Gambaran Alam Kubur Dan Cara Selamat Dari Siksaan Di Dalamnya

Jan 20, 2026 06:17 AM - 3 bulan yang lalu 116710

Kincai Media ,JAKARTA -- Setelah kematian, manusia bakal memasuki alam kubur sebagai gerbang awal menuju akhirat. Di tempat inilah, kenikmatan alias siksaan mulai dirasakan sesuai dengan ketaatan dan kebaikan yang dibawa dari kehidupan dunia.

Dikatakan bahwa alam kubur menjadi fase awal kehidupan alambaka yang menyimpan kenikmatan sekaligus siksa. Dalam beragam riwayat yang dijelaskan para ulama, kondisi seseorang di alam kubur sangat berjuntai pada keagamaan dan kebaikan perbuatannya semasa hidup.

Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan bahwa Abu Ja‘far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu bahwa andaikan seorang mukmin diletakkan di dalam kuburnya, maka kuburnya bakal dilapangkan sejauh 70 hasta, ditaburi harum-haruman, dan ditutupi dengan kain sutera. Apabila dia hafal sebagian dari Alquran, maka hafalannya itu bakal menerangi seluruh kuburnya. Jika dia tidak hafal, maka bakal dibuatkan baginya sinar seperti mentari di dalam kuburnya.

Mukmin tersebut dalam kuburnya berada dalam keadaan seperti pengantin baru yang tertidur, dan tidak dibangunkan selain oleh istri yang sangat dicintainya. Ketika dia bangun dari tidurnya, dia merasa seakan-akan belum puas dari tidur tersebut.

Sebaliknya, orang kafir, maka kuburnya bakal disempitkan hingga tulang-tulangnya masuk ke dalam perutnya. Kemudian didatangkan kepadanya beragam macam ular besar sebesar leher unta. Ular-ular itu menyantap dagingnya hingga tidak tersisa daging pada tulang-tulangnya.

Selanjutnya, datang kepadanya malaikat yang tuli, bisu, dan buta, dengan membawa cambuk-cambuk dari besi. Mereka memukulinya dengan cambuk-cambuk tersebut tanpa mendengar jeritan dan tanpa memandang orang itu, sehingga tidak timbul rasa belas iba kepadanya. Selain itu, neraka senantiasa diperlihatkan kepadanya, baik pada waktu pagi maupun sore.

Imam Abu Laits As-Samarqandi memberikan nasihat, siapapun yang mau selamat dari siksa kubur, hendaklah dia senantiasa mengerjakan empat perihal dan menjauhkan diri dari empat perihal lainnya.

Empat perihal yang kudu selalu dikerjakan adalah shalat, sedekah, membaca Alquran, dan memperbanyak tasbih. Keempat ibadah ini bakal menjadikan kubur terang dan lapang.

Adapun empat perihal yang kudu ditinggalkan agar selamat dari siksa kubur adalah dusta, khianat, adu domba dan ketidakhati-hatian dalam masalah kencing.

Selengkapnya