Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Muslimah Ketika Sedang Haid

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

KINCAIMEDIA, JAKARTA --Wanita mempunyai keistimewaan nan luar biasa, termasuk saat menjalani menstruasi atau haid. Selain menjadi tanda kesuburan dan kesehatan reproduksi, menstruasi juga merupakan waktu nan memungkinkan wanita untuk merenung, menghargai tubuhnya, dan menghormati siklus alaminya. 

Wanita nan mengalami menstruasi tidak hanya menunjukkan kekuatan bentuk tetapi juga ketabahan mental dalam menghadapi perubahan hormonal dan bentuk setiap bulan. Kondisi menstruasi wanita merupakan momen nan memperkuat ikatan antara wanita dengan tubuhnya dan memberikan kesempatan untuk memahami dan menghormati karakter mereka.

Dalam Islam, terdapat beberapa perihal nan tidak boleh dikerjakan oleh wanita ketika masa haid. Di antaranya:

Pertama, tidak boleh melakukan sholat wajib dan sunnah

Hal itu tertuang dari Fatimah binti Abi Hubaisy nan berkata:

فَإِذَا أَقبَلَتْ حَيضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Apabila datang masa haidmu, tinggalkanlah solat; dan jika telah berlalu, mandilah kemudian shalatlah." (HR Bukhari). 

Maka, setiap wanita menstruasi tidak diperbolehkan melakukan ibadah solat wajib dan sunnah, dan tidak perlu mengqadhanya, sesuai sabda yang  dinarasikan oleh Aisyah radhiallahu anhu, yaitu:

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

"Kenapa gerangan wanita nan menstruasi mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' solat?" Maka Aisyah menjawab, "Apakah Anda dari golongan Haruriyah?" Aku menjawab, "Aku bukan Haruriyah," bakal tetapi saya hanya bertanya. Dia menjawab, "Kami dulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha' solat." (HR Muslim).

Ketentuan ini juga terdapat dalam sabda dari Mu'adzah, saat ada wanita nan bertanya pada Aisyah: 

أَتَجْزِى إِحْدَانَا صَلاَتَهَا إِذَا طَهُرَتْ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ كُنَّا نَحِيضُ مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَلاَ يَأْمُرُنَا بِهِ . أَوْ قَالَتْ فَلاَ نَفْعَلُهُ

"Apakah kami perlu mengqadha  solatt kami ketika suci?" Aisyah menjawab, "Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami menstruasi di masa Nabi SAW tetap hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqadhanya. Atau Aisyah berkata, "Kami pun tidak mengqadhanya." (HR Bukhari).

Kedua, dilarang melaksanakan tawaf 

Lihat laman berikutnya >>>

Selengkapnya
Sumber Intisari Islam
Intisari Islam