Jakarta -
Jakarta Film Week (JWF) 2025 resmi dibuka pada Rabu, 22 Oktober 2025, di CGV Grand Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat. Gelaran JWF bakal diselenggarakan mulai 22 hingga 26 Oktober 2025 di enam letak di Jakarta.
Film The Fox King menjadi pembuka di JWF 2025, Bunda. Film yang dibintangi oleh aktris Dian Sastrowardoyo ini untuk pertama kalinya diputar di Indonesia setelah tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) 2025 pada September lalu.
The Fox King merupakan movie kerjasama produksi Malaysia dan Indonesia. Film ini digarap oleh sutradara asal Malaysia, Woo Ming Jin. Selain Dian Sastrowardoyo, movie ini juga dibintangi beberapa tokoh Malaysia, seperti Idan Aedan, Hadi Putra, dan Amerul Affendi.
Kisah hidup kerabat kembar di movie The Fox King
The Fox King menceritakan kisah kerabat kembar yang beranjak remaja berjulukan Ali dan Amir. Keduanya sangat dekat dan tidak terpisahkan. Amir yang pendiam hanya bisa bicara dengan menyebut nama hewan. Semua kata yang keluar dari mulut Amir hanya bisa dipahami oleh saudaranya Ali.
Suatu hari, ayah Ali dan Amir menikah lagi dengan wanita yang lebih muda. Sang ayah lampau meninggalkan kedua putranya untuk tinggal dan bekerja di pabrik ikan asin di pesisir pantai.
Kehidupan Ali dan Amir melangkah seperti biasanya sejak ditinggal sang ayah. Keduanya pergi ke sekolah dan bekerja di pabrik ikan bersama.
Namun, kehidupan kerabat kembar ini berubah saat pembimbing baru berjulukan Lara datang ke sekolah. Lara adalah pembimbing Bahasa Inggris yang elok dan tegas.
Fokus pada hubungan kerabat kembar
Film The Fox King berfokus pada hubungan kerabat kembar yang begitu dekat. Keduanya saling mengisi, menjaga, dan melindungi. Namun, hubungan kerabat kembar yang begitu dekat bisa saja berubah seiring bertambahnya usia alias ketika memasuki masa remaja.
Bicara soal kerabat kembar, penulis buku Twin Dilemmas: Changing Relationships Throughout the Lifespan, Barbara Klein Ph.D., Ed.D., mengatakan bahwa anak kembar mempunyai keterikatan mendalam yang sangat berbeda dengan kerabat kandung yang bukan kembar.
"Kedekatan kerabat kembar menciptakan saling ketergantungan alami yang bakal sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran bakal perpisahan. Sejak dini, anak kembar mulai memandang diri mereka sebagai perseorangan dan juga sebagai kerabat kembar," kata Klein, dilansir Psychology Today.
Ikatan kerabat kembar sangat erat dan sering kali melibatkan corak komunikasi nonverbal. Terkadang, idealisasi hubungan anak kembar dianggap susah untuk disalahpahami oleh masyarakat.
"Keterikatan anak kembar, yang sangat kompleks, memengaruhi semua aspek perkembangan psikologis. Keterikatan tersebut sama pentingnya dengan kedekatan ibu dan anak. Kedekatan anak kembar menciptakan hubungan saling ketergantungan alami yang bakal sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran bakal perpisahan sejak bayi," ujar Klein.
"Kehilangan kerabat kembar di usia berapa pun merupakan peristiwa kehidupan yang rumit dan traumatis, yang dapat menyebabkan depresi dan kekhawatiran bagi kerabat kembar yang tetap hidup. Mengatasi kehilangan kerabat kembar merupakan proses yang sangat panjang dan 'menegangkan' bagi kerabat kembar yang sendirian," sambungnya.
Demikian ulasan HaiBunda tentang movie The King Fox yang menjadi pembuka di gelaran Jakarta Film Week 2025.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·