Gak Masuk Akal! Miner Mini Ini Kalahkan Raksasa Dan Raup $210 Ribu

Apr 07, 2026 12:01 PM - 1 minggu yang lalu 13045

Kincai Media – Seorang solo miner Bitcoin (BTC) sukses mencetak untung besar setelah memvalidasi blok ke 943.411 pada 2 April 2026. Dengan kekuatan komputasi yang sangat kecil, miner tersebut memperoleh bingkisan sebesar 3,139 BTC alias sekitar US$ 210.000 (Rp 3,4 miliar).

Keberhasilan ini langsung menarik perhatian komunitas kripto lantaran peluangnya sangat kecil. Miner tersebut hanya menggunakan sekitar 230 terahash per detik (TH/s), alias sekitar 0,00002 persen dari total hashrate jaringan Bitcoin yang diperkirakan mencapai 1 zettahash per detik (ZH/s).

Bitcoin mining sendiri merupakan proses kejuaraan untuk memecahkan teka-teki kriptografi menggunakan kekuatan komputasi. Siapa yang sukses lebih dulu, berkuasa mendapatkan reward blok yang terdiri dari subsidi blok dan biaya transaksi.

Dulu, mining bisa dilakukan dengan komputer biasa (CPU), lampau berkembang ke GPU, hingga sekarang didominasi oleh perangkat unik berjulukan ASIC dengan daya sangat besar.

Saat ini, kebanyakan block Bitcoin dengan komputer biasa (CPU), lampau berkembang ke GPU hingga sekarang didominasi oleh perangkat unik berjulukan ASIC dengan daya sangat besar.

Menurut developer CKpool, Con Kolivas, kesempatan miner tersebut untuk menemukan blok hanya sekitar 1 banding 28.000 per hari.

Sebagai perbandingan, perusahaan besar seperti Riot Platforms mempunyai kekuatan hingga 30 exahash per detik, ialah sekitar 130.000 kali lebih besar dibanding miner solo tersebut.

Gunakan Pool Anonim, Tetap Dapat Hadiah Penuh

Miner tersebut diketahui menggunakan jasa solo.ckpool.org, sebuah mining pool anonim yang memungkinkan pengguna menambang secara berdikari sembari tetap mendapatkan bingkisan penuh, dengan potongan biaya sekitar 2 persen.

Pendekatan ini memungkinkan miner mini tetap mempunyai peluang, meskipun sangat kecil, untuk mendapatkan reward besar tanpa kudu berasosiasi dalam pool besar.

Menariknya, keberhasilan solo miner ini terjadi di saat perusahaan mining skala besar justru mulai melepas kepemilikan Bitcoin mereka.

Riot Platforms dilaporkan menjual sekitar US$ 250 juta Bitcoin dalam sepekan terakhir, sementara MARA Holdings melepas hingga US$ 1,1 miliar BTC pada akhir bulan lalu. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pergeseran konsentrasi ke prasarana kepintaran buatan (AI).

Menariknya, keberhasilan solo miner ini terjadi di saat perusahaan mining skala besar justru mulai melepas kepemilikan Bitcoin mereka.

  • Desember: satu miner meraih sekitar US$ 282.000
  • Januari: dua miner berbeda masing-masing mendapat US$ 300.000
  • Februari: seorang miner mendapatkan US$ 200.000 hanya dengan menyewa hash power senilai US$ 75.

Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di website Kincai Media ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan yang telah tayang di Kincai Media bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata duit digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. Kincai Media tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya