalat Idul Adha.

Tata Cara Puasa Dzulhijjah

Melakukan puasa pada awal bulan Dzulhijjah sama juga dengan melakukan puasa nan lain, ialah berpuasa pada hari pertama hingga hari ke-9 bulan Dzulhijah.

Niat puasa bisa dimulai sejak terbenamnya mentari hingga terbit fajar, dengan niat hendak melakukan puasa sunnah Dzulhijjah.

Seperti puasa nan lain, hal-hal nan membatalkan puasa ini sama persis dengan segala nan membatalkan puasa wajib. Apa pun nan membatalkan puasa wajib maka batal juga jika dilakukan pada puasa ini. 

Hanya saja nan membedakan dari segi status hukumnya. Jika melakukan puasa wajib, kemudian batal, maka  kudu menggantinya, namun berbeda dengan puasa sunnah, tidak ada tanggungjawab untuk mengganti di lain hari.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam