Gus Samsudin Dapat Penghasilan Dari Konten Menista Agama, Apa Hukumnya?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim memeriksa Samsudin Jadab namalain Gus Samsudin mengenai konten boleh tukar pasangan. Samsudin diperiksa di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (29/2/2024).

KINCAIMEDIA, JAKARTA -- Ada banyak langkah mendapatkan duit hasil dari membikin konten di media sosial (medsos) di era digital seperti sekarang. Muncul pertanyaan, lantas gimana hukumnya jika mendapatkan duit hasil membikin konten nan menista agama, memfitnah dan perihal jelek lainnya di media sosial.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan, prinsipnya setiap jenis pekerjaan nan halal, jika sudah mencapai satu nishab maka wajib mengeluarkan zakat. Akan tetapi, jika penghasilan itu diperoleh dari pekerjaan nan haram maka sekalipun sudah mencapai satu nishab, tetap tidak wajib zakat.

"Maka, dengan demikian, amal itu diperoleh dari penghasilan halal," kata Kiai Niam kepada Kincaimedia, Kamis (7/3/2024).

Kiai Niam menjelaskan, jika ada aktivitas nan memperoleh penghasilan dari konten nan menghardik orang, buzzer nan menjelekkan orang dan memfitnah orang, sekalipun penghasilannya besar itu tidak dibenarkan secara syar'i.

Misalnya, menjadi Youtuber dan Tiktoker dan lain sebagainya. Lewat Youtube-nya sudah banyak menghasilkan uang, apakah itu objek zakat.

Itu adalah pertanyaan nan membutuhkan...

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam