Fungsi Manajemen

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Seperti nan telah saya jelaskan diartikel sebelumnya, bahwa manajemen itu ada untuk mengatur.

Mengatur apa? Ya mengatur apapun nan perlu diatur. Simple, manajemen itu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh sederhananya adalah manajemen file dan berkas komputer.

Fungsi ManajemenDiagram Fungsi Manajemen (Gambar : www.managementstudyguide.com)

Orang jika sudah terbiasa membuat manajemen, maka dia tidak bakal nyaman jika apapun nan disekitarnya itu berantakan.

Karena, inti dari manajemen adalah agar kita mudah untuk mengelolanya. Jika file/folder berfaedah kita mudah untuk mencari berkas alias file tersebut ketika dibutuhkan.

Jadi, kegunaan dan peranan manajemen adalah sebagai hal-hal dasar nan kudu ada dan melekat dalam suatu manajemen nan dijadikan patokan alias tolak ukur bagi seorang manajer (orang nan mengelola manajemen) agar dalam penyelenggaraan tugasnya dapat melakukan tugas dan tujuan manajemen ialah perencanaan (planning), organisir (organize), koordinasi dan kegunaan pengendalian manajemen dengan lebih optimal.

Dalam teorinya ada 5 kegunaan dan peran utama manajemen, ialah :

1. Planning (Perencanaan)

 PlanningFungasi Planning dalam Manajemen (slideplayer.com/slide/6056752/)

Seperti sketsa diatas, nan pertama dan utama adalah fungsi planning. Mengapa ini menjadi sangat penting? Karena fungsi planning adalah aktivitas untuk menyusun, merencanakan apa nan menjadi tujuan perusahaan serta gimana langkah untuk mencapai tujuan tersebut.

Perencanaan alias planning dilakukan pada awal pembentukan perusahaan, seperti arti diatas. Planning krusial dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan. Mengapa menetapkan tujuan itu menjadi penting? Karena tanpa adanya tujuan nan jelas, maka aktivitas perusahaan juga tidak bakal meningkat.

Ibarat, jika tidak ada nan dikejar maka orang-orang nan ada dalam perusahaan tersebut hanya melakukan tanggungjawab saja, nan krusial dibayar.

Tidak ada upaya untuk meningkatkan performa perusahaan. Dan alhasil, pencapaian perusahaan bakal stagnan, apalagi menurun.

Nah, dalam proses planning inilah ditentukan tujuan perusahaan/organisasi secara menyeluruh, serta upaya-upaya terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

Disinilah peran pemimpin/manager diperlukan. Manager kudu bisa mengevaluasi langkah-langkah strategis nan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca : 44 Ide Peluang Bisnis Online nan Menjanjikan

Hal ini sangat penting, lantaran jika perusahaan memilih langkah nan salah maka bakal sangat susah apalagi bisa kandas dalam mencapai tujuan nan ditetapkan.

Jadi intinya perencanaan manajemen itu sangat krusial dilakukan diawal pembentukan organisasi alias perusahaan, lantaran kegunaan nan lain tidak bakal berfaedah tanpa ada perencanaan nan matang.

2. Organizing (Mengorganisasi)

fungsi manajemen organizingfungsi manajemen organizing

Fungsi ini berfaedah untuk mengorganisasi/mengatur orang-orang nan ada dalam organisasi/perusahaan tersebut. Supaya, mereka dapat menjalankan peran dan fungsinya masing-masing dengan maksimal.

Istilah kerennya adalah the right man at the right place.

3. Staffing (Penempatan)

fungsi manajemen Staffingfungsi manajemen Staffing

Tidak jauh berbeda dengan organizing, staffing ini lebih luas. Kalau organizing lebih ke memanajemen sumber daya manusia sedangkan staffing lebih ke sumber daya secara umum.

Misalkan, peralatan dan inventaris nan dimiliki.

4. Coordinating (Mengkoordinasi)

fungsi manajemen Coordinatingfungsi manajemen Coordinating

Coordinating adalah kegunaan nan bermaksud untuk meningkatkan efisensi dan efektifitas kinerja, membikin suasana dalam lingkungan kerja menjadi dinamis, sehat, nyaman, dll.

Fungsi ini diemban ditangan manajer, jadi manajer mempunyai kegunaan utama untuk mengkoordinasi bawahannya agar dapat meningkatkan performa kerja masing-masing.

5. Controlling (Mengontrol)

fungsi manajemen Controllingfungsi manajemen Controlling

Ini adalah kegunaan terakhir manajemen, setelah semuanya dilakukan maka langkah terakhir adalah mengontrolnya. Dalam kegunaan ini terdapat elemen-elemen penting, misalkan pertimbangan dan pembuatan kebijakan baru.

Fungsi controlling ini penting, agar keahlian orang-orang didalamnya tidak menurun minimal standard jika bisa ya meningkat.

Dalam tahap ini seorang manajer dituntut peran aktifnya untuk melakukan pengawasan terhadap setiap komponen sumber daya nan ada, manajer kudu memastikan setiap orang terorganisasi dengan baik tanpa adanya kesalahan alias penyimpangan nan terlalu jauh, jika ada penyimpangan maka manajer bakal memberikan koreksi terhadap kesalahan tersebut.

Selain itu juga pengelompokkan terhadap pembagian tugas sumber daya krusial dilakukan, agar manajer tidak terlalu mendominasi dalam sebuah grup.

Jika hanya satu orang saja nan mendominasi maka organisasi bakal sangat susah berkembang. Dalam melakukan kegunaan pengawasan, hal-hal nan perlu di perhatikan adalah :

  1. Routing, manajer kudu memastikan setiap orang berada pada jalur nan telah ditentukan dengan resiko kesalahan minimum.
  2. Scheduling, memberikan agenda terhadap deadline pekerjaan nan kudu diselesaikan.
  3. Dispatching, manajer kudu bisa memberikan perintah dan dorongan terhadap nan dipimpinnya agar bisa menjalankan pekerjaannya dengan betul dan tepat waktu.
  4. Follow up, manajer kudu aktif melakukan pertimbangan berkala dan memberikan solusi jika terjadi deadlock terhadap pekerjaan nan dilakukan bawahannya. Hal ini dilakukan agar meminimalisir terjadinya kesalahan.

Selain itu menurut T. Hani Handoko, suatu manajemen perlu dilakukan dengan 3 argumen berikut:

  1. Supaya tujuan organisasi alias pribadi bisa dicapai,
  2. Menjaga balancing alias keseimbangan antara tujuan, goal maupun aktivitas nan bisa saling bertentangan dari pihak berkepentingan dalam suatu organisasi,
  3. Supaya proses kerja suatu organisasi dapat melangkah dengan efektif dan efisien.

Post Views: 2,404

Selengkapnya
Sumber Bisnis dan Manajemen
Bisnis dan Manajemen