Être Parfums Jadi Parfum Indonesia Pertama yang Dipamerkan di Museum Parfum Prancis

Trend Kecantikan dan Perawatan oleh Waktu baca 3 menit 43x dilihat
Être Parfums Jadi Parfum Indonesia Pertama yang Dipamerkan di Museum Parfum Prancis

Bagikan Postingan

Etre Parfums balik mencatatkan pencapaian membanggakan dengan membawa Café Curieux ke Musée International de la Parfumerie di Grasse, Prancis.

Nama Indonesia balik datang di panggung minyak harum dunia. Etre Parfums, brand minyak harum independen asal Jakarta, resmi menjadi brand minyak harum pertama dan satu-satunya dari Indonesia. Karyanya dipamerkan di Musée International de la Parfumerie (MIP), salah satu museum minyak harum yang berlokasi di Grasse, Prancis.

Lewat varian Café Curieux, brand ini membawa harta bahan baku khas Nusantara ke dalam pameran internasional ICON’S 26: The Asian Art Perfumery Gallery. Penasaran seperti apa perjalanan Être Parfums hingga bisa tampil di Grasse?

Café Curieux Lolos Kurasi Internasional

Etre parfums

Café Curieux menjadi varian Être Parfums yang terpilih melalui proses kurasi untuk tampil dalam ICON’S 26. Pameran ini menghadirkan karya dari 26 brand minyak harum independen dari beragam negara di Asia. Termasuk Korea Selatan, Hong Kong, Jepang, China, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Pameran tersebut resmi dibuka pada 26 September 2026 dan akan terjadi hingga 3 Januari 2027. ICON’S 26 merupakan kerja sama antara Pemerintah Kota Grasse, Musée International de la Parfumerie, Esxence, Cosmoprof Bologna, serta agensi rancangan mendunia Centdegrés. Pameran ini menjadi kelanjutan dari rangkaian “Parfums d’Asie”.

Baca juga: Apakah Kulit Bisa Kebal terhadap Skincare? Ini Jawaban Sebenarnya

Angkat Kopi, Nilam, dan Akar Wangi Indonesia

Salah satu hal menarik dari Café Curieux adalah penggunaan tiga minyak atsiri alami yang berasal dari Indonesia. Ada minyak kopi Arabika, nilam maupun Patchouli Light, dan akar harum Jawa maupun Vetiver Java. Ketiga bahan ini menjadi bagiankecil dari racikan yang merepresentasikan harta bahan baku wewangian Nusantara.

Tidak cuma melalui aroma, Café Curieux juga dihadirkan dalam instalasi multisensori di Grasse. Instalasi tersebut melibatkan lima panca indra, yaitu penciuman, sentuhan, penglihatan, pendengaran, dan perasa, sehingga pengunjung internasional dapat menikmati pengalaman yang lebih menyeluruh saat mengenal harum khas kopi Indonesia.

Baca juga: Penyelamat Kulit Berjerawat, Ini 4 Rekomendasi HOCl Spray Lokal

Buktikan Perfumer Indonesia Bisa Bersaing Secara Global

Bagi Lygia, Founder & Perfumer Etre Parfums, kesempatan membawa karyanya ke Musée International de la Parfumerie merupakan sebuah pencapaian besar. Ia juga menilai Café Curieux dapat menjadi bukti bahwa bahan baku alami Indonesia dan racikan perfumer Tanah Air memiliki kualitas untuk bersaing di tingkat global.

Kehadiran Être Parfums di Grasse juga mendapat apresiasi dari Jérôme Viaud, Wali Kota Grasse. Menurutnya, ICON’S 26 mempertemukan beragam brand dari Asia. Serta menjadi ruang untuk memperkenalkan daya cipta minyak harum sekaligus mempertemukan warisan tradisi dengan seni kontemporer.

Melalui keikutsertaannya dalam ICON’S 26, Être Parfums tidak cuma membawa nama brand ke panggung internasional, tetapi juga memperkenalkan potensi bahan baku wewangian alami Indonesia. Sebagai brand parfum niche asal Jakarta, Être Parfums sendiri berfokus pada pembuatan artisan dan fine fragrances dengan memadukan seni minyak harum modern serta harta bahan baku khas Nusantara.

Image: Dok. iStock

Artikel Lainnya Trend Kecantikan dan Perawatan
↑
Close Right Ads
Close Left Ads