Habib Jafar Kisahkan Dahsyatnya Dampak Makanan Halal Dan Haram

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Habib Husein Jafar Al Hadar menyampaikan tausiyah mengenai dahsyatnya akibat makanan yang legal dan thayib, serta dahsyatnya pengaruh samping makanan nan haram dan syubhat. Tausiyah Habib Jafar tersebut disampaikan dalam Tabligh Akbar dan Buka Puasa Bersama di Masjid Istiqlal, Jumat (15/3/2024).

Habib Jafar dalam tausiyahnya menyampaikan sebuah kisah, suatu ketika ada seorang ayah nan mencintai anaknya. Sebagai ungkapan cinta ayahnya kepada anaknya, ayah tersebut menjaga anaknya sejak pertama kali lahir hingga usia 14 tahun.

"Anak tersebut tidak dikeluarkan dari rumahnya dan dijauhkan dari segala makanan, minuman dan hal-hal nan dikonsumsi olehnya nan berkarakter tidak legal dan tidak thayib," kata Habib Jafar di Masjid Istiqlal, Jumat (15/3/2024).

Habib Jafar menegaskan, anak tersebut tidak pernah makan, minum dan mengkonsumsi apapun nan tidak legal dan tidak thayib selama 14 tahun. Anak tersebut juga tidak pernah memandang dan mendengar nan tidak legal dan tidak thayib selama 14 tahun.

Kemudian setelah anaknya berumur 14 tahun, ayahnya mau mengetahui gimana dahsyatnya seseorang nan menjaga dirinya dari makanan dan minuman haram nan tidak pernah masuk ke dalam tubuhnya.

Maka dibawalah anak tersebut ke pasar, lantaran Nabi Muhammad SAW pernah berbicara bahwa pasar sering menjadi tempat berdiamnya setan. Karena di dalam pasar ada penipuan, ada riba dan lain sebagainya.

"Ketika di pasar, anak tersebut berbincang secara mengejutkan kepada ayahnya, anak itu menunjukan kepada ayahnya bahwa orang itu mahir surga tapi orang di sana mahir neraka," ujar Habib Jafar.

Habib Jafar meneruskan kisahnya, ayah anak tersebut bertanya, kenapa anaknya bisa memandang seperti itu. Anaknya menjawab kepada ayahnya bahwa dirinya memandang orang itu bercahaya, tapi orang di sana penuh dengan kegelapan di wajahnya.

Ternyata, Allah SWT telah mengangkat hijab alias penghalang dari mata anak tersebut nan menjaga dirinya dari makanan nan haram, tidak thayib dan syubhat. Sehingga anak tersebut bisa mengetahui mana orang baik dan mana orang nan tidak baik. Karena anak itu mendapat keberkahan dari mengkonsumsi makanan dan minuman nan legal dan thayib selama 14 tahun.

"Keesokan harinya, ayahnya kembali membujuk anak tersebut ke pasar untuk berdagang, tapi ada sesuatu nan berbeda ketika anak itu pulang berbareng ayahnya," jelas Habib Jafar.

Habib Jafar mengatakan, sang ayah bertanya lagi kepada anaknya, mana orang nan baik dan mana orang nan tidak baik. Anak tersebut menjawab bahwa dirinya sudah tidak bisa memandang seperti kemarin, sehingga tidak tahu mana orang nan baik dan tidak baik.

Ayahnya bertanya-tanya kenapa keahlian anaknya menghilang begitu saja. Setelah dicari tahu oleh ayahnya, rupanya saat pulang dari pasar anaknya memungut dan menyantap satu biji kurma nan jatuh di tengah jalan.

"Ternyata kurma itu tidak haram tapi kurma itu syubhat, sesuatu nan tidak kita ketahui secara pasti kehalalan dan keharamannya, kurma itu kurma nan jatuh dari tumpukan kurma nan dijual oleh orang-orang nan ada di pasar dan akhirnya kurma itu diambil dan dikonsumsi anak tersebut," ujar Habib Jafar.

Habib Jafar mengatakan, maka 14 tahun anak tersebut berpuasa dari menyantap makanan nan haram dan tidak thayib dan syubhat, tapi keberkahan nan didapat dari hasil puasa 14 tahun itu lenyap begitu saja lantaran satu biji kurma.

"Oleh lantaran itu kata pembimbing kami Habib Umar bin Hafidz satu makanan nan syubhat bukan haram masuk ke dalam tubuh kita, maka dia bakal menjadi daging nan menyebabkan angan kita tidak dikabulkan dan menyebabkan kita condong kepada hal-hal nan haram dan tindakan-tindakan nan haram dan tidak bisa dihapus selain dengan 70 kali ibadah fardhu nan diterima oleh Allah," kata Habib Jafar.

Habib Jafar menegaskan, bukan sholat nan dilakukan selama 70 kali, tapi sholat 70 kali nan diterima oleh Allah. Itu menggambarkan sungguh dahsyatnya pengaruh mengkonsumsi makanan legal ataupun haram.

"Kalau angan kita sudah lama tidak dikabulkan mungkin ada hal-hal nan haram nan menyangkut kepada diri kita lantaran hal-hal nan haram menghijab (menghalang) kita dari Allah," ujar Habib Jafar.

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam