Gigi Copot, Dibuang Ke Atap Atau Justru Dipendam?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kincaimedia–  Dulu sewaktu masa kecil, ditengah masyarakat perkampungan berkembang mitos mengenai sistem pembuangan gigi nan copot. Jika gigi nan copot bagian bawah maka kudu dibuang ke atas, biasanya di genting rumah. Sebaliknya jika gigi nan copot bagian atas maka kudu dibuang ke bawah. Konon katanya perihal tersebut dilakukan dengan tujuan agar gigi nan tumbuh berikutnya bagus dan rata.

Ternyata dalam Islam sistem sunnahnya bukan justru dilempar melainkan dipendam (dikubur). Hal tersebut sebagaimana rekomendasi Rasulullah SAW. Dalam sebuah sabda beliau menganjurkan untuk memendam 7 personil nan terpisah dari manusia. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

كان يأمر بدفن سبعة أشياء من الإنسان الشعر والظفر والدم والحيضة) بكسر الحاء خرقة الحيض (والسن والعلقة والمشيمة) لأنها من أجزاء الآدمي فتحترم كما تحترم جملته لما ذكر قال الحكيم: وروي أن رسول الله صلى الله عليه وسلم احتجم وقال لعبد الله بن الزبير: أخفه حيث لا يراك أحد 

Artinya:” Beliau Rasulullah Saw memerintahkan untuk mengubur tujuh barang pada diri manusia: Rambut, kuku, darah, kain jejak darah haid, gigi, gumpalan darah, dan ari-ari. Karena mereka adalah bagian dari manusia, maka mereka dihormati sebagaimana tubuhnya dihormati, sebagaimana disebutkan Al-Hakim: Diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw berbekam kemudian berfirman kepada Abdullah bin Al-Zubair: “Sembunyikan (darah bekam ini) di tempat nan tidak ada nan bisa melihatmu.” (Faidhul Qadir juz 5 laman 198)

Namun dalam Kitab Fatawa As Syabkah Al Islamiyyah sabda mengenai rekomendasi mengubur 7 barang nan ada pada diri manusia statusnya adalah dhaif (lemah). Kendatipun demikian perihal tersebut tetap dianjurkan. Mengingat tujuan penguburan 7 barang tersebut adalah sebagai penghormatan terhadap personil badan pada diri manusia. Dan perihal ini selaras dengan nash nash dari Al Qur’an dan As Sunnah.

Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

فقد وردت بعض الآثار في الأمر بدفن الشعر، والظفر، والدم، والسن، والقلفة، والمشيمة، وهذه الآثار وإن كانت ضعيفة لكن مضمونها موافق لما دلت عليه نصوص الوحي من القرآن والسنة من حرمة الآدمي وكرامته وإذا لم يوجد مكان يدفن فيه الدم أو غيره، فيمكن أن يتخلص منه بجعله في المجاري، والبواليع، أو غيرها، مما يجعله يختفي عن أعين الناس

Artinya: “Ada beberapa riwayat tentang perintah menguburkan rambut, kuku, darah, gigi, kulup, dan ari-ari. kesucian dan harkat dan martabat manusia. Jika tidak ada tempat untuk menguburkan darah alias barang lain, maka dapat dihilangkan dengan langkah ditaruh di got, gorong-gorong, alias di tempat lain nan membuatnya lenyap dari pandangan orang.”

Dengan demikian sistem pembuangan gigi nan copot alias 7 barang nan telah dijelaskan diatas sesuai rekomendasi Rasulullah Saw adalah dengan menguburnya. Jika tidak ada tempat untuk mengubur maka dapat dihilangkan dengan langkah dibuang di got, gorong-gorong, alias di tempat lain nan jauh dari pandangan orang.

Demikian penjelasan perihal gigi copot, dibuang ke genting alias justru dipendam? Semoga berfaedah Wallahu a’lam bishawab. [Baca juga: Hukum Sikat Gigi Saat Puasa]

Selengkapnya
Sumber Bincang Syariah
Bincang Syariah