Gambaran Nabi Muhammad Saw Dalam Perang: Sosok Tidak Kenal Takut

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ilustrasi.

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Imam Al Ghazali berjulukan komplit Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menggambarkan tentang keberanian Nabi Muhammad SAW dalam peperangan. Digambarkan dalam Perang Badar, Nabi Muhammad SAW adalah sosok nan paling berani, paling unggul, dan menjadi pahlawan.

Perang Badar merupakan perang pertama nan terjadi antara kaum Muslimin dengan kaum Musyrikin. Perang ini dinamakan Perang Badar karena terjadi di wilayah Badar, ialah wilayah antara Makkah dan Madinah.

Dalam perang Badar, jumlah umat Islam sebanyak 300 orang melawan kaum kafir sebanyak 1.000 orang. Namun, hasilnya kemenangan bagi Muslim.

Pihak Muslim syahid sebanyak 14 orang. Sementara sebanyak kaum kafir meninggal 70 orang dan ditawan 70 orang.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin digambarkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pahlawan nan paling berani dan gagah perkasa. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata, "Dalam Perang Badar, kami semua berdiri di sekitar Rasulullah SAW. Rasulullah SAW nan paling dekat dengan musuh-musuhnya. Kami menyaksikan Rasulullah SAW pada hari itu, sebagai orang paling berani dan gagah perkasa."

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata, "Ketika perang mulai berkecamuk, di mana kaum Muslim bertempur melawan kaum kafir, kami semua mengkhawatirkan Rasulullah SAW, lantaran beliau nan paling dekat kepada musuhnya. Tidak ada seorang pun nan paling dekat jaraknya kepada musuh selain Rasulullah SAW. Pada waktu itu Rasulullah SAW tampak paling unggul kekuatannya."

Seorang sahabat Nabi Muhammad SAW berjulukan Imran bin Husain berkata, "Orang pertama nan maju menghadapi musuh (kaum kafir) adalah Rasulullah SAW."

Para sahabat Nabi berbicara bahwa Rasulullah SAW mempunyai strategi dan strategi paling unggul. Dalam Perang Hunain, ketika Rasulullah SAW dikelilingi musuh-musuhnya, beliau turun dari baghalnya lampau bersabda, "Sesungguhnya, saya adalah seorang Nabi, tidak pernah berdusta. Aku adalah keturunan Abdul Muthalib."

Pada hari itu, tidak ada orang nan paling berani selain Nabi Muhammad SAW.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam