Haji Mabrur Lebih Mulia Daripada Dunia Dan Isinya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA,JAKARTA -- Ibadah haji termasuk dari rukun Islam, karenanya ibadah haji wajib dikerjakan oleh umat Islam yang bisa dalam segala aspek untuk menjalankan ibadah haji.

Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa dalam hadits Nabi Muhammad SAW dikatakan bahwa haji nan mabrur, baik dan lurus di jalan Allah SWT lebih baik dari bumi dan segala isinya.

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, "Haji mabrur, haji nan baik dan lurus di jalan Allah SWT lebih mulia daripada bumi dan segala isinya. Tidak ada jawaban bagi haji yang mabrur selain surga Allah SWT." (Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, "Orang nan mengerjakan haji dan umroh adalah para tamu serta utusan Allah 'Azza wa Jalla. Jika mereka memohon, niscaya bakal dikabulkan permohonan itu. Jika mereka meminta ampun, maka diampuni. Jika mereka berdoa, maka diterima angan nan mereka panjatkan. Jika mereka meminta syafaat, niscaya diberi." (Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

Dalam riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga pernah bersabda, "Orang nan merasa paling besar dosanya adalah orang nan melakukan wuquf di Arafah, lampau menyangka bahwa Allah SWT tidak bakal mengampuni dosa-dosanya, padahal Allah pasti bakal mengampuninya." (Diriwayatkan Imam Abu Manshur dan Umam Al Dailami)

Hari Arafah adalah waktu bagi jamaah haji melaksanakan wukuf di padang Arafah. Wukuf disebut juga puncak ibadah haji.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Pada setiap hari bakal turun seratus dua puluh rahmat di Kabah (Baitullah) ini, enam puluh bagi orang nan berthawaf empat puluh bagi orang nan mengerjakan sholat, dan dua puluh bagi orang nan berjamu (melihat) saja." (Diriwayatkan Imam Ibnu Hibban)

Dalam riwayat nan lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, "Perbanyaklah thawaf di Baitullah. Sebab sesungguhnya thawaf adalah ibadah besar nan bakal tercatat di dalam kitab amalmu pada Hari Berbangkit nanti, dan thawaf adalah ibadah nan paling menggembirakan bagi kalian." (Diriwayatkan Imam Ibnu Hibban dan Imam Al Hakim)

Oleh lantaran itu, segera setelah sampai di kota Makkah, ibadah dari rangkaian haji nan pertama dan sebaiknya dilakukan adalah thawaf (qudum, selamat datang), sebelum mengerjakan rangkaian ibadah haji alias umroh lainnya.

Demikian dijelaskan Imam Al Ghazali ustadz bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi dalam kitabnya.

Dalam riwayat nan lain disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, "Siapa saja nan mengerjakan thawaf selama satu minggu dengan bugil kaki dan tanpa tutup kepala, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak. Siapa saja nan melakukan thawaf selama satu minggu pada saat hari turun hujan, maka bakal diampuni oleh Allah dosa-dosanya nan terdahulu."

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam